Menu ✖

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

Lebih dari Sekadar Melihat, Mahasiswa Kedokteran UNDIP Hadirkan CLEARLY untuk Tingkatkan Kesadaran tentang Katarak

badge-check


					Tim CLEARLY dalam pelaksanaan kampanye edukasi kesehatan mata di Semarang Perbesar

Tim CLEARLY dalam pelaksanaan kampanye edukasi kesehatan mata di Semarang

SEMARANG | Kabarjateng.id — Ada banyak hal yang ingin terus kita lihat dalam hidup: wajah orang-orang tersayang, tempat yang menyimpan kenangan, hingga momen-momen sederhana yang sering kali baru terasa berharga ketika kita membayangkan kehilangannya.

Namun, seberapa sering kita benar-benar memikirkan kesehatan yang memungkinkan kita menikmati semua itu?

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu semangat di balik CLEARLY (Cataract Literacy & Early Awareness Lifestyle), kampanye edukasi kesehatan yang diinisiasi oleh Kanya Khu Achsan, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro sekaligus finalis Top 12 Ambassador of Public Health AMSA-Indonesia 2026/2027.

Berlangsung pada 5–19 Oktober 2026, CLEARLY mengangkat tagline “Because there’s still so much to see”.

Kampanye ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai katarak, mendorong pengenalan gejala sejak dini, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan mata melalui pendekatan yang kreatif, interaktif, dan berpusat pada pengalaman masyarakat.

Bagi Kanya, edukasi kesehatan tidak cukup hanya dengan menyampaikan informasi.

Perubahan yang bermakna juga membutuhkan pemahaman terhadap ketakutan, keyakinan, dan realitas yang dihadapi masyarakat.

Karena itu, kampanye kesehatan perlu terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi tetap berani menegaskan pentingnya suatu masalah kesehatan.

Semangat tersebut diwujudkan melalui ground campaign CLEARLY pada 11 Oktober 2026 di Car Free Day (CFD) Sikatak, Universitas Diponegoro, Semarang.

Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak berpartisipasi melalui reflection cards, yaitu kartu refleksi yang mengundang mereka untuk memikirkan hal-hal berharga yang masih ingin mereka lihat dalam hidup.

Melalui aktivitas tersebut, kesehatan mata tidak hanya dibicarakan sebagai persoalan medis, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman personal, hubungan antar manusia, dan kualitas hidup.

CLEARLY ingin mengingatkan bahwa menjaga penglihatan bukan semata-mata tentang kemampuan melihat dengan jelas, melainkan juga tentang mempertahankan kesempatan untuk terus menikmati berbagai hal yang bermakna.

Kegiatan di CFD tersebut turut menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemeriksaan mata gratis. Lebih dari 60 masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan ini.

Kehadiran CLEARLY di ruang publik menjadi upaya untuk mendekatkan edukasi dan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus mendorong perhatian terhadap pentingnya menjaga kesehatan mata.

Selain berinteraksi langsung dengan masyarakat, CLEARLY menghadirkan edukasi melalui sesi Instagram Live pada 12 Oktober 2026 bersama dr. Disti Hardiyanti, Sp.M, dokter spesialis mata dari Universitas Diponegoro.

Diskusi tersebut membahas berbagai jenis katarak dan pengalaman klinis narasumber dalam menangani pasien, termasuk pengalaman melakukan operasi katarak.

Dalam sesi tersebut, dr. Disti Hardiyanti, Sp.M, membahas jenis-jenis katarak, pengalaman operasi, serta pentingnya tidak menunda konsultasi medis karena kekhawatiran terhadap prosedur.

Ia, turut menyoroti pentingnya menyaring informasi kesehatan di tengah perkembangan media sosial dan AI.

Ia menekankan pentingnya deteksi dini, meluruskan kekhawatiran masyarakat terhadap operasi katarak yang umumnya berlangsung singkat dengan teknik minimal invasif, serta mendorong generasi muda membangun kebiasaan menjaga kesehatan mata sejak dini.

