Football Santri 2026, Gus Yasin Dorong Pemain Berbakat Pesantren Naik Kelas

Jumat, 23 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL | Kabarjateng.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong agar kompetisi Football Santri 2026 menjadi pintu bagi para santri berbakat untuk meniti karier sepak bola ke level yang lebih tinggi.

Menurutnya, pemain potensial dari lingkungan pondok pesantren perlu mendapatkan kesempatan pembinaan lanjutan agar kemampuan mereka semakin berkembang.

Hal tersebut disampaikan Gus Yasin saat menyaksikan laga final Football Santri 2026 yang mempertemukan Pondok Pesantren (PP) Darul Amanah Kendal melawan PP Walisongo Sragen di Kabupaten Kendal, Kamis (22/10/2026).

Turnamen yang diinisiasi Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah itu menjadi salah satu agenda dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Suasana pertandingan berlangsung semarak. Para pendukung dari kedua pesantren memberikan dukungan melalui yel-yel untuk membakar semangat pemain sepanjang laga.

Dalam pertandingan penentuan tersebut, PP Darul Amanah Kendal berhasil mengamankan gelar juara setelah menundukkan PP Walisongo Sragen dengan skor 2-1.

Baca Juga  HSN 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program untuk Santri, Beasiswa hingga Pesantren Bebas Kekerasan

Sebagai juara pertama, PP Darul Amanah memperoleh hadiah Rp15 juta.

Sementara itu, PP Walisongo yang menempati posisi kedua menerima Rp8 juta.

Adapun peringkat ketiga diraih bersama oleh PP Darul Ulum Batang dan PP Syubbanul Wathon Magelang, masing-masing mendapatkan Rp5 juta.

Gus Yasin menilai pertandingan final memperlihatkan potensi yang menjanjikan dari para pemain santri.

Ia secara khusus menyoroti kekompakan dan kemampuan bekerja sama yang ditunjukkan kedua kesebelasan.

“Pertandingan bagus tadi, mulai dari kerja tim. Yang paling menarik itu kerja tim. Satu tim benar-benar bisa kita lihat kekompakannya,” ujarnya seusai menyaksikan pertandingan.

Ia berharap penyelenggara dapat mengidentifikasi pemain-pemain terbaik untuk selanjutnya memperoleh akses pembinaan yang lebih terarah.

Pemain terpilih dari Jawa Tengah, lanjutnya, diharapkan bisa melanjutkan pendidikan dan pengembangan kemampuan sepak bola melalui program pada jenjang berikutnya.

“Insyaallah nanti akan dipilih pemain-pemain terbaik dari Jawa Tengah untuk bisa kita sekolahkan di tingkat lanjutan, sesuai dengan apa yang diharapkan Gus Rozin,” katanya.

Baca Juga  Diduga Endorse Judi Online di Instagram, Perempuan di Wonosobo Diamankan Polda Jateng

Gus Yasin menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional.

Ia juga berharap komunikasi antara pemerintah dan penyelenggara dapat dibangun lebih awal untuk meningkatkan kualitas kegiatan pada tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, kegiatan santri seharusnya tidak berhenti pada kemeriahan perayaan, tetapi juga mampu melahirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Bukan hanya memeriahkan Hari Santri saja, tetapi juga berdampak kepada masyarakat. Itu yang penting,” tegasnya.

Ketua PWNU Jawa Tengah yang juga Wakil Ketua Umum PBNU, KH Abdul Ghaffar Rozin, berharap Football Santri dapat berkembang menjadi kompetisi berskala nasional.

Ia ingin pesantren turut berkontribusi dalam melahirkan pesepak bola profesional yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

“Kami berharap dari pondok-pondok pesantren lahir pemain sepak bola tingkat nasional yang memiliki karakter pesantren. Sportif sekaligus sopan,” ujarnya.

Baca Juga  DPRD Kota Semarang Dukung Pembinaan Atlet Sejak Dini, Target Juara Umum Porprov 2026

Gus Rozin menilai semangat berkompetisi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter.

Para santri diharapkan mampu menunjukkan sikap sportif, menghormati lawan, serta menjaga kesantunan meskipun berada dalam pertandingan yang kompetitif.

Sementara itu, Ketua RMI PWNU Jawa Tengah Ahmad Fadlullah Turmudzi menyebut Football Santri 2026 sebagai penyelenggaraan perdana.

Ia mengapresiasi dukungan Pemprov Jateng, terutama Wakil Gubernur Taj Yasin, dalam menyukseskan kegiatan yang melibatkan pesantren tersebut.

“Ini kali pertama kita menyelenggarakan Football Santri, bahkan mungkin yang pertama di Indonesia. Dari sekian rangkaian kegiatan RMI PWNU Jawa Tengah, alhamdulillah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Gus Yasin selaku Wakil Gubernur Jawa Tengah, selalu memberikan dukungan,” tandasnya.

Melalui Football Santri, kompetisi sepak bola diharapkan menjadi ruang bagi para santri untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, dan membuka peluang berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. (dkp)

Berita Terkait

DPRD Kota Semarang Dukung Pembinaan Atlet Sejak Dini, Target Juara Umum Porprov 2026

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Football Santri 2026, Gus Yasin Dorong Pemain Berbakat Pesantren Naik Kelas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:14 WIB

DPRD Kota Semarang Dukung Pembinaan Atlet Sejak Dini, Target Juara Umum Porprov 2026

Berita Terbaru