Pemprov Jateng Salurkan Bantuan KUBE di Sragen, Peternakan Komunal Didorong Jadi Sumber Energi Alternatif

Kamis, 5 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SRAGEN | Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui Desa Dampingan.

Salah satunya dengan menyalurkan bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk mendorong kemandirian ekonomi warga Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menilai pengembangan peternakan kambing secara komunal di desa tersebut memiliki potensi besar.

Selain memberikan nilai ekonomi, pengelolaan ternak bersama juga dapat menghasilkan energi alternatif berupa biogas serta pupuk organik untuk pertanian.

Hal itu disampaikan Taj Yasin saat menyerahkan bantuan program Desa Dampingan 2026 dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Desa Gemantar, Kamis (5/11/2026).

Ia hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Menurut Taj Yasin, sistem peternakan komunal menjadi model pemberdayaan yang perlu dikembangkan karena memungkinkan limbah ternak dimanfaatkan secara maksimal.

“Pengelolaan KUBE secara bersama-sama seperti di Desa Gemantar ini menarik untuk dikembangkan. Kotoran ternak bisa diolah menjadi biogas maupun kompos sehingga manfaatnya tidak hanya dari hasil ternak, tetapi juga dari pengolahan limbahnya,” ungkapnya.

Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ikut melakukan kajian serta pendampingan.

Baca Juga  Pemprov Jateng Sasar Komunitas Ojol, Perluas Akses Pendaftaran Bansos Digital 2027

Jika potensinya memungkinkan, biogas dari peternakan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga, bahkan dikembangkan untuk mendukung pasokan listrik.

Taj Yasin mencontohkan keberhasilan pemanfaatan biogas dari limbah industri tahu di Kabupaten Magelang yang mampu mencukupi kebutuhan energi lebih dari 100 kepala keluarga.

Selain pemberdayaan ekonomi, perhatian Pemprov Jateng juga diarahkan pada peningkatan kesehatan masyarakat.

Taj Yasin mengingatkan bahwa persoalan stunting dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil di Desa Gemantar membutuhkan penanganan serius.

Ia meminta pendampingan terhadap keluarga yang memiliki balita dilakukan secara nyata dan berkelanjutan.

Edukasi mengenai makanan bergizi harus disertai pemantauan untuk memastikan asupan tersebut benar-benar dikonsumsi anak.

Menurutnya, kesulitan makan pada anak perlu ditelusuri penyebabnya agar intervensi yang diberikan tidak berhenti sebatas penyediaan makanan tambahan.

“Jangan hanya memberikan edukasi tentang makanan bergizi. Ketika anak sulit makan, harus dicari penyebabnya. Pastikan makanan yang disiapkan benar-benar dikonsumsi sehingga pendampingan memberikan hasil,” tegasnya.

Upaya pencegahan stunting, lanjut dia, harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia pertumbuhan.

Pemenuhan gizi dan pola pengasuhan yang tepat menjadi faktor penting untuk menjaga tumbuh kembang anak.

Taj Yasin juga menyoroti persoalan pendidikan, pernikahan usia anak, serta kebiasaan merokok di kalangan pelajar.

Baca Juga  160 Atlet Ramaikan Kendal Downhill 2026, Pemkab Bidik Potensi Wisata Olahraga

Ia meminta masyarakat dan pemerintah desa memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan tersebut karena berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan keluarga.

Ia berharap seluruh OPD yang terlibat dalam program Desa Dampingan tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan setiap program memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab menjelaskan, program Desa Dampingan menjadi salah satu strategi pemerintah provinsi dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.

Program tersebut menjangkau 61 desa di 16 kabupaten dengan melibatkan 48 OPD di lingkungan Pemprov Jateng.

Khusus Desa Gemantar, terdapat 19 jenis intervensi yang telah dilaksanakan maupun masih berlangsung.

Program tersebut meliputi bantuan pangan, penanganan balita stunting, pendampingan ibu hamil, pemeriksaan kesehatan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pemasangan listrik, pengembangan usaha kelompok hingga perbaikan infrastruktur desa.