“Bagi saya, kampanye kesehatan harus mampu menyeimbangkan dua hal: kedekatan dengan masyarakat dan keberanian untuk mendorong perubahan. Edukasi perlu memahami ketakutan, keyakinan, dan realitas yang dihadapi masyarakat, tetapi juga harus cukup kuat untuk mengingatkan bahwa kesehatan bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele,” ungkap Kanya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun rasa kepemilikan bersama dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Saya percaya bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari rasa tidak nyaman. Terkadang, perubahan justru tumbuh ketika seseorang merasa dipahami, menemukan pengalaman yang dekat dengan kehidupannya, dan menyadari bahwa ia tidak menghadapinya sendirian. Melalui CLEARLY, saya ingin menghadirkan edukasi yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berefleksi, berbagi pengalaman, dan saling mengingatkan,” ujarnya.

Bagi Kanya, kekuatan komunitas dan cerita yang relatable dapat menjadi jembatan untuk mengubah informasi menjadi partisipasi.

Melalui perpaduan media sosial, keterlibatan masyarakat, dan intervensi secara langsung, CLEARLY berupaya menciptakan percakapan tentang kesehatan mata yang tidak berhenti ketika suatu kegiatan berakhir.

Rangkaian kampanye selanjutnya direncanakan mencakup expert talkshow dan mini exhibition di Semarang pada Minggu, 18 Oktober yang akan datang. CLEARLY juga merencanakan keterlibatan komunitas Sahabat Mata Semarang untuk memperluas perspektif masyarakat mengenai pengalaman hidup dengan gangguan penglihatan.

Melalui kegiatan tersebut, kampanye ini ingin menghadirkan ruang edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga mendorong empati dan pemahaman yang lebih mendalam.

Pada akhirnya, CLEARLY membawa pesan bahwa kepedulian terhadap kesehatan dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana: menyadari apa yang berharga bagi masyarakat, memahami apa yang perlu dijaga, dan mengambil langkah untuk melindunginya.

Sebab, di balik setiap upaya menjaga penglihatan, selalu ada kemungkinan untuk terus menyaksikan cerita, orang, dan pengalaman yang membuat hidup berarti.

Tentang CLEARLY

CLEARLY (Cataract Literacy & Early Awareness Lifestyle) merupakan kampanye edukasi kesehatan yang diinisiasi oleh Kanya Khu Achsan, finalis Top 12 Ambassador of Public Health AMSA-Indonesia 2026/2027.

Berlangsung pada 5–19 Oktober 2026, kampanye ini berfokus pada peningkatan kesadaran mengenai katarak, pengenalan gejala sejak dini, dan kepedulian terhadap kesehatan mata melalui pendekatan edukasi yang kreatif dan berpusat pada masyarakat.

Narahubung:

Kanya Khu Achsan
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
Instagram: @campaignclearly
Email: kanyakhua@gmail.com
WhatsApp: 0816626809

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Baru Lima dari 30 Sungai Dikeruk, DPRD Kota Semarang Desak Percepatan Normalisasi

14 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Tim URC Polres Brebes Tangkap Pria yang Diduga Bacok Istri, Mertua, dan Bayinya di Kota Tegal

14 Oktober 2026 - 21:59 WIB

14 Pengurus PWI Kabupaten Semarang Resmi Dilantik, Independensi Pers Jadi Penegasan Utama

14 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Indikasi Pergeseran Struktur Gedung Pandanaran Jadi Sorotan DPRD Semarang

13 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Hanik Khoiru Solikah

Perkuat Kesiapsiagaan Warga, Pemdes Wanatirta Gelar Pelatihan Desa Tangguh Bencana

13 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Ahmad Luthfi Tantang Wabup Klaten Baru Turunkan Kemiskinan yang Tembus 11 Persen

13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Trending di KABAR JATENG