Semarang Raya Tutup Porprov XVII Jateng 2026, Kedu Raya Jadi Tuan Rumah Berikutnya

Sabtu, 31 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL | Kabarjateng.id – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 resmi berakhir. Wilayah Kedu Raya kini mendapat giliran untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut pada 2030 mendatang.

Penutupan Porprov XVII dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Halaman Stadion Kebondalem, Kabupaten Kendal, Jumat (30/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin menyampaikan bahwa penyelenggaraan Porprov XVIII akan melibatkan lima daerah di kawasan Kedu Raya, yakni Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, dan Kebumen.

“Semoga kita ketemu lagi di 2030, Porprov ke-18 di Kedu Raya,” kata Taj Yasin.

Ia berharap Porprov tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan persaudaraan antarkontingen dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Baca Juga  Hujan Mulai Mengguyur Jateng, Ahmad Luthfi Kejar Target Produksi 11 Juta Ton Padi

Taj Yasin juga meminta para atlet terus meningkatkan kemampuan sebagai persiapan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk PON 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di balik berakhirnya pesta olahraga tersebut, terdapat duka mendalam atas meninggalnya dua atlet saat Porprov berlangsung.

Mereka adalah Syabila Rizkia Putri Raharja, atlet selam dari Kabupaten Jepara, dan Ayudiah Rivana Tridianidita, atlet pencak silat Kota Semarang.

Taj Yasin menyampaikan belasungkawa dan berharap kedua atlet mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Semoga beliau berdua mendapatkan ampunan dari Allah dan husnulkhatimah,” tuturnya.

Ia menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius dalam evaluasi penyelenggaraan Porprov berikutnya.

Keselamatan atlet harus menjadi prioritas, termasuk upaya mengurangi risiko cedera selama pertandingan.

Baca Juga  Dishub Kota Semarang Luncurkan SI PADU, Perkuat Pengawasan dan Transparansi Parkir

“Ke depannya harus ada evaluasi, kita minimalisir cedera pada atlet. Itu yang paling utama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, meminta daerah yang akan menjadi tuan rumah Porprov XVIII mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan sejak dini.

Menurutnya, kesiapan fasilitas pertandingan menjadi salah satu aspek penting.

Hal itu berkaca pada penyelenggaraan Porprov XVII yang masih menghadapi keterbatasan venue untuk sejumlah cabang olahraga.

Bahkan, terdapat tiga cabang olahraga yang belum dapat dipertandingkan di wilayah tuan rumah karena tidak tersedianya fasilitas pendukung.

“Pengalaman menunjukkan bahwa masih ada tiga cabang olahraga yang oleh tuan rumah tidak tersedia venue-nya,” jelas Sujarwanto.

Porprov XVII Jateng 2026 diikuti 7.999 atlet, 1.910 ofisial, dan 3.571 perangkat pertandingan dari 35 kabupaten/kota.

Baca Juga  Football Santri 2026, Gus Yasin Dorong Pemain Berbakat Pesantren Naik Kelas

Sebanyak 58 cabang olahraga dengan 810 nomor pertandingan turut memeriahkan kompetisi tersebut.

Kota Semarang berhasil mengukuhkan diri sebagai juara umum dengan koleksi 177 medali emas, 115 perak, dan 118 perunggu.

Posisi lima besar klasemen akhir selanjutnya ditempati Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Banyumas.

Meski demikian, Sujarwanto menilai prestasi Porprov tidak hanya menjadi milik daerah yang berada di jajaran teratas klasemen.

Kontingen dari berbagai kabupaten/kota juga menunjukkan kemampuan dengan menyumbangkan medali.

“Bukan berarti yang lain tidak berprestasi. Karena medali emas dan perolehan medali hampir merata di seluruh kontingen kabupaten dan kota,” pungkasnya. (dkp)

Berita Terkait

LPAI Soroti Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo, Polisi Diminta Utamakan Perlindungan Anak
PPP Kota Semarang Bidik Kebangkitan 2029, dr. Hayyi Minta Kader Perkuat Barisan
PPP Kota Semarang Perkuat Kaderisasi, Suyono Minta Hasil Pemilu 2024 Jadi Evaluasi
Berawal dari Majelis Taklim, Dekan FAI Unwahas Kembangkan Pesantren Mahasiswa Al-Fadhilah
Hujan Mulai Mengguyur Jateng, Ahmad Luthfi Kejar Target Produksi 11 Juta Ton Padi
Buntut Penggeledahan Dua Lokasi di Sukoharjo dan Karanganyar, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Dapat Pendampingan
Bus PO Tunggal Dara Terbakar di Tol Bawen-Ungaran, Seluruh Penumpang Selamat
Kapolda Jateng Ungkap Alasan Penggeledahan di Sukoharjo, 19 Perempuan dan Anak Dapat Pendampingan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:54 WIB

LPAI Soroti Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo, Polisi Diminta Utamakan Perlindungan Anak

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:48 WIB

PPP Kota Semarang Bidik Kebangkitan 2029, dr. Hayyi Minta Kader Perkuat Barisan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:23 WIB

PPP Kota Semarang Perkuat Kaderisasi, Suyono Minta Hasil Pemilu 2024 Jadi Evaluasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Semarang Raya Tutup Porprov XVII Jateng 2026, Kedu Raya Jadi Tuan Rumah Berikutnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Hujan Mulai Mengguyur Jateng, Ahmad Luthfi Kejar Target Produksi 11 Juta Ton Padi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Buntut Penggeledahan Dua Lokasi di Sukoharjo dan Karanganyar, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Dapat Pendampingan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:55 WIB

Bus PO Tunggal Dara Terbakar di Tol Bawen-Ungaran, Seluruh Penumpang Selamat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Kapolda Jateng Ungkap Alasan Penggeledahan di Sukoharjo, 19 Perempuan dan Anak Dapat Pendampingan

Berita Terbaru