Di sektor kesehatan, pemerintah memberikan makanan tambahan kepada 59 balita stunting selama tiga bulan.

Selain itu, dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian 13 kacamata untuk anak sekolah, serta pemeriksaan kualitas air bersih.

Baca Juga  Tragis! Nenek 97 Tahun Tewas Terjatuh ke Sumur di Semarang Barat

Untuk mendukung perekonomian warga, dua kelompok KUBE memperoleh bantuan modal masing-masing Rp20 juta.

Pemerintah juga mengalokasikan bantuan perbaikan enam unit RTLH dengan nilai masing-masing Rp16 juta, pemasangan sambungan listrik bagi tujuh warga, serta bantuan permodalan bagi pelaku UMKM.

“Kami berharap berbagai program ini mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, memperkuat kemandirian ekonomi, dan mempercepat pengurangan angka kemiskinan di Desa Gemantar,” kata Zulfachmi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen Hargiyanto turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jateng.

Menurutnya, berbagai bantuan melalui program Desa Dampingan memberikan manfaat penting bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Gemantar juga mendeklarasikan Desa Siaga Tuberkulosis (TB).

Deklarasi yang dilakukan kepala desa itu menjadi bentuk komitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan penanganan penyakit tuberkulosis.

Usai kegiatan penyerahan bantuan, Taj Yasin meninjau langsung kelompok peternak kambing yang menjalankan usaha secara komunal.

Ia juga mengunjungi salah satu rumah warga penerima bantuan program RTLH.

Suasana haru terlihat saat bertemu Fitriana, salah seorang penerima bantuan yang baru saja melahirkan anak keempatnya. Ia mengungkapkan rasa bahagia sekaligus terharu atas bantuan yang diterima. (dkp)

Berita Terkait

160 Atlet Ramaikan Kendal Downhill 2026, Pemkab Bidik Potensi Wisata Olahraga
Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat, Tekankan Profesionalisme dan Zero Pelanggaran
Delapan Orang Diamankan Polisi dalam Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi di Undaan Kudus
Kodim 0733/Kota Semarang Berganti Komandan, Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto Gantikan Kolonel Inf Priyo Handoyo
Kodim Banyumas Tuntaskan Pembangunan Jalan, Ratusan Rumah Warga Jadi Sasaran Perbaikan
Kodim 0709/Kebumen Genjot Pembangunan Infrastruktur dan Bedah Rumah Warga
Sekda Jateng Ajak Warga Bayar Pajak, Ada Cashback Rp50 Ribu Setiap Hari
Taj Yasin Dorong JMQH Perluas Pendampingan Hafizah agar Hafalan Al-Qur’an Tetap Terjaga

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 12:57 WIB

160 Atlet Ramaikan Kendal Downhill 2026, Pemkab Bidik Potensi Wisata Olahraga

Minggu, 8 November 2026 - 12:36 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat, Tekankan Profesionalisme dan Zero Pelanggaran

Minggu, 8 November 2026 - 12:11 WIB

Delapan Orang Diamankan Polisi dalam Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi di Undaan Kudus

Minggu, 8 November 2026 - 11:31 WIB

Kodim 0733/Kota Semarang Berganti Komandan, Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto Gantikan Kolonel Inf Priyo Handoyo

Minggu, 8 November 2026 - 10:08 WIB

Kodim Banyumas Tuntaskan Pembangunan Jalan, Ratusan Rumah Warga Jadi Sasaran Perbaikan

Minggu, 8 November 2026 - 09:51 WIB

Sekda Jateng Ajak Warga Bayar Pajak, Ada Cashback Rp50 Ribu Setiap Hari

Minggu, 8 November 2026 - 09:37 WIB

Taj Yasin Dorong JMQH Perluas Pendampingan Hafizah agar Hafalan Al-Qur’an Tetap Terjaga

Minggu, 8 November 2026 - 01:29 WIB

Taj Yasin Dorong Penguatan Ekosistem Halal, Pariwisata Ramah Muslim Jateng Jadi Prioritas

Berita Terbaru