Berawal dari Majelis Taklim, Dekan FAI Unwahas Kembangkan Pesantren Mahasiswa Al-Fadhilah

Sabtu, 31 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarjateng.id – Perjalanan Pesantren Mahasiswa Al-Fadhilah di Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, tidak terlepas dari aktivitas dakwah dan pembinaan keagamaan mahasiswa.

Berawal dari majelis taklim sederhana, kegiatan tersebut berkembang hingga menjadi sebuah pesantren yang kini memasuki usia empat tahun.

Sosok di balik perkembangan tersebut adalah Dr. KH. Iman Fadhilah, SHI, MSI, Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas).

Ia merintis pembinaan keagamaan melalui Majelis Taklim Al-Fadhilah yang awalnya diikuti mahasiswa, sebelum melibatkan masyarakat sekitar.

Hal itu disampaikan Iman Fadhilah seusai mengikuti Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-4 Pesantren Mahasiswa Al-Fadhilah, Jumat (30/10/2026) malam.

Ia mengungkapkan, perjalanan pesantren tersebut merupakan hasil dari proses panjang dalam membangun kepercayaan serta dukungan masyarakat.

Sementara itu, Majelis Taklim Al-Fadhilah kini telah berusia delapan tahun.

“Awalnya kegiatan ini hanya majelis taklim mahasiswa. Seiring berjalannya waktu, masyarakat sekitar ikut bergabung hingga akhirnya berkembang menjadi pesantren. Alhamdulillah, sekarang pesantren memasuki usia empat tahun dan majelis taklim sudah delapan tahun,” ungkapnya.

Baca Juga  Pangdam IV/Diponegoro Ikuti Evaluasi KDKMP dan Bahas Rekrutmen Prajurit TNI AD 2027

Mantan Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah itu menjelaskan, sejak awal kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman Islam yang ramah, moderat, dan berakar pada tradisi keislaman Nusantara.

Nilai-nilai Ahlussunah Waljamaah (Aswaja) ala Nahdlatul Ulama (NU) menjadi landasan dalam membangun pola dakwah yang mengedepankan keteladanan, toleransi, serta penghormatan terhadap perbedaan.

Iman mengatakan, pemikiran KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi salah satu inspirasi dalam mengembangkan pendidikan keagamaan di lingkungan mahasiswa.

“Sejak awal kami ingin memperkuat pemikiran Gus Dur, terutama dalam mengajarkan toleransi. Dalam berdakwah, umat Islam harus mengedepankan keteladanan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memahami sejarah perkembangan Islam secara utuh.

Baca Juga  Hybrid Seawall Demak Capai 900 Meter, Warga Berharap Tambak Kembali Produktif

Menurutnya, penyebaran Islam tidak bisa hanya dilihat dari catatan peperangan, tetapi harus dipahami berdasarkan latar belakang, kronologi, dan nilai yang terkandung di dalamnya.

“Memang ada sejarah peperangan pada masa Nabi Muhammad SAW. Namun, bukan berarti Islam berkembang semata-mata karena kekuatan militer. Mahasiswa perlu memahami sejarah secara menyeluruh, mulai dari kronologi hingga maknanya,” tegasnya.

Selain membangun majelis taklim, menantu almarhum KH Syaikhun, Pengasuh Pesantren Taqwal Ilah, tersebut juga pernah mengembangkan ruang diskusi mahasiswa yang kemudian tumbuh menjadi Rumah Pergerakan Al-Fadhilah.

Forum itu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, berdiskusi, serta mengembangkan pemikiran kritis. Kegiatan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan gerakan Gusdurian.

Dalam kesempatan itu, Iman turut mengajak para santri untuk menjadikan perjuangan dan keteladanan ulama sebagai inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Sebagai kader NU yang mengawali perjalanan organisasinya melalui Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), ia mengaku telah melewati berbagai dinamika organisasi maupun politik.

Baca Juga  Pertumbuhan Ekonomi Jateng 5,80 Persen, Tantangan Penyerapan Tenaga Kerja Masih Membayangi

Menurutnya, ulama tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga berkontribusi besar terhadap perjuangan bangsa.

Ia mencontohkan KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU, yang dikenal sebagai ulama sekaligus tokoh nasionalis.

Selain itu, KH Abdul Wahab Hasbullah juga memiliki peran penting dalam perjuangan ulama Indonesia melalui Komite Hijaz untuk menyampaikan aspirasi kalangan Ahlussunah wal Jamaah.

Iman menilai, tantangan dakwah pada era digital justru semakin terbuka.

Karena itu, santri dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkannya untuk menyebarkan pesan-pesan keislaman yang menyejukkan.

“Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, santri tidak boleh hanya menjadi penonton. Santri harus berani tampil di tengah masyarakat dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana berdakwah,” pungkasnya. (arh)

Berita Terkait

PPP Kota Semarang Bidik Kebangkitan 2029, dr. Hayyi Minta Kader Perkuat Barisan
PPP Kota Semarang Perkuat Kaderisasi, Suyono Minta Hasil Pemilu 2024 Jadi Evaluasi
Semarang Raya Tutup Porprov XVII Jateng 2026, Kedu Raya Jadi Tuan Rumah Berikutnya
Hujan Mulai Mengguyur Jateng, Ahmad Luthfi Kejar Target Produksi 11 Juta Ton Padi
Buntut Penggeledahan Dua Lokasi di Sukoharjo dan Karanganyar, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Dapat Pendampingan
Bus PO Tunggal Dara Terbakar di Tol Bawen-Ungaran, Seluruh Penumpang Selamat
Kapolda Jateng Ungkap Alasan Penggeledahan di Sukoharjo, 19 Perempuan dan Anak Dapat Pendampingan
Polres Semarang Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Tanam Pohon di Alun-Alun Ungaran Timur

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:48 WIB

PPP Kota Semarang Bidik Kebangkitan 2029, dr. Hayyi Minta Kader Perkuat Barisan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:23 WIB

PPP Kota Semarang Perkuat Kaderisasi, Suyono Minta Hasil Pemilu 2024 Jadi Evaluasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Semarang Raya Tutup Porprov XVII Jateng 2026, Kedu Raya Jadi Tuan Rumah Berikutnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Berawal dari Majelis Taklim, Dekan FAI Unwahas Kembangkan Pesantren Mahasiswa Al-Fadhilah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Hujan Mulai Mengguyur Jateng, Ahmad Luthfi Kejar Target Produksi 11 Juta Ton Padi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:55 WIB

Bus PO Tunggal Dara Terbakar di Tol Bawen-Ungaran, Seluruh Penumpang Selamat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Kapolda Jateng Ungkap Alasan Penggeledahan di Sukoharjo, 19 Perempuan dan Anak Dapat Pendampingan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Polres Semarang Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Tanam Pohon di Alun-Alun Ungaran Timur

Berita Terbaru