Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,21 Persen, Ahmad Luthfi Raih Mandaya Award 2026

Selasa, 27 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih Mandaya Award 2026 setelah dinilai berkontribusi dalam upaya penurunan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

Penghargaan tingkat nasional tersebut menjadi dorongan bagi Pemprov Jateng untuk memperkuat program yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi warga.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan kategori Pemerintah Provinsi Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Penyerahan berlangsung di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).

Luthfi mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas upaya pemerintah daerah dalam mengurangi kemiskinan sekaligus memperluas pemberdayaan masyarakat.

“Provinsi Jawa Tengah telah mendapatkan Mandaya Award, salah satu provinsi yang mempunyai kepedulian terkait dengan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Ini adalah pengakuan secara nasional yang diberikan Menko kepada Jawa Tengah dan kabupaten/kota,” kata Luthfi seusai menerima penghargaan.

Berdasarkan data Maret 2026, persentase penduduk miskin di Jawa Tengah tercatat 9,21 persen atau sekitar 3,29 juta orang. Angka tersebut menurun dibandingkan September 2025 yang mencapai 9,39 persen.

Meski mengalami penurunan, jumlah penduduk miskin tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Program penanganan kemiskinan dinilai perlu terus diperkuat agar penurunan angka statistik diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Baca Juga  Petisi Penyederhanaan Kegiatan PKK Semarang Raup 4.659 Dukungan, Agustina Beri Waktu Sepekan

Luthfi menegaskan, upaya mengatasi kemiskinan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah provinsi secara mandiri. Diperlukan keterlibatan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, kementerian dan lembaga, Baznas, hingga kalangan swasta.

Salah satu program yang dikembangkan Pemprov Jateng adalah Kecamatan Berdaya. Program ini telah menjangkau 145 titik untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus mendekatkan pelayanan pemerintah kepada warga hingga tingkat desa.

Pemprov Jateng juga menggandeng 177 perguruan tinggi melalui program kuliah kerja nyata (KKN) tematik.

Keterlibatan kampus diharapkan mampu membantu memetakan persoalan masyarakat serta mendukung pelaksanaan program pengentasan kemiskinan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Pemerintah provinsi tidak bisa berdiri sendiri. Kita gandeng collaborative government dengan berbagai pihak, termasuk 177 kampus dengan KKN tematik. Akademisi kita terjunkan untuk membantu mereduksi kemiskinan,” ujar Luthfi.

Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari besarnya bantuan yang disalurkan.

Masyarakat usia produktif juga harus memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan, mengakses permodalan, membangun usaha, hingga mendapatkan pekerjaan.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Penurunan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, menjelaskan terdapat tiga strategi utama yang dijalankan pemerintah provinsi untuk menekan kemiskinan.

Strategi pertama berupa pemberian bantuan kepada masyarakat yang benar-benar tidak mampu dan kelompok rentan.

Kedua, mengurangi wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi melalui program satu organisasi perangkat daerah (OPD) satu desa dampingan yang telah berjalan lebih dari lima tahun.

Baca Juga  Bupati Semarang Tegaskan Keberpihakan kepada Warga di Tengah Penolakan Eksplorasi Geotermal

Adapun strategi ketiga adalah memperluas pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama dengan sektor swasta dan berbagai instansi terkait.

Pelaksanaannya mencakup pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), serta pemanfaatan program Baznas.

Program tersebut menyasar kelompok rentan maupun masyarakat produktif, termasuk generasi muda yang membutuhkan keterampilan dan akses pekerjaan.

“Istilah Jawanya adalah keroyokan. Jadi ada pelatihan, ada pemberian modal, baik dari pemerintah, CSR, termasuk dari Baznas. Sasarannya juga masyarakat yang produktif, termasuk pemuda yang butuh pembekalan atau untuk menggandengkan dengan perusahaan atau usaha lain agar berdaya,” jelas Syamsudin.

Penghargaan Mandaya Award 2026 juga diraih sejumlah pemerintah kabupaten di Jawa Tengah.

Kabupaten Kebumen, Pemalang, dan Wonosobo memperoleh penghargaan sebagai Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan.

