SEMARANG | Kabarjateng.id – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Tengah menggelar edukasi keselamatan laut dan perairan bagi sekitar 1.000 pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di wilayah pesisir utara dan selatan Jawa Tengah, Jumat (23/10/2026).
Program tersebut melibatkan 13 kepala satuan polisi perairan (Kasatpolair) serta 20 komandan kapal yang bertugas di berbagai wilayah perairan Jawa Tengah.
Para pelajar mendapatkan pembekalan langsung dari personel Polairud, termasuk kesempatan mengenal kapal patroli polisi.
Dirpolairud Polda Jateng Kombes Pol Kobul Syahrin Ritonga mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi arahan pimpinan Polri agar kehadiran polisi di tengah masyarakat diwujudkan melalui aksi nyata.
Melalui program tersebut, Polairud berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga keselamatan saat beraktivitas di laut maupun perairan lainnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari inovasi JAJAN CIKI (Jalan-Jalan Belajar Bersama Bocah Cilik).
Program tersebut dirancang sebagai sarana membangun kedekatan antara polisi perairan dengan pelajar sekaligus menanamkan karakter positif dan kecintaan terhadap dunia maritim sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, para siswa memperoleh pengetahuan mengenai penggunaan jaket pelampung atau life jacket, fungsi mercusuar, pengenalan kondisi cuaca, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga keselamatan selama berada di perairan.
Tidak hanya menerima materi, para pelajar juga diajak naik kapal patroli polisi untuk mengenal lebih dekat sarana operasional dan tugas personel Polairud.
Pengalaman tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta karena mereka dapat belajar langsung di lingkungan perairan.
Antusiasme terlihat dari para siswa yang mengikuti kegiatan. Selain mendapatkan pengalaman baru, mereka juga memperoleh wawasan tentang pentingnya keselamatan pelayaran serta peran polisi dalam menjaga keamanan wilayah laut dan perairan.
Ditpolairud Polda Jateng turut membuka kesempatan bagi anak-anak dan remaja yang tidak melanjutkan sekolah maupun yang belum mengenyam pendidikan untuk terlibat dalam kegiatan pembinaan.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi sekaligus memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi generasi muda di kawasan pesisir.
Wadirpolairud Polda Jateng AKBP Sukoco menyampaikan bahwa kegiatan tersebut direncanakan berlangsung secara berkelanjutan.
Dengan demikian, edukasi keselamatan perairan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi program pembinaan yang konsisten.
Sebagai bagian dari pengembangan edukasi, Ditpolairud Polda Jateng juga telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) untuk memfasilitasi penyediaan buku-buku bacaan di dalam Kapal Pintar Polisi Perairan.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas akses literasi bagi anak-anak pesisir.
Kapal tidak hanya dimanfaatkan untuk mengenalkan keselamatan laut, tetapi juga menjadi ruang belajar yang mendukung peningkatan pengetahuan dan minat baca.
Melalui rangkaian program tersebut, Ditpolairud Polda Jateng berupaya memperkuat hubungan dengan masyarakat pesisir sekaligus menanamkan pemahaman bahwa keselamatan di laut merupakan tanggung jawab bersama.
Edukasi sejak usia sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sadar keselamatan, berwawasan maritim, dan peduli terhadap lingkungan perairan. (akh)






