TANGERANG | Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong masyarakat agar lebih taat membayar pajak kendaraan bermotor.
Selain menjadi sumber pendapatan daerah, pajak yang dibayarkan warga menjadi salah satu penopang pembiayaan berbagai program pembangunan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, menyebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) memiliki peran strategis karena memberikan keleluasaan bagi pemerintah dalam menentukan arah penggunaan anggaran sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, berbeda dengan dana dari pemerintah pusat yang sebagian besar telah memiliki alokasi khusus, pendapatan daerah dapat digunakan lebih fleksibel untuk mendukung prioritas pembangunan.
“Kalau pendapatan dari APBN itu sudah di-marking semua, jadi kami agak tidak punya keleluasaan untuk memenuhi tuntutan masyarakat terkait dengan kondisi yang dibutuhkan masyarakat di lapangan,” ungkap Sumarno.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Half Marathon PLN Electric Run 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Minggu (8/11/2026).
Ia menambahkan, semakin kuat penerimaan PAD, semakin besar pula kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan program yang dibutuhkan masyarakat.
“PAD itulah yang memang bisa kita alokasikan lebih leluasa sesuai dengan program dan sesuai dengan harapan dari masyarakat,” jelasnya.
Sebagai bentuk dorongan kepada wajib pajak, Pemprov Jateng melalui Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) terus meningkatkan kemudahan pelayanan pembayaran pajak kendaraan.
Berbagai kebijakan insentif juga diberikan. Salah satunya diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang sudah diterapkan sejak Februari 2026.
Tak hanya itu, Pemprov Jateng kini menghadirkan program cashback sebesar Rp50.000 setiap hari bagi lima wajib pajak terpilih di masing-masing Samsat Induk kabupaten/kota.
Program tersebut berlaku selama 5 November hingga 31 Desember 2026.
Kesempatan mendapatkan cashback terbuka bagi masyarakat yang membayar PKB, baik sebelum tanggal jatuh tempo maupun tepat waktu.
Sumarno berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa membayar pajak merupakan bentuk partisipasi nyata dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia pun mengajak warga memanfaatkan kesempatan memperoleh cashback sekaligus menginformasikan program tersebut kepada keluarga, teman, dan masyarakat lainnya.
“Kami juga minta tolong disampaikan kepada saudara-saudara, teman-temannya untuk bisa memanfaatkan program ini. Matur nuwun masyarakat Jawa Tengah. Inilah yang akan kita gunakan untuk pembangunan di Jawa Tengah,” tuturnya. (dkp)






