FX Sugiyanto Pimpin PMI Kota Semarang 2026-2031, Fokus Garap Isu Lansia dan Kesehatan Mental

Selasa, 3 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FX Sugiyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan usai terpilih sebagai Ketua PMI Kota Semarang

FX Sugiyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan usai terpilih sebagai Ketua PMI Kota Semarang

SEMARANG | Kabarjateng.id – Prof. Dr. FX Sugiyanto resmi terpilih sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang periode 2026-2031.

Ia dipercaya memimpin organisasi kemanusiaan itu melalui Musyawarah Kota (Muskot) XIII PMI Kota Semarang yang berlangsung di Gedung Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, Selasa (3/11/2026).

Sugiyanto menggantikan Dr. dr. Awal Prasetyo, M.Kes., Sp.THT-KL., M.M. (ARS), yang telah menyelesaikan masa kepemimpinannya.

Usai ditetapkan sebagai ketua, Sugiyanto mengaku memiliki keinginan untuk memimpin PMI karena ingin memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

“Saya ingin menjadi ketua karena ketua itu wewenangnya luas, jadi biar bisa lebih luas manfaatnya,” ungkapnya.

Meski demikian, ia memilih tidak mengumbar janji dalam mengemban amanah tersebut.

Sugiyanto menegaskan akan bekerja secara sungguh-sungguh dan berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi PMI Kota Semarang.

Dalam kepemimpinannya, sejumlah persoalan sosial menjadi perhatian yang ingin dikembangkan.

Di antaranya meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia atau aging population, persoalan kesehatan mental, serta peningkatan kualitas pelayanan darah.

Menurut Sugiyanto, persoalan lansia dan kesehatan mental merupakan tantangan nasional yang membutuhkan perhatian lebih serius.

Ia menilai PMI memiliki peluang untuk memperluas kiprah kemanusiaan, tidak hanya melalui pelayanan donor darah dan penanganan bencana.

“Saya konsen pada persoalan aging population, kemudian mental health. Saya melihat kedua hal ini merupakan isu nasional yang belum banyak ditangani secara serius oleh PMI. Mudah-mudahan ke depan kita bisa bekerja bersama pemerintah kota untuk memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga  Kasdam IV/Diponegoro Evaluasi Pembangunan KDKMP, Dorong Percepatan di Jawa Tengah

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Sugiyanto berencana membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas anak muda, pesantren, gereja, serta berbagai kelompok masyarakat.

Ia menilai generasi muda mempunyai potensi besar dalam menggerakkan kepedulian sosial.

Karena itu, keterlibatan mereka perlu diperluas agar aktivitas PMI tidak hanya berfokus pada penanganan kondisi darurat, tetapi juga menjawab persoalan kemanusiaan yang muncul di tengah masyarakat.

Salah satu pendekatan yang ingin dikembangkan adalah komunikasi melalui storytelling atau penyampaian cerita.

Cara tersebut dinilai lebih efektif untuk mendekatkan gerakan kemanusiaan dengan kehidupan generasi muda.

“Storytelling, generasi muda, dan pendekatan kategorial menjadi beberapa pilar yang ingin saya kembangkan. Kita perlu membangun komunikasi dengan cara yang lebih dekat dengan generasi muda,” jelasnya.

Meski telah menyiapkan sejumlah gagasan, Sugiyanto mengaku masih perlu mempelajari lebih jauh kondisi internal PMI Kota Semarang.

Pengalamannya lebih dari 40 tahun di dunia pendidikan menjadi bekal, tetapi ia menyadari pengelolaan organisasi kemanusiaan dan kebencanaan membutuhkan pemahaman serta pendekatan tersendiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Abdul Hakam, menilai PMI mempunyai posisi strategis dalam membantu pemerintah daerah, khususnya menghadapi persoalan kebencanaan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Kasus Dugaan Perusakan Rumah Irjen Sofyan Nugroho, Kejati Jateng Didesak Segera Tentukan Sikap

Menurutnya, tanggung jawab PMI tidak sebatas menyediakan kebutuhan darah melalui UDD.

Organisasi tersebut juga memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat, mitigasi, hingga penanganan ketika bencana terjadi.

“PMI punya peran yang sangat tinggi ketika masyarakat mengalami bencana, baik banjir, tanah longsor, kebakaran maupun kejadian lainnya. Karena itu, ada dua sisi yang harus berjalan bersama, yakni pelayanan darah dan kegiatan kemanusiaan di lapangan,” katanya.

Hakam menyebut PMI Kota Semarang memiliki dukungan sumber daya manusia dan sarana yang cukup memadai.

Potensi tersebut perlu diperkuat melalui koordinasi dengan Pemkot Semarang, terutama untuk meningkatkan kesiapsiagaan sebelum bencana berlangsung.

