Investor Vietnam dan Tiongkok Lirik Jateng, Nilai Investasi Tembus Rp9,7 Triliun

Selasa, 3 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarjateng.id – Jawa Tengah berpeluang mendapatkan tambahan investasi asing senilai Rp9,7 triliun.

Sejumlah perusahaan dari Vietnam dan Tiongkok telah menjajaki penanaman modal, mulai dari pengembangan industri yang sudah berjalan hingga pemindahan fasilitas produksi ke Jawa Tengah.

Bahkan, salah satu perusahaan berskala besar dijadwalkan mulai membangun pabrik pada Desember 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut, komitmen investasi tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap potensi ekonomi dan iklim investasi di wilayahnya.

Menurutnya, kepastian regulasi, kemudahan perizinan, infrastruktur yang memadai, serta stabilitas daerah menjadi sejumlah faktor yang menentukan keputusan investor.

“Kami mendapatkan sekitar Rp9,7 triliun investasi yang akan masuk ke Jawa Tengah, juga kerja sama sister province dengan provinsi di Vietnam,” ungkap Ahmad Luthfi, Senin (2/11/2026).

Ia menegaskan, kepercayaan investor harus dijaga melalui dukungan seluruh pihak.

Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan lainnya diminta memastikan berbagai komitmen tersebut dapat berlanjut hingga tahap pelaksanaan.

Baca Juga  PCNU Kota Semarang Buka Peluang Kader Maju di Konfercab, Nama Iswar dan Ady Setyawan Mencuat

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, menjelaskan, peluang investasi tersebut diperoleh melalui kegiatan promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi (Trade, Tourism, and Investment/TTI) di Vietnam.

Dalam kegiatan yang difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vietnam tersebut, delegasi Jawa Tengah tidak hanya memperkenalkan potensi daerah, tetapi juga membangun hubungan kerja sama dengan pemerintah Provinsi Quang Ninh.

Pertemuan itu sekaligus menjadi kesempatan untuk mempertemukan perusahaan dengan calon mitra usaha.

Hasil penjajakan menghasilkan sejumlah kesepakatan, baik dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) maupun surat pernyataan minat (LoI).

Dari sejumlah rencana tersebut, investasi terbesar berasal dari perusahaan industri garmen dengan nilai sekitar Rp4,6 triliun.

Perusahaan itu direncanakan memulai pembangunan fasilitas produksinya pada Desember 2026.

Peluang berikutnya datang dari perusahaan asal Vietnam yang bergerak dalam produksi sepatu, tas kulit, dan minyak wangi.

Baca Juga  Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,21 Persen, Ahmad Luthfi Raih Mandaya Award 2026

Perusahaan yang telah memiliki kegiatan usaha di Jepara tersebut berencana memperluas investasinya ke wilayah lain di Jawa Tengah dengan nilai sekitar Rp2,9 triliun.

Sementara itu, perusahaan asal Tiongkok juga menjajaki pemindahan kegiatan usahanya ke Jawa Tengah.

Nilai investasi yang direncanakan mencapai sekitar Rp2,17 triliun.

Urip mengatakan, hasil penjajakan tersebut merupakan gabungan dari beberapa bentuk kerja sama.

Sebagian perusahaan telah menandatangani kontrak, sedangkan lainnya masih berada dalam tahap penyampaian minat investasi.

Selain memburu penanaman modal asing, Pemprov Jateng juga mulai mempelajari strategi Vietnam dalam membangun dan mengembangkan kawasan industri.

Pola yang ingin diterapkan adalah menyiapkan berbagai kebutuhan industri sebelum investor memulai kegiatan usahanya.

Dengan begitu, persoalan ketersediaan lahan, infrastruktur, perizinan, bahan baku, hingga tenaga kerja dapat dipersiapkan lebih awal.

Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya berperan menawarkan lokasi investasi, tetapi juga ikut memastikan kesiapan kawasan agar perusahaan dapat segera menjalankan produksinya.

Baca Juga  Tak Bisa Berangkat Mendadak? Begini Cara Membatalkan Tiket Kereta Lewat Access by KAI

Dari 12 daerah yang telah mengusulkan pengembangan kawasan industri baru, Pemprov Jateng berencana memilih tiga hingga empat lokasi untuk menerapkan konsep tersebut.

Kabupaten Brebes menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam pertimbangan.

Menurut Urip, pendekatan seperti yang diterapkan Vietnam diharapkan mampu mempercepat kesiapan kawasan industri sekaligus meningkatkan daya tarik Jawa Tengah di mata investor.

Meski demikian, besarnya nilai investasi yang dijajaki belum otomatis menjamin seluruh proyek segera terealisasi.

Status setiap perusahaan masih berbeda, mulai dari yang telah menandatangani kontrak hingga yang baru menyampaikan surat pernyataan minat.

Pemprov Jateng kini menghadapi tantangan untuk mengawal seluruh komitmen tersebut agar tidak berhenti sebatas rencana.

Realisasi investasi menjadi hal penting yang harus dibuktikan melalui pembangunan fasilitas industri, penyerapan tenaga kerja, serta dampak ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat. (dkp)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Perusakan Rumah Irjen Sofyan Nugroho, Kejati Jateng Didesak Segera Tentukan Sikap
FX Sugiyanto Pimpin PMI Kota Semarang 2026-2031, Fokus Garap Isu Lansia dan Kesehatan Mental
Nawal Yasin Kenalkan Pandu Tangguh, Kader Posyandu Dilibatkan Kawal Akurasi Data Bansos
Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Tembus Rp25,49 Miliar, Agustina Siapkan Pencairan 2027
Empat Personel Polres Sukoharjo Dinonaktifkan, Propam Mabes Polri Periksa Penanganan Kasus Ponpes HQ
Skandal Kredit Mikro Bank Pelat Merah di Brebes, Dua Tersangka Ditahan atas Dugaan Korupsi Rp3,52 Miliar
Cegah Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba, Kejari Brebes Edukasi Siswa SMAN 1 Jatibarang
Festival Tring 2026 di Solo, Pegadaian Ajak Anak Muda Mulai Investasi Emas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:02 WIB

Kasus Dugaan Perusakan Rumah Irjen Sofyan Nugroho, Kejati Jateng Didesak Segera Tentukan Sikap

Selasa, 3 November 2026 - 12:18 WIB

FX Sugiyanto Pimpin PMI Kota Semarang 2026-2031, Fokus Garap Isu Lansia dan Kesehatan Mental

Selasa, 3 November 2026 - 02:33 WIB

Investor Vietnam dan Tiongkok Lirik Jateng, Nilai Investasi Tembus Rp9,7 Triliun

Selasa, 3 November 2026 - 02:02 WIB

Nawal Yasin Kenalkan Pandu Tangguh, Kader Posyandu Dilibatkan Kawal Akurasi Data Bansos

Selasa, 3 November 2026 - 01:34 WIB

Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Tembus Rp25,49 Miliar, Agustina Siapkan Pencairan 2027

Senin, 2 November 2026 - 13:40 WIB

Skandal Kredit Mikro Bank Pelat Merah di Brebes, Dua Tersangka Ditahan atas Dugaan Korupsi Rp3,52 Miliar

Senin, 2 November 2026 - 12:44 WIB

Cegah Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba, Kejari Brebes Edukasi Siswa SMAN 1 Jatibarang

Senin, 2 November 2026 - 12:14 WIB

Festival Tring 2026 di Solo, Pegadaian Ajak Anak Muda Mulai Investasi Emas

Berita Terbaru