Menu ✖

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

Resmi Pimpin PWI Kabupaten Semarang, Rony Yuwono Tekankan Profesionalisme dan Solidaritas Wartawan

badge-check


					Resmi Pimpin PWI Kabupaten Semarang, Rony Yuwono Tekankan Profesionalisme dan Solidaritas Wartawan Perbesar

UNGARAN | Kabarjateng.id – Rony Yuwono resmi memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang periode 2026–2029.

Ia membawa komitmen memperkuat profesionalisme wartawan, menjaga integritas jurnalistik, serta membangun organisasi yang solid, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Komitmen tersebut disampaikan Rony dalam sambutan pelantikan pengurus PWI Kabupaten Semarang di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026).

Kepengurusan baru mengusung tema “Merawat Ekosistem Pers Profesional, Adaptif dan Berintegritas, Perkuat Solidaritas PWI Kabupaten Semarang Berdikari.”

Menurut Rony, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan pijakan bagi seluruh pengurus dan anggota untuk menjaga kehormatan profesi wartawan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pers.

“Amanah ini bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab untuk menjaga marwah profesi wartawan, memperkuat organisasi, dan menghadirkan pers yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan, profesionalisme harus menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem pers yang sehat.

Wartawan dituntut konsisten mematuhi Kode Etik Jurnalistik, mengutamakan akurasi, menjaga independensi, serta menyajikan informasi secara benar dan berimbang.

Rony mengingatkan bahwa kepercayaan publik merupakan modal penting bagi keberlangsungan pers.

Karena itu, setiap produk jurnalistik harus dihasilkan melalui proses yang bertanggung jawab dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kepercayaan publik adalah modal utama pers yang tidak boleh kita abaikan. Karena itu, profesionalisme dan integritas harus menjadi prinsip yang melekat dalam setiap kerja jurnalistik,” ujarnya.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi media digital, Rony menilai wartawan harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab tantangan industri media yang semakin dinamis.

Namun, kemampuan beradaptasi dengan teknologi tidak boleh membuat wartawan mengabaikan prinsip dasar jurnalistik.

Kecepatan menyampaikan berita harus tetap disertai verifikasi, akurasi, dan tanggung jawab kepada masyarakat.

“Kita boleh berubah dalam cara bekerja, tetapi tidak boleh kehilangan prinsip dan nilai-nilai jurnalistik,” katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, PWI Kabupaten Semarang diharapkan menjadi ruang bersama bagi wartawan untuk belajar, bertukar gagasan, meningkatkan kapasitas, dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan profesi.

Selain meningkatkan kualitas jurnalistik, Rony menjadikan penguatan solidaritas sebagai salah satu prioritas kepengurusan selama tiga tahun ke depan.

Ia menegaskan, organisasi profesi harus menjadi rumah bersama bagi seluruh anggota tanpa membedakan latar belakang maupun pandangan.

Komunikasi, kebersamaan, dan sikap saling menghormati perlu terus dirawat agar organisasi semakin kuat.

“Solidaritas bukan berarti selalu sepakat, melainkan tetap saling menghormati, menjaga kebersamaan, dan menyelesaikan perbedaan secara dewasa,” ungkapnya.

Rony juga menyoroti pentingnya membangun kemandirian organisasi.

Menurutnya, PWI harus memiliki kelembagaan yang kuat agar mampu menjalankan program nyata dan memberikan manfaat bagi anggota, tanpa mengorbankan independensi sebagai organisasi profesi pers.

Untuk itu, ia mengajak seluruh anggota mengesampingkan ego sektoral, memperkuat komunikasi, dan menyatukan langkah demi kemajuan organisasi.

Di sisi lain, PWI Kabupaten Semarang berkomitmen membangun kemitraan yang konstruktif dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat.

Meski demikian, kemitraan tersebut tetap harus berjalan seiring dengan independensi dan sikap kritis pers.

Wartawan harus tetap menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional serta menyampaikan informasi yang berkualitas, edukatif, dan bertanggung jawab.

“Kita ingin PWI hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun Kabupaten Semarang melalui pemberitaan yang berkualitas, edukatif, dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Rony menyadari, membangun organisasi yang kuat tidak bisa hanya mengandalkan ketua maupun jajaran pengurus.

Keterlibatan aktif seluruh anggota menjadi kunci keberhasilan program dan agenda organisasi.

Karena itu, ia membuka ruang seluas-luasnya bagi anggota untuk menyampaikan kritik, saran, maupun masukan sebagai bahan evaluasi dan pembenahan organisasi.

“Kami terbuka dengan kritik, saran, dan masukan sebagai bagian penting dalam proses pembenahan dan pengembangan organisasi,” katanya.

Melalui kepengurusan periode 2026–2029, PWI Kabupaten Semarang diharapkan tumbuh menjadi organisasi yang terbuka, solid, profesional, dan mandiri, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pers dan masyarakat.

“PWI Kabupaten Semarang meneguhkan komitmen untuk terus merawat profesionalisme, menjaga integritas, memperkuat solidaritas, dan membangun kemandirian organisasi demi kemajuan pers dan masyarakat Kabupaten Semarang,” tandas Rony. (lim)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Terima SK Kepengurusan 2026–2031, LPER Semarang Raya Siapkan Program Pemberdayaan UMKM

15 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Sungkem Orang Tua Sebelum Daftar Pilkades, Parsunto Siap Wujudkan Nyatnyono Mandiri dan Sejahtera

15 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Baru Lima dari 30 Sungai Dikeruk, DPRD Kota Semarang Desak Percepatan Normalisasi

14 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Tim URC Polres Brebes Tangkap Pria yang Diduga Bacok Istri, Mertua, dan Bayinya di Kota Tegal

14 Oktober 2026 - 21:59 WIB

14 Pengurus PWI Kabupaten Semarang Resmi Dilantik, Independensi Pers Jadi Penegasan Utama

14 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Lebih dari Sekadar Melihat, Mahasiswa Kedokteran UNDIP Hadirkan CLEARLY untuk Tingkatkan Kesadaran tentang Katarak

14 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Trending di KABAR JATENG