DEMAK | Kabarjateng.id – Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengajak para pelajar untuk lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Siswa diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Pesan tersebut disampaikan AKBP Arrizal saat memimpin Apel Polisi Peduli Pendidikan di SMP Negeri 2 Demak, Jawa Tengah, Rabu (4/11/2026).
Mengangkat tema “Periksa Dulu Kebenaran Berita Sebelum Disebarkan”, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi pelajar agar mampu mengenali dan menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks di tengah derasnya arus informasi digital.
AKBP Arrizal mengatakan, perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah memperoleh dan membagikan informasi.
Namun, kecepatan penyebaran tersebut juga membawa risiko ketika pengguna media sosial tidak terlebih dahulu memastikan kebenaran berita.
Ia menilai, pelajar harus memiliki sikap kritis dan tidak sekadar menjadi penerima informasi.
Setiap berita yang diterima perlu diperiksa sebelum dipercaya, apalagi disebarluaskan kepada orang lain.
“Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, karena apa yang kita bagikan dapat berdampak bagi diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga membagikan enam langkah pencegahan hoaks kepada para siswa.
Di antaranya mengenali karakteristik berita palsu, memastikan kredibilitas sumber, membandingkan informasi dari sejumlah media, serta mencermati keaslian foto dan video.
Pelajar juga diingatkan agar tidak terburu-buru meneruskan pesan yang belum terverifikasi.
Jika menemukan informasi palsu yang berpotensi menimbulkan keresahan, mereka diminta melaporkannya kepada pihak yang berwenang.
Menurut AKBP Arrizal, berita hoaks biasanya dikemas menggunakan judul provokatif, memancing kemarahan, atau menimbulkan ketakutan.
Informasi semacam itu sering kali tidak mencantumkan sumber yang dapat dipercaya dan justru mendorong pembaca untuk segera membagikannya.
Ia turut mengingatkan bahwa konten visual di media sosial tidak selalu sesuai dengan kejadian sebenarnya.
Foto lama bisa digunakan kembali dengan narasi berbeda, sedangkan potongan video dapat mengubah pemahaman seseorang terhadap suatu peristiwa.
Karena itu, siswa diminta memastikan waktu kejadian, lokasi, serta konteks informasi sebelum mengambil kesimpulan.
Kapolres menegaskan, penyebaran berita bohong yang memenuhi unsur tindak pidana dapat berujung pada konsekuensi hukum sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Jika menemukan informasi mencurigakan atau meresahkan, pelajar dapat berkonsultasi dengan guru, pihak sekolah, Bhabinkamtibmas, maupun menghubungi layanan kepolisian 110.
“Saring sebelum sharing, periksa sebelum menyebarkan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Demak, Gunawan Subiyantoro, menyambut positif kehadiran jajaran kepolisian melalui program Polisi Peduli Pendidikan.
Menurutnya, edukasi yang diberikan langsung oleh kepolisian menjadi tambahan pembelajaran bagi siswa, khususnya dalam membangun karakter, kedisiplinan, serta kesadaran menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar.
Gunawan berharap materi yang disampaikan Kapolres tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tetapi juga diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berinteraksi di dunia digital.
“Tentunya kegiatan ini sangat positif bagi kami. Dengan adanya Polisi Peduli Pendidikan, kami berharap informasi dan edukasi yang diberikan dapat menjadi panutan bagi siswa dalam membentuk karakter agar menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Gunawan.
Ia juga berharap program tersebut mampu menekan perilaku negatif di kalangan pelajar sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai dan bertanggung jawab.
Gunawan menginginkan kegiatan Polisi Peduli Pendidikan terus dilaksanakan secara rutin dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Demak.
“Harapan kami, program ini terus berkelanjutan, tidak hanya di sekolah kami, tetapi juga di sekolah-sekolah lainnya. Dengan demikian, generasi muda dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter baik,” pungkasnya. (lim)






