SALATIGA | Kabarjateng.id – Pemanfaatan lahan kosong di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga mulai menunjukkan hasil.
Sebanyak 12 kilogram sayuran berupa terong dan cabai berhasil dipanen dalam upaya mendukung program ketahanan pangan, Jumat (30/10/2026).
Panen tersebut dipimpin langsung Kepala Rutan Salatiga, Anda Tuning Supiluhu, bersama sejumlah pegawai.
Mereka turun ke lahan produktif untuk memetik tanaman yang telah memasuki masa panen.
Dari kegiatan tersebut, Rutan Salatiga berhasil menghasilkan 8 kilogram terong dan 4 kilogram cabai.
Hasil ini menjadi bukti bahwa lahan yang tersedia di lingkungan pemasyarakatan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas pangan.
Kepala Rutan Salatiga, Anda Tuning Supiluhu, mengatakan pemanfaatan lahan produktif merupakan salah satu langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, keterlibatan seluruh jajaran menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program tersebut.
Ia berharap kegiatan pertanian di lingkungan Rutan Salatiga dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat lebih luas.
“Melalui pemanfaatan lahan yang tersedia, kami ingin menunjukkan bahwa lingkungan Rutan juga memiliki potensi menghasilkan produk pangan. Hasil panen ini merupakan buah kerja sama seluruh jajaran dalam mengoptimalkan lahan yang ada,” ujarnya.
Program pertanian tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Rutan Salatiga terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam penguatan ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan produktif.
Ke depan, Rutan Salatiga berupaya mempertahankan sekaligus mengembangkan kegiatan tersebut.
Selain berkontribusi terhadap program pemerintah, pemanfaatan lahan juga diharapkan menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Melalui kegiatan ini, Rutan Salatiga berupaya membangun budaya produktif dengan mengoptimalkan potensi lingkungan.
Hasilnya tidak hanya berupa komoditas pangan, tetapi juga pengalaman dan keterampilan yang dapat mendukung pembinaan warga binaan. (lim)






