Dokter Spesialis Datang ke Desa, Harapan Sembuh Sarman Setelah Dua Tahun Menahan Sakit

Jumat, 30 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARANGANYAR | Kabarjateng.id – Kesempatan mendapatkan pemeriksaan dokter spesialis secara langsung di desa menjadi harapan baru bagi Sarman, warga Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Selama dua tahun, ia harus hidup dengan rasa nyeri dan kaku pada lutut yang membuat aktivitas sehari-harinya terganggu.

Keluhan tersebut bahkan membuat Sarman kesulitan bekerja. Selama ini, ia hanya mengandalkan obat yang dibeli dari apotek untuk mengurangi rasa sakit tanpa mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dari dokter spesialis.

Namun, pada Kamis (29/10/2026), ia akhirnya bisa menjalani pemeriksaan kesehatan melalui program Speling (Dokter Spesialis Keliling) yang menyambangi desanya di kawasan lereng Gunung Lawu.

Dengan didampingi anak perempuannya, Sarman mendatangi lokasi pelayanan untuk berkonsultasi sekaligus memperoleh obat sesuai keluhan yang dirasakan.

Ia mengaku bersyukur karena bisa mendapatkan pelayanan dokter spesialis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit.

“Saya senang. Semoga bisa mencari obat dan nanti sakitnya sembuh. Terima kasih kepada Pak Gubernur, karena sudah ada pemeriksaan dan obat gratis,” ungkap Sarman.

Ia berharap pemeriksaan tersebut menjadi awal pemulihan kesehatannya.

Sebab, selama dua tahun terakhir, kondisi lututnya membuat pekerjaan dan aktivitas sehari-hari tidak bisa dilakukan secara normal.

“Baru kali ini ada cek kesehatan gratis datang ke desa, dan ada dokter spesialis. Harapannya, saya bisa sembuh, karena sudah dua tahun tidak bisa bekerja dan beraktivitas normal,” tuturnya.

Baca Juga  HSN 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program untuk Santri, Beasiswa hingga Pesantren Bebas Kekerasan

Manfaat layanan Speling juga dirasakan Warsini Atun Hasanah. Ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membawa putranya, Regar Mahardika, berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

Warsini menceritakan, ketika berusia delapan bulan, Regar mengalami keterlambatan perkembangan motorik.

Saat itu, kemampuan leher anaknya belum cukup kuat untuk menopang kepala.

Sejak mengetahui kondisi tersebut, Warsini berusaha memberikan terapi dan mencari konsultasi medis agar perkembangan putranya tidak semakin tertinggal.

Kini, kondisi Regar menunjukkan perkembangan positif. Ia sudah mampu duduk, tetapi kemampuan berjalan masih memerlukan perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut.

Upaya mendapatkan layanan terapi selama ini bukan perkara mudah. Warsini harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan sepeda motor untuk mendatangi tempat terapi.

Selain kendala jarak, biaya konsultasi dan terapi yang pernah dikeluarkan mencapai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.

Jumlah tersebut belum termasuk kebutuhan transportasi dan pengeluaran lainnya.

Karena itu, kehadiran dokter spesialis anak di desanya memberikan kesempatan bagi Warsini untuk berkonsultasi lebih mudah.

Ia bisa menyampaikan riwayat perkembangan Regar sekaligus mendapatkan petunjuk mengenai langkah medis berikutnya.

“Alhamdulillah, terbantu. Intinya ada solusi saya harus ke mana,” ujarnya.

Warsini berharap perkembangan putranya terus menunjukkan kemajuan hingga nantinya mampu berjalan seperti anak-anak seusianya.

Baca Juga  Bakti TNI AD Kodim Banyumas, Pembangunan Infrastruktur dan Aksi Sosial Terus Digenjot

Ia juga menginginkan pelayanan kesehatan serupa bisa kembali digelar sehingga masyarakat desa tidak selalu terbebani jarak dan biaya ketika membutuhkan dokter spesialis.

“Bagi saya, program Speling sangat membantu warga. Mempermudah mendapatkan pelayanan kesehatan dan gratis. Ditambah ada dokter spesialis,” katanya.

Dokter Spesialis Anak RSUD Dr Moewardi Solo, Diah Lintang Kawuryan, menjelaskan bahwa kehadiran dokter spesialis di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini.

Menurutnya, pemeriksaan langsung dapat membantu menemukan indikasi gangguan kesehatan, khususnya persoalan pertumbuhan dan perkembangan anak, yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Bisa untuk pelacakan di awal. Kalau ada kelainan yang memang membutuhkan perawatan oleh dokter spesialis, bisa segera ditindaklanjuti,” jelas Diah.

