UNGARAN | Kabarjateng.id – Kontingen Kabupaten Semarang mengawali perjuangan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 dengan hasil membanggakan.
Dua medali emas berhasil diamankan atlet dari cabang olahraga hapkido dan arung jeram, bahkan sebelum seremoni pembukaan resmi digelar.
Emas pertama diraih Mathea Dwi Prayoga dari cabang hapkido nomor daeryun atau tarung kelas 54 kilogram.
Tak berselang lama, atlet arung jeram turut menyumbangkan emas yang menambah pundi-pundi prestasi kontingen Kabupaten Semarang.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Semarang, Dody Prasetyo, membenarkan tambahan medali emas dari cabang arung jeram tersebut.
“Benar, ada tambahan perolehan medali emas hari ini dari arung jeram,” ujar Dody saat ditemui di sela-sela penerimaan obor Porprov XVII di halaman Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Sabtu (24/10/2026) sore.
Dody mengapresiasi perjuangan para atlet yang mampu mempersembahkan prestasi sejak awal kompetisi.
Menurutnya, perolehan sementara tersebut masih sesuai dengan perhitungan dan target yang telah disusun KONI Kabupaten Semarang.
Ia berharap tren positif itu terus berlanjut sehingga jumlah medali yang diraih dapat meningkat.
Bahkan, pihaknya optimistis para atlet berpeluang melampaui target yang telah ditetapkan.
“Sejauh ini pencapaian ini masih sesuai perhitungan kita. Semoga terus meningkat dan bisa mencapai target, bahkan melebihinya,” katanya.
Sementara itu, prosesi penerimaan api Porprov XVII Jawa Tengah berlangsung di halaman Rumah Dinas Bupati Semarang.
Perwakilan kontingen Kota Salatiga menyerahkan api Porprov kepada Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha.
Selanjutnya, Ngesti menyerahkan obor kepada Ivana, atlet termuda dalam kontingen Kabupaten Semarang.
Obor kemudian diarak menuju batas wilayah Kota Ungaran sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Kendal.
Api Porprov tersebut dijadwalkan digunakan dalam rangkaian pembukaan Porprov XVII Jawa Tengah di Semarang pada Minggu (25/10/2026).
Dalam sambutannya, Ngesti berharap api Porprov menjadi simbol semangat, perjuangan, dan sportivitas bagi seluruh atlet yang berlaga.
Ia juga menekankan bahwa ajang olahraga tingkat provinsi ini bukan sekadar persaingan untuk meraih medali, tetapi juga momentum mempererat persatuan.
“Porprov juga menjadi ajang menggelorakan semangat olahraga dan menjalin persatuan,” pungkasnya.
Dengan raihan dua emas sebelum pembukaan, Kabupaten Semarang memiliki modal awal yang positif untuk bersaing dengan kontingen daerah lain.
Perjuangan para atlet selanjutnya diharapkan mampu menambah perolehan medali sekaligus mengharumkan nama daerah di ajang olahraga terbesar tingkat Jawa Tengah tersebut. (lim)






