BATANG | Kabarjateng.id – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sudaryanto menegaskan kesiapan TNI Angkatan Darat untuk menjaga stabilitas keamanan di Jawa Tengah.
Kondisi wilayah yang aman dan kondusif dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Sudaryanto saat menjadi narasumber dalam Forum Investasi Jawa Tengah yang diselenggarakan detikJateng di Nusantara Ballroom, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).
Forum bertajuk “Jawa Tengah Gerbang Investasi Indonesia: Sinergi Pemerintah, Investor, dan Kawasan Industri Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan” itu mempertemukan berbagai pihak untuk membahas peluang investasi sekaligus memperkuat kerja sama dalam pembangunan ekonomi Jawa Tengah.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan, serta Wakil Ketua II Tim Pelaksana Dewan KEK, Budi Santoso.
Unsur pemerintah, aparat keamanan, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha juga terlibat dalam forum tersebut.
Dalam pemaparannya, Pangdam menekankan bahwa kepastian keamanan memiliki peran strategis dalam menciptakan iklim usaha yang sehat.
Investor membutuhkan lingkungan yang stabil agar kegiatan produksi, pengembangan usaha, dan pembangunan kawasan industri dapat berjalan tanpa gangguan.
Untuk mendukung kondisi tersebut, Kodam IV/Diponegoro berkomitmen memperkuat koordinasi dengan Polda Jawa Tengah, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kerja sama lintas sektor diperlukan untuk mendeteksi dan menangani potensi gangguan keamanan yang berisiko menghambat aktivitas ekonomi.
Kodam IV/Diponegoro juga mengoptimalkan peran satuan teritorial di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Keberadaan unsur TNI AD, termasuk Batalyon Teritorial Pembangunan, menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi kewilayahan dan mendukung terciptanya situasi yang aman.
Menurut Pangdam, pemeliharaan keamanan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, bukan hanya mengandalkan satu institusi.
Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi modal penting untuk mengantisipasi kerawanan serta menjaga stabilitas di kawasan industri maupun lingkungan sekitarnya.
Stabilitas keamanan tersebut diharapkan berjalan seiring dengan agenda pemerintah dalam meningkatkan investasi dan memperluas pemerataan pembangunan.
Masuknya investasi berpotensi mendorong aktivitas ekonomi, membuka kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila didukung pengelolaan yang baik.
Forum Investasi Jawa Tengah 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan kepentingan pemerintah, aparat keamanan, investor, dan pengelola kawasan industri.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah sekaligus mengoptimalkan potensi industri Jawa Tengah di tengah persaingan investasi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dalam ajang detikJateng-detikJogja Awards 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh, kepala daerah, pemangku kepentingan, dan pelaku usaha yang dinilai berkontribusi terhadap kemajuan Jawa Tengah.
Melalui forum tersebut, Kodam IV/Diponegoro kembali menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan berbagai pihak dalam menjaga keamanan wilayah.
Kondisi yang stabil diharapkan dapat mendukung kelancaran investasi, memperkuat pertumbuhan ekonomi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Tengah. (lim)






