GROBOGAN | Kabarjateng.id – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Senin, 26 Oktober 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung realisasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Kegiatan peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen MPR RI dalam mengawal program prioritas kerakyatan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor perumahan rakyat.
Dalam kunjungannya di Godong, Ibas meninjau secara langsung kondisi rumah warga penerima bantuan BSPS yang telah selesai direhab.
Ia berdialog dengan pemilik rumah dan melihat kualitas bangunan yang telah diperbaiki, mulai dari struktur dinding, atap, hingga lantai dan sanitasi.
Menurut Ibas, program BSPS sangat vital untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi warga berpenghasilan rendah yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
“Bedah rumah ini bukan hanya soal membangun tembok dan atap, tapi membangun harapan dan martabat keluarga. Rumah yang layak akan membuat anak-anak lebih sehat, lebih semangat sekolah, dan keluarga lebih sejahtera,” ujar Ibas di lokasi.
BACKLOG GROBOGAN MASIH 94.406 UNIT
Berdasarkan data Pemkab Grobogan, tantangan pemenuhan hunian layak atau backlog perumahan di Kabupaten Grobogan masih cukup tinggi.
Hingga saat ini, backlog perumahan di Grobogan tercatat mencapai 94.406 unit.
Angka tersebut menunjukkan masih banyak warga Grobogan yang belum memiliki rumah layak huni dan membutuhkan intervensi dari pemerintah pusat maupun daerah.
Namun, hingga akhir Oktober 2026, Pemkab Grobogan mencatat realisasi penanganan RTLH dari berbagai sumber pendanaan, baik APBN melalui Kementerian PKP, APBD Provinsi Jawa Tengah, APBD Kabupaten Grobogan, maupun dana CSR dan Baznas, telah berhasil menyasar 13.585 unit rumah.
Capaian tersebut dinilai cukup signifikan, namun masih memerlukan percepatan dan kolaborasi lebih luas agar backlog dapat terus ditekan.
Ibas menegaskan, MPR RI akan terus mendorong Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk menambah alokasi bantuan bedah rumah untuk Jawa Tengah, khususnya untuk Grobogan yang memiliki angka backlog tertinggi di wilayah Jateng.
“Grobogan ini luas dan penduduknya banyak. Kebutuhan rumah layaknya juga tinggi. Kami di MPR akan terus perjuangkan agar alokasi BSPS untuk Grobogan ditambah tahun depan. Kami tidak ingin ada lagi warga yang tinggal di rumah bocor dan berlantai tanah,” tegas putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Ibas juga menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan dalam pelaksanaan program BSPS.
Ia mengingatkan agar tidak ada praktik pungutan liar (pungli) atau pemotongan bantuan yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.
“Program ini gratis dan langsung ke rekening penerima. Jika ada yang meminta uang, laporkan. Ini hak rakyat,” pungkasnya.
Kunjungan Wakil Ketua MPR RI ini disambut antusias warga Godong dan mendapat apresiasi dari Pemkab Grobogan yang berharap perhatian dari pemerintah pusat terhadap persoalan perumahan di Grobogan semakin besar. (Agus)