Di sisi lain, pelayanan darah juga menjadi kebutuhan penting mengingat Semarang merupakan salah satu pusat layanan kesehatan di Jawa Tengah.

Tercatat sekitar 40 rumah sakit beroperasi di Kota Semarang. Sebagian pasien yang mendapatkan perawatan merupakan warga dari luar daerah.

Bahkan, diperkirakan sekitar 40 persen pasien berasal dari luar Kota Semarang.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan darah tidak hanya berkaitan dengan masyarakat setempat, tetapi juga pasien rujukan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Baca Juga  Magelang Dibidik Jadi Sentra Susu Baru, Pemprov Jateng Siapkan Dukungan Kesehatan Ternak

Ketua PMI Kota Semarang periode sebelumnya, dr. Awal Prasetyo, berharap kepengurusan baru mampu mempertahankan sekaligus memperluas program kemanusiaan yang telah berjalan.

Ia mengingatkan bahwa tantangan kemanusiaan ke depan semakin kompleks, terutama akibat perubahan iklim yang berpotensi meningkatkan risiko bencana dan memperbesar kerentanan kelompok masyarakat tertentu.

Awal menjelaskan, PMI Kota Semarang sejak 2024 telah mengembangkan gerakan bertema Humanity for Green Life.

Program tersebut menjadi salah satu landasan untuk mendorong kegiatan kemanusiaan yang turut memperhatikan kelestarian lingkungan.

Memasuki 2026, perhatian organisasi juga diarahkan kepada kelompok rentan, khususnya warga lanjut usia dan penyandang disabilitas yang membutuhkan perlindungan lebih saat menghadapi bencana.

Ia berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan gerakan tersebut dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat.

“Harapan kami, ketua dan pengurus baru bisa meneruskan gerakan dinamis isu kemanusiaan di masyarakat Kota Semarang melalui aksi-aksi antisipatif. Jika sebelumnya kita menyuarakan Sound for Humanity, ke depan diharapkan bisa berkembang menjadi Resilience for Humanity, yakni ketangguhan untuk kemanusiaan,” tuturnya.

Awal juga menekankan perlunya pemetaan kawasan yang berpotensi terdampak perubahan iklim, termasuk wilayah dengan keterbatasan ruang terbuka hijau dan daerah yang memiliki risiko kebakaran.

 

Editor: Mualim

Berita Terkait

Kasus Dugaan Perusakan Rumah Irjen Sofyan Nugroho, Kejati Jateng Didesak Segera Tentukan Sikap
Investor Vietnam dan Tiongkok Lirik Jateng, Nilai Investasi Tembus Rp9,7 Triliun
Nawal Yasin Kenalkan Pandu Tangguh, Kader Posyandu Dilibatkan Kawal Akurasi Data Bansos
Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Tembus Rp25,49 Miliar, Agustina Siapkan Pencairan 2027
Empat Personel Polres Sukoharjo Dinonaktifkan, Propam Mabes Polri Periksa Penanganan Kasus Ponpes HQ
Skandal Kredit Mikro Bank Pelat Merah di Brebes, Dua Tersangka Ditahan atas Dugaan Korupsi Rp3,52 Miliar
Cegah Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba, Kejari Brebes Edukasi Siswa SMAN 1 Jatibarang
Polres Demak Gandeng Ulama Tangkal Hoaks dan Jaga Kerukunan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:02 WIB

Kasus Dugaan Perusakan Rumah Irjen Sofyan Nugroho, Kejati Jateng Didesak Segera Tentukan Sikap

Selasa, 3 November 2026 - 12:18 WIB

FX Sugiyanto Pimpin PMI Kota Semarang 2026-2031, Fokus Garap Isu Lansia dan Kesehatan Mental

Selasa, 3 November 2026 - 02:33 WIB

Investor Vietnam dan Tiongkok Lirik Jateng, Nilai Investasi Tembus Rp9,7 Triliun

Selasa, 3 November 2026 - 02:02 WIB

Nawal Yasin Kenalkan Pandu Tangguh, Kader Posyandu Dilibatkan Kawal Akurasi Data Bansos

Selasa, 3 November 2026 - 01:34 WIB

Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Tembus Rp25,49 Miliar, Agustina Siapkan Pencairan 2027

Senin, 2 November 2026 - 13:40 WIB

Skandal Kredit Mikro Bank Pelat Merah di Brebes, Dua Tersangka Ditahan atas Dugaan Korupsi Rp3,52 Miliar

Senin, 2 November 2026 - 12:44 WIB

Cegah Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba, Kejari Brebes Edukasi Siswa SMAN 1 Jatibarang

Senin, 2 November 2026 - 09:53 WIB

Polres Demak Gandeng Ulama Tangkal Hoaks dan Jaga Kerukunan Masyarakat

Berita Terbaru