SEMARANG | kabarjateng.id – Komisi D DPRD Kota Semarang menyoroti tingginya temuan kasus HIV di Kota Semarang yang belakangan menjadi perhatian publik.
Kondisi tersebut dinilai memerlukan penanganan serius melalui penguatan upaya pencegahan, pembinaan remaja, dan edukasi di lingkungan keluarga.
Hal itu disampaikan anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Siti Roika. Ia mengatakan berdasarkan penjelasan Dinas Kesehatan Kota Semarang, sekitar 40 persen kasus HIV yang ditemukan berasal dari pendatang yang beraktivitas di Kota Semarang, baik sebagai pekerja, mahasiswa, maupun pelajar. Sementara itu, 60 persen lainnya merupakan warga yang memiliki KTP Kota Semarang.
“Ini harus menjadi kewaspadaan bersama. Persoalan HIV berkaitan dengan pembinaan remaja dan perlu ada upaya preventif yang lebih signifikan,” kata perempuan yang akrab disapa Mbak Ika, Rabu (17/6).
Menurutnya, langkah pencegahan yang selama ini dilakukan pemerintah daerah masih perlu diperkuat. Karena itu, Komisi D berencana mengonfirmasi dan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna menyusun program yang lebih efektif dalam menekan penambahan kasus HIV di Kota Semarang.
Politikus PKS tersebut menilai pergaulan berisiko yang dapat meningkatkan potensi penularan HIV tidak hanya dipengaruhi faktor kenakalan remaja, tetapi juga berkaitan dengan pembinaan di lingkungan keluarga. Karena itu, peran keluarga dinilai menjadi titik awal yang penting dalam upaya pencegahan.
Ika juga mendorong OPD terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Disdalduk KB, serta Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk memperkuat program pembinaan remaja dan edukasi kepada masyarakat.
Selain itu, ia meminta Dinas Kesehatan meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah mitigasi mengingat HIV merupakan penyakit yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat sebanyak 240 kasus HIV baru ditemukan selama periode Januari hingga Mei 2026.
Tingginya angka temuan tersebut, menurut Dinas Kesehatan, turut dipengaruhi semakin luasnya jangkauan skrining dan deteksi dini yang dilakukan kepada masyarakat sehingga lebih banyak kasus dapat ditemukan dan ditangani sejak awal.(day)






