Tak Maju Lagi sebagai Ketua PCNU Kota Semarang, Anasom Disebut Masuk Bursa Rais Syuriah

Rabu, 28 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarjateng.id – Dinamika menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang mulai menghangat.

Sejumlah nama kader mulai diperbincangkan sebagai kandidat penerus kepemimpinan organisasi, baik di jajaran Tanfidziyah maupun Syuriah.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang, Dr. KH. Anasom, memastikan tidak akan kembali maju sebagai calon ketua dalam Konfercab mendatang.

Keputusan tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada kader lain untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi.

Anasom menilai PCNU Kota Semarang memiliki banyak kader potensial yang mampu meneruskan perjuangan Nahdlatul Ulama dalam membina kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.

“Ya, NU perlu kaderisasi, banyak kader NU Kota Semarang yang potensial,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu.

Sejumlah nama mulai muncul dalam pembicaraan di kalangan pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC NU) dan pengurus ranting. Mereka di antaranya Prof. Dr. Abdul Rahman, M.Ag., Dr. In’amuzzahidin, M.Ag., Dr. Agus Fathuddin Yusuf, MA, serta Dr. Iman Fadhilah, MSI.

Baca Juga  Semarang Zoo Ungkap Fakta Harimau Putih, Keindahan Bulunya Menyimpan Risiko Genetik

Selain kalangan akademisi dan kader internal NU, nama Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, ST., MT., serta Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Semarang, Dr. Dr. Ir. Ady Setiawan, SH., MH., MM., MT., IPM, ASEAN Eng., juga disebut dalam bursa kandidat Ketua PCNU Kota Semarang.

Anasom menegaskan, kesempatan untuk menjadi kandidat terbuka bagi kader yang memenuhi ketentuan organisasi.

“Semua kader boleh maju menjadi bakal calon ketua PCNU,” tandasnya.

Di tengah dinamika tersebut, nama Anasom justru dikabarkan masuk dalam pembicaraan calon Rais Syuriah PCNU Kota Semarang.

Namun, ia menegaskan bahwa posisi Rais Syuriah tidak semestinya diperlakukan seperti pencalonan Ketua Tanfidziyah.

Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang itu menjelaskan, pemilihan Rais Syuriah dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), bukan dengan mencalonkan diri secara langsung.

Baca Juga  Komisi B DPRD Kota Semarang Minta Pemkot Buktikan Keamanan Gedung Pandanaran Lewat Kajian

“Tidak ada calon Syuriah, etikanya begitu, apalagi mencalonkan diri. Rais dipilih oleh AHWA,” tegasnya kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).

Menurut Anasom, figur kiai yang memiliki pengalaman mengasuh pesantren lebih ideal untuk mengemban amanah sebagai Rais Syuriah.

Ia menilai latar belakang dirinya yang lebih dekat dengan dunia akademik menjadi pertimbangan tersendiri.

“Rais Syuriah idealnya mereka yang mengasuh pesantren,” tuturnya.

Anasom juga menerangkan bahwa AHWA merupakan forum para kiai yang diberi mandat untuk menentukan Rais Syuriah.

Melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara, para anggota AHWA menetapkan sosok yang dipercaya memimpin jajaran Syuriah PCNU.

Sementara itu, Sekretaris PCNU Kota Semarang, H. Jumarno, menyampaikan bahwa mekanisme pemilihan dalam Konfercab kali ini mengalami perubahan. Pemilihan Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah sama-sama melibatkan AHWA.

Baca Juga  DPRD Kota Semarang Dukung Pembinaan Atlet Sejak Dini, Target Juara Umum Porprov 2026

Menurut Jumarno, pada mekanisme sebelumnya, pemilihan Ketua Tanfidziyah dilakukan melalui MWC NU.

Adapun dalam mekanisme terbaru, setiap MWC NU dapat mengusulkan lebih dari satu nama calon ketua, dengan jumlah maksimal lima kandidat.

“Kalau sekarang MWC bisa mengusulkan lebih dari satu calon ketua, maksimal lima. Ini yang akan disepakati oleh para kiai di AHWA,” jelasnya.

Ia menambahkan, Ketua Tanfidziyah dipilih oleh AHWA setelah kandidat menyatakan kesediaan secara lisan atau tertulis serta memperoleh persetujuan tertulis dari Rais Syuriah terpilih.

Perubahan mekanisme tersebut menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan Konfercab PCNU Kota Semarang.

Selain menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan, forum ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kaderisasi dan menjaga keberlanjutan perjuangan Nahdlatul Ulama di tingkat kota. (arh)

Berita Terkait

Sumpah Pemuda Jadi Momentum, Satlantas Polres Semarang Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas di Kalangan Pelajar
Kapolres Semarang Serap Aspirasi Lurah dan Kades se-Ungaran Barat, Knalpot Brong hingga Bullying Jadi Sorotan
KAI Daop 4 Semarang Tata Sembilan Perlintasan Kereta, Target Operasi Akhir 2026
Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen, Nawal Yasin Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor
Taj Yasin Luncurkan Gerakan SOPAN, Ajak Warga Jateng Bangun Sumur Resapan di Setiap Rumah
Operasi Patuh Candi 2026 Resmi Digelar, Polres Grobogan Siap Tindak Pelanggar Fatal Selama 14 Hari
Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,21 Persen, Ahmad Luthfi Raih Mandaya Award 2026
Pangdam IV/Diponegoro Ikuti Evaluasi KDKMP dan Bahas Rekrutmen Prajurit TNI AD 2027

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:48 WIB

Sumpah Pemuda Jadi Momentum, Satlantas Polres Semarang Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas di Kalangan Pelajar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:26 WIB

Kapolres Semarang Serap Aspirasi Lurah dan Kades se-Ungaran Barat, Knalpot Brong hingga Bullying Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:29 WIB

Tak Maju Lagi sebagai Ketua PCNU Kota Semarang, Anasom Disebut Masuk Bursa Rais Syuriah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:12 WIB

KAI Daop 4 Semarang Tata Sembilan Perlintasan Kereta, Target Operasi Akhir 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:38 WIB

Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen, Nawal Yasin Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:11 WIB

Taj Yasin Luncurkan Gerakan SOPAN, Ajak Warga Jateng Bangun Sumur Resapan di Setiap Rumah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Operasi Patuh Candi 2026 Resmi Digelar, Polres Grobogan Siap Tindak Pelanggar Fatal Selama 14 Hari

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,21 Persen, Ahmad Luthfi Raih Mandaya Award 2026

Berita Terbaru