Ia menambahkan, keluhan kesehatan umum seperti batuk, pilek, dan demam pada dasarnya dapat ditangani melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas.

Sementara itu, gangguan pertumbuhan dan perkembangan tertentu membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam agar penyebabnya dapat diketahui dan memperoleh penanganan yang sesuai.

Diah menilai, program pelayanan spesialis yang menjangkau desa dapat membantu masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan biaya maupun sarana transportasi.

Meski pemeriksaan di desa menjadi tahap awal, pasien yang membutuhkan tindakan medis lanjutan tetap perlu diarahkan ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan sesuai kebutuhannya.

Baca Juga  KAI Perpanjang Diskon Tiket Kereta untuk Veteran hingga 2029, Ini Syaratnya

“Kami berharap masyarakat dapat memperoleh akses terhadap fasilitas kesehatan yang sesuai, sehingga keluhan kesehatan dapat diketahui dan ditangani secara tepat,” katanya.

Program Speling merupakan inisiatif Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk memperluas akses pelayanan dokter spesialis hingga ke tingkat desa.

Program ini menyasar masyarakat yang mengalami kesulitan menjangkau rumah sakit maupun fasilitas kesehatan tertentu.

Dalam pelaksanaan di Desa Gondosuli, Pemprov Jateng menghadirkan empat dokter spesialis, meliputi dokter spesialis anak, jiwa, paru, dan penyakit dalam.

Melalui layanan tersebut, masyarakat bisa menyampaikan keluhan kesehatan, menjalani pemeriksaan awal, serta memperoleh rekomendasi mengenai penanganan medis berikutnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mencatat, program Speling telah menjangkau sekitar 1.857 titik pelayanan dengan jumlah sasaran mencapai 133.132 orang.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan pelayanan dokter spesialis keliling tersebut akan terus diperluas ke desa-desa di berbagai wilayah.

Bagi Sarman, kehadiran dokter spesialis di dekat tempat tinggalnya menjadi kesempatan yang telah lama dinantikan setelah dua tahun berjuang menghadapi rasa sakit.

Sementara bagi Warsini, layanan tersebut memberikan kemudahan untuk memantau perkembangan kesehatan putranya.

Meski demikian, keberlanjutan pelayanan dan kemudahan akses rujukan tetap menjadi hal penting agar masyarakat tidak hanya memperoleh pemeriksaan awal, tetapi juga mendapatkan penanganan medis hingga tuntas. (dkp)

Berita Terkait

Konflik PPP Memanas, Eks Ketua DPP Sebut Pencopotan Agus-Taj Yasin Cuma Gertak Sambal
Rutan Salatiga Panen 12 Kilogram Terong dan Cabai, Kepala Rutan Ikut Turun ke Kebun
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polres Demak Edukasi Pengendara tentang Pajak Kendaraan
Verifikasi KDKMP di Jawa Tengah Capai 95 Persen, Pemprov Genjot Kualitas Pengelola
Pemkab Semarang Salurkan Bantuan Rp1 Juta kepada 199 Warga Rentan Sosial
TMMD Kodim Boyolali Gelar Penyuluhan PKK, Ajak Warga Terapkan Pola Hidup Sehat
Satlantas Polres Kendal Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas kepada Pelajar SMAN 1 Kendal
Pangdam IV/Diponegoro Turun ke Kebumen, Tinjau Pembangunan Infrastruktur dan RTLH

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Konflik PPP Memanas, Eks Ketua DPP Sebut Pencopotan Agus-Taj Yasin Cuma Gertak Sambal

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Rutan Salatiga Panen 12 Kilogram Terong dan Cabai, Kepala Rutan Ikut Turun ke Kebun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:13 WIB

Verifikasi KDKMP di Jawa Tengah Capai 95 Persen, Pemprov Genjot Kualitas Pengelola

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:52 WIB

Pemkab Semarang Salurkan Bantuan Rp1 Juta kepada 199 Warga Rentan Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Dokter Spesialis Datang ke Desa, Harapan Sembuh Sarman Setelah Dua Tahun Menahan Sakit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:58 WIB

TMMD Kodim Boyolali Gelar Penyuluhan PKK, Ajak Warga Terapkan Pola Hidup Sehat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Satlantas Polres Kendal Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas kepada Pelajar SMAN 1 Kendal

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:30 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Turun ke Kebumen, Tinjau Pembangunan Infrastruktur dan RTLH

Berita Terbaru