BOYOLALI | Kabarjateng.id – Semangat gotong royong warga Desa Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, terlihat dalam pelaksanaan program TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026.
Tak hanya kaum pria, sejumlah ibu rumah tangga juga ikut membantu Satgas TMMD mengerjakan pengecoran jalan demi mewujudkan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat, Sabtu (24/10/2026).
Tanpa ragu, para ibu turut mengangkut berbagai material yang dibutuhkan untuk pengecoran, mulai dari pasir, kerikil hingga air.
Keterlibatan mereka menjadi gambaran kuatnya kepedulian masyarakat terhadap pembangunan desa.
Bagi warga, pembangunan jalan tersebut menjadi harapan yang telah lama dinantikan.
Yuli (42), salah seorang warga Desa Wates, mengaku bersyukur karena jalan pertanian yang sebelumnya sempit kini diperlebar dan mulai diperkeras dengan cor beton.
Menurutnya, jalan tersebut nantinya tidak hanya mendukung aktivitas pertanian, tetapi juga menjadi jalur alternatif yang memudahkan warga menuju tempat kerja, sekolah, maupun pasar.
“Alhamdulillah, kami sangat senang dengan pembangunan jalan ini. Makanya, kami kaum ibu juga semangat membantu Pak Tentara mengecor jalan agar cepat selesai,” kata Yuli.
Partisipasi warga mendapat apresiasi dari anggota Satgas TMMD, Serma Purwito. Ia menilai keterlibatan kaum ibu menunjukkan bahwa pembangunan desa mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Menurut Purwito, kebersamaan antara TNI dan warga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran program pembangunan.
Semangat saling membantu juga mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus dijaga melalui kegiatan di tengah masyarakat.
“Bukan hanya bapak-bapak, kaum ibu juga turut membantu pengerjaan pengecoran jalan ini. Semangat dan kepedulian mereka patut diapresiasi. Inilah wujud kebersamaan TNI dan rakyat dalam membangun desa,” ujar Serma Purwito.
Melalui TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026, pembangunan infrastruktur di Desa Wates diharapkan mampu meningkatkan kemudahan akses warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Selain memperbaiki konektivitas antarwilayah, keberadaan jalan yang lebih memadai juga diharapkan dapat menunjang kegiatan ekonomi masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun desa. (dkp)






