Petisi Penyederhanaan Kegiatan PKK Semarang Raup 4.659 Dukungan, Agustina Beri Waktu Sepekan

Minggu, 25 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti

SEMARANG | Kabarjateng.id – Keluhan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kota Semarang terkait beban kegiatan dan administrasi mendapat perhatian Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Merespons persoalan tersebut, Agustina meminta Tim Penggerak (TP) PKK melakukan penyederhanaan sistem kerja dalam waktu satu minggu.

Desakan itu menguat setelah petisi bertajuk Mendorong Pemkot Semarang Menyederhanakan Kegiatan PKK agar Lebih Efektif & Efisien mengumpulkan 4.659 tanda tangan hingga Jumat (23/10/2026) petang.

Petisi yang diinisiasi Farrah Diba melalui platform Change.org tersebut diluncurkan pada Rabu (14/10/2026).

Dalam petisi itu, terdapat tujuh persoalan yang menjadi perhatian, mulai dari pemilahan sampah rumah tangga, pengumpulan minyak jelantah, pengelolaan tanaman obat keluarga (TOGA), kewajiban mengenakan seragam, hingga urusan administrasi dan beban kerja kader.

Petisi tersebut juga menyoroti pembagian tugas kader dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta kegiatan posyandu yang dinilai perlu dievaluasi agar pelaksanaannya lebih efektif.

Baca Juga  Geledah Kantor BPK Jateng, KPK Sita Uang Ratusan Juta dalam Kasus Dugaan Suap Audit Klaten

Agustina mengaku telah menerima informasi mengenai berbagai keluhan kader di lapangan.

Banyaknya aplikasi, kewajiban membuat laporan, serta beragam tugas yang harus dituntaskan menjadi sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi.

“Saya sudah tahu keluhan dari kader, misalnya banyaknya aplikasi atau tuntutan yang harus diselesaikan kader PKK. Nah, saya minta ini bisa disederhanakan,” kata Agustina, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, persoalan lain yang perlu mendapat perhatian adalah tumpang tindih pekerjaan.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah kader yang sama kerap terlibat dalam berbagai program, mulai dari pelayanan posyandu, pemberantasan jentik nyamuk, hingga pendampingan kesehatan masyarakat.

Kondisi tersebut berpotensi membuat beban kerja kader semakin berat karena berbagai program dijalankan oleh orang-orang yang sama.

Baca Juga  Dekan FISIP se-Indonesia Puji Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Soroti Kolaborasi Kampus dan Pemerintah

“Di lapangan ini orangnya sama, nah ini yang jadi tumpang tindih dan membuat beban PKK bertambah,” tuturnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Agustina meminta pembagian tugas diperjelas.

Kader PKK diharapkan tidak dibebani pekerjaan administratif maupun teknis yang semestinya menjadi tanggung jawab instansi atau pelaksana program lainnya.

Ia juga mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak menambahkan tugas kepada kader PKK tanpa koordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang.

Selain beban kerja, Agustina turut meminta koordinator PKK memeriksa laporan mengenai dugaan penerapan denda terhadap anggota yang tidak mengenakan seragam, datang terlambat dalam kegiatan, atau tidak menyetorkan sampah sesuai ketentuan.

Penelusuran diperlukan untuk memastikan apakah aturan tersebut merupakan kebijakan resmi organisasi atau keputusan yang dibuat oleh pengurus di tingkat bawah.

Baca Juga  Anggota DPRD Kota Semarang Soroti Aspal Baru Jalan Unta Raya Rusak Diterjang Alat Berat

Agustina menegaskan, kegiatan PKK mengandalkan partisipasi sukarela masyarakat.

Karena itu, pola kerja dan kewajiban kader harus disesuaikan dengan kapasitas serta kondisi mereka, bukan justru menambah beban yang berlebihan.

Meski demikian, program pemberdayaan masyarakat tetap diharapkan berjalan.

Sejumlah kegiatan, seperti urban farming dan pendampingan keluarga yang memiliki anak dengan kondisi stunting, tetap menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga.

“Saya beri PKK waktu satu minggu untuk melakukan penyederhanaan sistem ke bawahnya,” tegas Agustina.

Ia berharap evaluasi tersebut menghasilkan pola kerja yang lebih sederhana, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta administrasi yang tidak berbelit-belit.

Dengan demikian, kader PKK dapat lebih fokus menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat tanpa terbebani tugas yang tumpang tindih. (day)

Berita Terkait

Hapkido dan Arung Jeram Sumbang Dua Emas Perdana untuk Kabupaten Semarang di Porprov Jateng 2026
Bandara Ahmad Yani Semarang Gelar Simulasi Kecelakaan Pesawat, Perkuat Kesiapan Hadapi Kondisi Darurat
Ditpolairud Polda Jateng Bekali 1.000 Pelajar Edukasi Keselamatan Laut, Kenalkan Tugas Polisi Perairan
Di Hadapan 10 Ribu Guru TK ABA, Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Soroti Pentingnya Pendidikan dari Usia Dini
Dekan FISIP se-Indonesia Puji Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Soroti Kolaborasi Kampus dan Pemerintah
Ditemukan Sendirian di Indomaret Tuntang, Balita 2,5 Tahun Berhasil Dipertemukan dengan Orang Tuanya
Dishub Kota Semarang Luncurkan SI PADU, Perkuat Pengawasan dan Transparansi Parkir
PCNU Kota Semarang Buka Peluang Kader Maju di Konfercab, Nama Iswar dan Ady Setyawan Mencuat

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Petisi Penyederhanaan Kegiatan PKK Semarang Raup 4.659 Dukungan, Agustina Beri Waktu Sepekan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:54 WIB

Hapkido dan Arung Jeram Sumbang Dua Emas Perdana untuk Kabupaten Semarang di Porprov Jateng 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:24 WIB

Bandara Ahmad Yani Semarang Gelar Simulasi Kecelakaan Pesawat, Perkuat Kesiapan Hadapi Kondisi Darurat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:06 WIB

Ditpolairud Polda Jateng Bekali 1.000 Pelajar Edukasi Keselamatan Laut, Kenalkan Tugas Polisi Perairan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Di Hadapan 10 Ribu Guru TK ABA, Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Soroti Pentingnya Pendidikan dari Usia Dini

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Dekan FISIP se-Indonesia Puji Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Soroti Kolaborasi Kampus dan Pemerintah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Ditemukan Sendirian di Indomaret Tuntang, Balita 2,5 Tahun Berhasil Dipertemukan dengan Orang Tuanya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Dishub Kota Semarang Luncurkan SI PADU, Perkuat Pengawasan dan Transparansi Parkir

Berita Terbaru