Empat Personel Polres Sukoharjo Dinonaktifkan, Propam Mabes Polri Periksa Penanganan Kasus Ponpes HQ

Selasa, 3 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarjateng.id – Penanganan peristiwa di Pondok Pesantren (Ponpes) Hamalatul Qur’an (HQ), Kabupaten Sukoharjo, menjadi perhatian pimpinan Polri.

Sebagai tindak lanjut evaluasi, empat personel Polres Sukoharjo dinonaktifkan dari jabatannya dan kini menjalani pemeriksaan oleh Propam Mabes Polri.

Evaluasi tersebut dilakukan menyusul berbagai keluhan serta dampak yang dirasakan para santriwati dan pengasuh pondok pesantren.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya internal Polri untuk memastikan pelaksanaan tugas anggota di lapangan sesuai prosedur dan prinsip profesionalitas.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan, keputusan mengevaluasi empat personel merupakan kebijakan pimpinan Polri dalam merespons peristiwa yang terjadi di Sukoharjo.

Empat personel yang menjalani pemeriksaan tersebut masing-masing Kapolres Sukoharjo AKBP ADS, Kasat Reskrim IPTU AS, Kanit Pidum IPDA FA, dan Kanit PPA IPDA RAP.

Baca Juga  Suharsono: Reputasi Pemimpin Muda Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata

“Keempat personel tersebut saat ini menjalani proses pemeriksaan oleh Propam Mabes Polri,” kata Yuliyanto, Senin (2/11/2026) petang.

Menurutnya, langkah evaluasi menjadi bukti bahwa pelaksanaan tugas kepolisian tidak terlepas dari pengawasan.

Setiap keluhan dan masukan masyarakat harus menjadi perhatian untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.

Yuliyanto juga meminta masyarakat memberikan ruang kepada tim pemeriksa untuk bekerja secara objektif.

Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan apakah terdapat pelanggaran dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Ia menegaskan, Polri tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai. Setiap dugaan pelanggaran harus ditangani melalui mekanisme yang berlaku.

“Proses pemeriksaan harus berjalan objektif, transparan, dan sesuai mekanisme. Kami tidak ingin mendahului hasilnya. Namun, setiap anggota Polri wajib menjalankan kewenangan secara profesional, prosedural, dan proporsional,” tegasnya.

Baca Juga  Kapolda Jateng Ungkap Alasan Penggeledahan di Sukoharjo, 19 Perempuan dan Anak Dapat Pendampingan

Di tengah proses evaluasi tersebut, terjadi pula pergantian sejumlah pejabat di lingkungan kepolisian.

AKBP Andhika Dharma Sena, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat Kapolres Sukoharjo, dimutasikan sebagai Pamen Stamaops Polri.

Jabatan Kapolres Sukoharjo selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., yang sebelumnya menjabat Kapolres Boyolali.

Sementara itu, posisi Kapolres Boyolali kini diisi AKBP Christopher Adhikara Lebang, S.I.K., S.H., M.Si., yang sebelumnya bertugas sebagai Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jawa Tengah.

Lebih lanjut, Yuliyanto mengingatkan bahwa evaluasi terhadap anggota kepolisian tidak hanya menyangkut kedisiplinan dan administrasi kedinasan.

Kepekaan dalam berinteraksi dengan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak, juga harus menjadi perhatian.

Menurutnya, penegakan hukum harus tetap berjalan tegas berdasarkan aturan.

Namun, pendekatan humanis tidak boleh diabaikan, terutama ketika tindakan kepolisian berpotensi berdampak terhadap kondisi psikologis masyarakat.

Baca Juga  STIKes AR-RUM Salatiga Wisuda 25 Lulusan, Perkuat Mutu Pendidikan Kesehatan

“Penegakan hukum harus dilaksanakan sesuai ketentuan. Dalam setiap tahapannya, anggota juga perlu menghormati martabat masyarakat dan memperhatikan kondisi psikologis pihak-pihak yang terdampak,” ujarnya.

Polri berharap peristiwa di Ponpes Hamalatul Qur’an menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi jajaran kepolisian.

Perbaikan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Yuliyanto juga menyampaikan keprihatinan atas dampak yang dialami para santriwati dan pengasuh pondok pesantren.

Ia berharap pemeriksaan yang berlangsung dapat memberikan kejelasan mengenai pelaksanaan kegiatan di lapangan sekaligus menjadi langkah perbaikan institusi.

“Kami berharap seluruh proses dapat memberikan kejelasan secara objektif dan menjadi bahan evaluasi agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri tetap terjaga,” pungkasnya. (dkp)

Berita Terkait

FX Sugiyanto Pimpin PMI Kota Semarang 2026-2031, Fokus Garap Isu Lansia dan Kesehatan Mental
Investor Vietnam dan Tiongkok Lirik Jateng, Nilai Investasi Tembus Rp9,7 Triliun
Nawal Yasin Kenalkan Pandu Tangguh, Kader Posyandu Dilibatkan Kawal Akurasi Data Bansos
Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Tembus Rp25,49 Miliar, Agustina Siapkan Pencairan 2027
Skandal Kredit Mikro Bank Pelat Merah di Brebes, Dua Tersangka Ditahan atas Dugaan Korupsi Rp3,52 Miliar
Cegah Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba, Kejari Brebes Edukasi Siswa SMAN 1 Jatibarang
Polres Demak Gandeng Ulama Tangkal Hoaks dan Jaga Kerukunan Masyarakat
LDK Muhammadiyah Jateng Soroti Penggerebekan Ponpes Sukoharjo, Desak Evaluasi Aparat dan Pemulihan Trauma Santriwati

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:18 WIB

FX Sugiyanto Pimpin PMI Kota Semarang 2026-2031, Fokus Garap Isu Lansia dan Kesehatan Mental

Selasa, 3 November 2026 - 02:33 WIB

Investor Vietnam dan Tiongkok Lirik Jateng, Nilai Investasi Tembus Rp9,7 Triliun

Selasa, 3 November 2026 - 02:02 WIB

Nawal Yasin Kenalkan Pandu Tangguh, Kader Posyandu Dilibatkan Kawal Akurasi Data Bansos

Selasa, 3 November 2026 - 01:34 WIB

Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Tembus Rp25,49 Miliar, Agustina Siapkan Pencairan 2027

Selasa, 3 November 2026 - 01:20 WIB

Empat Personel Polres Sukoharjo Dinonaktifkan, Propam Mabes Polri Periksa Penanganan Kasus Ponpes HQ

Senin, 2 November 2026 - 12:44 WIB

Cegah Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba, Kejari Brebes Edukasi Siswa SMAN 1 Jatibarang

Senin, 2 November 2026 - 09:53 WIB

Polres Demak Gandeng Ulama Tangkal Hoaks dan Jaga Kerukunan Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 07:43 WIB

LDK Muhammadiyah Jateng Soroti Penggerebekan Ponpes Sukoharjo, Desak Evaluasi Aparat dan Pemulihan Trauma Santriwati

Berita Terbaru