SEMARANG | Kabarjateng.id – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai memperkuat konsolidasi organisasi di Kota Semarang.
Perekrutan kader hingga tingkat kecamatan dan kelurahan menjadi salah satu langkah untuk mengembalikan kejayaan partai berlambang Ka’bah tersebut.
Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Suyono, menyambut positif langkah DPC PPP Kota Semarang yang mulai aktif memperluas basis kader di bawah kepemimpinan dr. Muhammad Hayyi Wildani.
Hal itu disampaikan Suyono saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PPP Kota Semarang di Astina Ballroom Hotel Grasia, Semarang, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, penguatan struktur organisasi dan penambahan kader harus menjadi prioritas apabila PPP ingin kembali memperoleh kepercayaan masyarakat.
“Saya berterima kasih karena Ketua DPC sudah menjalankan apa yang saya harapkan. Harus ada terobosan baru agar PPP Kota Semarang bisa mendapatkan satu kursi di setiap daerah pemilihan,” ungkap Suyono.
Ia menilai target enam kursi DPRD Kota Semarang bukan pekerjaan ringan.
Persaingan politik semakin ketat, terlebih banyak partai baru yang mampu menarik perhatian kalangan muda.
Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat kader PPP kehilangan semangat.
Sebaliknya, seluruh jajaran partai harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Memang tidak mudah, tetapi keadaan harus dilawan. Kalau tidak mengikuti perkembangan dan pola kerja partai-partai di era modern, kita bisa semakin tertinggal,” tegasnya.
Dorong Regenerasi Kader Muda
Suyono juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam kepengurusan dan aktivitas politik PPP.
Menurut Wakil Bupati Batang tersebut, kehadiran anak muda dapat menjadi tambahan kekuatan sekaligus mempercepat gerak organisasi dalam menghadapi dinamika politik.
Ia berharap kader senior memberikan kesempatan kepada generasi baru untuk ikut mengambil peran dalam membesarkan partai.
“Tujuannya menghadirkan energi baru agar gerakan partai semakin cepat. Kader senior juga harus bisa menerima perkembangan dunia yang berubah begitu pesat,” katanya.
Ia menegaskan, regenerasi bukan berarti mengesampingkan kader lama.
Pengalaman para senior tetap dibutuhkan, sementara generasi muda harus diberi ruang untuk berkontribusi.
“Senior tidak kita tinggalkan, tetapi yang muda juga harus diberi kesempatan agar bisa berguna,” tandasnya.
Terkait pembagian posisi dalam kepengurusan, Suyono menyebut tidak ada perubahan porsi bagi kader yang telah memiliki jabatan di pemerintahan maupun legislatif.
Ia mengingatkan agar perbedaan posisi tidak menimbulkan persaingan internal.
Seluruh elemen partai justru harus membangun kerja sama untuk memperbesar perolehan suara PPP.
Perluas Basis dan Jumlah Kader
Dalam upaya meningkatkan kekuatan politik, Suyono meminta PPP tidak hanya berfokus pada kualitas pengurus, tetapi juga memperbesar jumlah kader dan pendukung.
Menurutnya, kekuatan kuantitas menjadi faktor penting untuk mendongkrak suara partai sekaligus memperbesar peluang memperoleh kursi legislatif.
“PPP membutuhkan kuantitas. Kualitas pengurus tentu harus baik, tetapi jumlah kader juga penting karena target kita adalah mendapatkan kursi sebanyak mungkin,” jelasnya.
Ia juga meminta pengurus memperluas segmentasi masyarakat yang menjadi sasaran perekrutan.
PPP, menurutnya, tidak boleh hanya terpaku pada kelompok santri atau kalangan religius.
Semua lapisan masyarakat harus dirangkul tanpa membedakan latar belakang.
“Yang berhijab maupun tidak, santri atau bukan, bahkan masyarakat dari berbagai lingkungan harus kita rangkul. Semua memiliki kesempatan untuk bersama PPP,” tegasnya.
Pemilu 2024 Jadi Bahan Evaluasi
Menyinggung hasil Pemilu Legislatif 2024 di Kota Semarang, Suyono mengingatkan adanya persoalan yang perlu segera dibenahi.
Ia menyoroti perolehan suara calon legislatif yang dinilai cukup baik, tetapi belum sejalan dengan kekuatan suara partai.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Suyono menekankan tiga langkah utama, yakni memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan komunikasi langsung dengan masyarakat, serta menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi warga.
Menurutnya, pengurus tidak cukup hanya membangun komunikasi menjelang pemilu.
Mereka harus rutin turun ke tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi sekaligus mengetahui kebutuhan nyata warga.
Selain itu, ia meminta seluruh kader mengubah pola perjuangan politik yang terlalu berorientasi pada kepentingan individu.
Pengalaman Pemilu 2024 harus menjadi pengingat bahwa kekuatan partai perlu dibangun secara bersama-sama, bukan hanya mengandalkan popularitas masing-masing calon legislatif.
“Ini harus menjadi evaluasi bersama. Perjuangan kita jangan hanya mengarah kepada individu, tetapi bagaimana membesarkan partai,” ujarnya.
Suyono pun meminta kader PPP lebih konsisten memperkenalkan identitas partai kepada masyarakat, termasuk mengampanyekan lambang Ka’bah sebagai simbol yang harus dikenal pemilih.
Ia berharap sosialisasi tersebut dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat tidak hanya mengenal calon legislatif, tetapi juga memberikan dukungan kepada PPP saat pemungutan suara.
“Terus sosialisasikan gambar Ka’bah kepada masyarakat. Urusan calon mencari suara tentu memiliki cara masing-masing, tetapi kader harus benar-benar mengajak masyarakat memilih PPP,” pungkasnya. (lim)






