SEMARANG, Kabarjateng.id – Polrestabes Semarang mengerahkan Tim Satgas Bencana Bhayangkara untuk menangani dampak banjir akibat luapan Sungai Babon.
Akibatnya, banjir merendam permukiman warga di Kelurahan Rowosari dan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Senin (16/2/2026) dini hari.
Hujan deras mengguyur wilayah Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dan Kecamatan Tembalang sejak Minggu (15/2) malam hingga memicu kenaikan debit Sungai Babon.
Sekitar pukul 00.30 WIB, debit air meningkat dan melampaui tanggul perumahan.
Air kemudian menjebol tanggul selebar kurang lebih tiga meter di akses masuk perumahan dan langsung menggenangi permukiman warga dengan ketinggian antara 40 sentimeter hingga dua meter.
Genangan air melanda Perumahan Grand Permata Tembalang, Griya Rowosari Permai, Argo Residen, kawasan Kedungsari, Perumahan Dinar, serta Kampung Batik di wilayah Rowosari dan Meteseh.
Ratusan kepala keluarga terdampak karena air merendam rumah mereka sejak dini hari.
Kapolsek Tembalang Polrestabes Semarang Kompol Kristiyastuti Handayani bersama piket fungsi mendatangi lokasi sekitar pukul 03.30 WIB untuk meninjau kondisi banjir.
Personel kepolisian menggandeng satu regu Brimob dari Satuan Brimob Srondol, Tim Siaga Bhayangkara Polrestabes Semarang, serta tim gabungan dari BPBD, Basarnas, pemadam kebakaran, dan ambulans Hebat Kota Semarang.
Mereka mengevakuasi warga yang terjebak serta membantu proses penyelamatan di titik-titik terdampak.
Petugas mengevakuasi seorang warga Perumahan Grand Permata Tembalang menggunakan ambulans karena kondisi kesehatannya pascaoperasi.
Keluarga kemudian memindahkannya ke rumah kerabat di wilayah Kalisari, Semarang Selatan.
Hingga kini, petugas tidak menerima laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Warga Mengungsi di Masjid
Sejumlah warga memilih mengungsi sementara di Masjid Nurul Janah dan Masjid Ittikaf Al Barokah untuk menghindari genangan yang masih tinggi.
Setelah air mulai surut sekitar pukul 05.00 WIB, personel kepolisian bersama tim gabungan langsung membantu warga membersihkan lumpur dan material sisa banjir di rumah serta fasilitas umum.
Mereka mengerahkan tenaga dan peralatan untuk mempercepat proses pembersihan lingkungan.
Kompol Kristiyastuti Handayani menegaskan bahwa jajarannya bergerak cepat sejak awal kejadian.
“Personel kami bersama tim gabungan bergerak cepat mengevakuasi warga dan membantu pembersihan lingkungan pascabanjir. Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat pemulihan kondisi di lokasi terdampak,” ujarnya.
Hingga saat ini, aparat kepolisian dan unsur terkait tetap bersiaga di lokasi.
Mereka memantau debit air sungai, mengantisipasi potensi banjir susulan, serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah terdampak. (di)