Sementara itu, Kabupaten Pekalongan menerima penghargaan kategori Pemerintah Kabupaten Berkomitmen Tinggi dalam Penurunan Kemiskinan.

Luthfi mengapresiasi capaian tersebut dan menilai penghargaan bagi sejumlah daerah menunjukkan pentingnya sinergi dalam menjalankan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Tidak kalah pentingnya, ada beberapa kabupaten yang mendapatkan penghargaan. Artinya, ini bukti bahwa output kegiatan pembangunan adalah bagaimana masyarakat bisa berdaya dan sejahtera,” katanya.

Baca Juga  Dishub Kota Semarang Luncurkan SMART, Pemantauan Penerangan Jalan Kini Terintegrasi

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan, Mandaya Award menjadi salah satu upaya mendorong perubahan pendekatan dalam penanggulangan kemiskinan.

Menurutnya, pemberian bantuan sosial perlu diimbangi dengan program pemberdayaan yang memungkinkan masyarakat meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin juga menjadi perhatian. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui program Sekolah Rakyat untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

“Di balik turunnya angka kemiskinan di Indonesia dalam dua tahun terakhir ini ada peran orang-orang, akademisi, serta komitmen pemerintah daerah dan swasta untuk terjun bersama. Kita ingin mendorong transformasi dengan memberdayakan masyarakat untuk menjadi negara kuat dan mandiri,” ujar menteri yang akrab disapa Cak Imin tersebut.

Pemprov Jateng menyatakan akan melanjutkan berbagai program penanganan kemiskinan dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Tantangan berikutnya adalah memastikan bantuan dan pemberdayaan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dengan demikian, keberhasilan pengentasan kemiskinan tidak semata-mata ditentukan oleh penurunan persentase penduduk miskin, tetapi juga oleh terbukanya akses ekonomi, kesempatan kerja, dan kemampuan masyarakat untuk hidup mandiri serta meningkatkan kesejahteraan. (lim)

Berita Terkait

Operasi Patuh Candi 2026 Resmi Digelar, Polres Grobogan Siap Tindak Pelanggar Fatal Selama 14 Hari
Rumah Tersangka BS Dilelang Rp7 Miliar, Kuasa Hukum Irjen Sofyan Nugroho Desak Polda Jateng Bertindak
Revitalisasi Empat Sekolah di Banyumas Dikebut, TNI dan Warga Kompak Bergotong Royong
Bupati Semarang Tegaskan Keberpihakan kepada Warga di Tengah Penolakan Eksplorasi Geotermal
Tujuh Tahun Terbaring Koma, AKBP (Anumerta) Aditia Mulya Ramdhani Dimakamkan di Klaten
Polres Demak Tes Urine 65 Orang di Empat Tempat Hiburan Malam, Ini Hasilnya
Wagub Taj Yasin Takziah ke Rumah Syabilla, Evaluasi Keselamatan Atlet Porprov Jateng Diperketat
Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Buka 340 Ribu Lapangan Kerja

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Operasi Patuh Candi 2026 Resmi Digelar, Polres Grobogan Siap Tindak Pelanggar Fatal Selama 14 Hari

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,21 Persen, Ahmad Luthfi Raih Mandaya Award 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Rumah Tersangka BS Dilelang Rp7 Miliar, Kuasa Hukum Irjen Sofyan Nugroho Desak Polda Jateng Bertindak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Revitalisasi Empat Sekolah di Banyumas Dikebut, TNI dan Warga Kompak Bergotong Royong

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Tujuh Tahun Terbaring Koma, AKBP (Anumerta) Aditia Mulya Ramdhani Dimakamkan di Klaten

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:10 WIB

Polres Demak Tes Urine 65 Orang di Empat Tempat Hiburan Malam, Ini Hasilnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:29 WIB

Wagub Taj Yasin Takziah ke Rumah Syabilla, Evaluasi Keselamatan Atlet Porprov Jateng Diperketat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:17 WIB

Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Buka 340 Ribu Lapangan Kerja

Berita Terbaru