SEMARANG | Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat desa.
Hingga akhir Oktober 2026, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 20,84 juta warga di wilayah tersebut.
Selain pemeriksaan kesehatan gratis, Pemprov Jateng mengoptimalkan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk mendekatkan pelayanan medis kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal di daerah pelosok.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mengetahui potensi penyakit sejak dini.
Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh penanganan lebih cepat sebelum kondisi kesehatannya memburuk.
Hal itu disampaikan Luthfi setelah mengikuti kegiatan Immunity Run & Walk dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, program CKG yang berjalan beriringan dengan Speling memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan dan konsultasi dokter spesialis tanpa harus selalu mendatangi rumah sakit.
Melalui Speling, tenaga medis diterjunkan langsung ke desa untuk memberikan pelayanan berbagai bidang kesehatan.
Di antaranya pemeriksaan tuberkulosis (TBC), kesehatan anak, kesehatan jiwa, serta penanganan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
“Dokter itu turun ke bawah dengan mengobati masyarakat di basis desa. Dengan begitu mereka mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Database kesehatan masyarakat di desa dihimpun oleh kabupaten/kota, kemudian ditarik ke provinsi,” jelas Luthfi.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan kesehatan dapat menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan tindak lanjut terhadap warga yang terindikasi memiliki penyakit tertentu.
Salah satu contohnya adalah temuan dugaan TBC. Petugas kesehatan dapat segera melakukan penelusuran terhadap orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien.
Selanjutnya, warga yang terindikasi terpapar diarahkan memperoleh pemeriksaan dan pengobatan melalui puskesmas dengan pengawasan dinas kesehatan setempat.
Berdasarkan data Pemprov Jateng, pelaksanaan CKG telah menjangkau seluruh 883 puskesmas di Jawa Tengah.
Tingkat capaiannya tercatat 54,19 persen atau melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 46 persen.
Sementara program Speling hingga 2 November 2026 telah dilaksanakan sebanyak 1.857 kali.
Pelayanan tersebut menjangkau 1.603 desa dan kelurahan dengan jumlah penerima manfaat mencapai 133.132 orang.
Penguatan layanan kesehatan berbasis desa juga dinilai berkontribusi terhadap perbaikan indikator kesehatan masyarakat, termasuk penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, mengungkapkan angka kematian ibu dan bayi mengalami penurunan hampir 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menilai, pemeriksaan sejak dini melalui kolaborasi CKG dan Speling menjadi salah satu faktor penting dalam mengidentifikasi kehamilan berisiko.
Dengan mengetahui kondisi tersebut lebih awal, tenaga kesehatan dapat segera melakukan langkah pencegahan dan penanganan.
“Ini berkat adanya program CKG yang kita kaitkan dengan Speling, sehingga deteksi dini penyakit-penyakit yang berisiko menyebabkan kematian pada ibu hamil itu bisa diketahui lebih awal dan bisa dicegah,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemprov Jateng juga mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas fisik secara rutin.
Kampanye tersebut salah satunya diwujudkan melalui Immunity Run & Walk yang menghadirkan dua kategori, yakni lari sejauh 6,2 kilometer dan jalan sehat sepanjang 3 kilometer.
Ahmad Luthfi menegaskan, menjaga kesehatan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari, bukan hanya ketika seseorang sudah terserang penyakit.
Olahraga dan pola hidup aktif perlu menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
“Fun run ini merupakan untuk menjaga masyarakat sehat. Jadi sekarang ini sudah menjadi lifestyle, gaya hidup kita tentang sehat, yaitu dengan lari, dengan bergembira. Akhirnya mencegah daripada penyakit itu lebih bagus daripada mengobati,” ungkapnya.
Dalam peringatan HKN ke-62, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah turut menggelar sejumlah kegiatan pelayanan dan edukasi kesehatan dengan melibatkan berbagai sektor.
Masyarakat dapat mengakses sejumlah layanan, mulai dari pemeriksaan penyakit dalam, deteksi dini kanker hati dan hepatitis, pemeriksaan kesehatan paru-paru dan mata, hingga edukasi pertolongan pertama pada kondisi darurat.
Zulfachmi berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara rutin.
“Kita ada kegiatan yang melibatkan lintas sektor. Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara hidup sehat, sesuai dengan tema HKN pada tahun ini, yaitu Sehat untuk Semua,” katanya. (dkp)






