SALATIGA | Kabarjateng.id – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) AR-RUM Salatiga mengukuhkan 25 lulusan dari Program Studi D3 Kebidanan dan Sarjana Farmasi dalam Wisuda ke-VIII, Jumat (23/10/2026).
Momentum ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi memperkuat kualitas pendidikan dan pengabdian di bidang kesehatan.
Ketua STIKes AR-RUM Salatiga, Bdn. Retnaning Muji Lestari, S.ST., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya dilihat dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kualitas pendidikan, pembentukan karakter, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Perjalanan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, melainkan dari komitmen menjaga mutu pendidikan, membangun karakter, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Retnaning dalam keterangan tertulis.
Dalam satu tahun terakhir, STIKes AR-RUM Salatiga mencatat sejumlah capaian akademik. Dua program studi, yakni D3 Kebidanan dan Sarjana Farmasi, telah menjalani reakreditasi dan memperoleh status terakreditasi.
Selain itu, dosen kampus tersebut berhasil memperoleh tiga hibah penelitian dan satu hibah pengabdian kepada masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Capaian lainnya datang dari mahasiswa yang meraih Juara III dalam lomba esai tingkat nasional.
Perluas Pengabdian Kesehatan
Di bidang pengabdian kepada masyarakat, STIKes AR-RUM memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kota Salatiga.
Kerja sama tersebut melibatkan Dinas Kesehatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), kelurahan, rumah sakit, serta kader masyarakat.
Salah satu program yang dijalankan ialah pendampingan ibu hamil hingga masa nifas. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat keterlibatan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.
Lulusan Didorong Menjaga Integritas
Dalam prosesi wisuda yang dipimpin Ketua STIKes AR-RUM Salatiga, Retnaning Muji Lestari, para lulusan diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama pendidikan dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan etika.
Retnaning mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk mengabdikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat.
“Wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian yang sesungguhnya,” ujarnya.
Ia berharap para lulusan dapat menghadapi tantangan di dunia kerja dengan bekal ilmu pengetahuan, integritas, dan kerendahan hati.
Mereka juga diharapkan menjaga nama baik almamater serta menjadi tenaga kesehatan yang berkarakter dan humanis.
Wisuda ke-VIII tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), jajaran Yayasan Ar-Rum, dan tamu undangan lainnya.
Rangkaian acara meliputi pemberian penghargaan kepada lulusan berprestasi, pembacaan sumpah profesi, penampilan tari dari unit kegiatan mahasiswa, serta persembahan lagu dari tamu undangan dan wisudawan.
Melalui wisuda ini, STIKes AR-RUM Salatiga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan penelitian, dan memperluas pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.






