Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 31 Mar 2026 08:44 WIB

Polrestabes Semarang Bongkar Kasus Handak Ilegal, Pelaku Ditangkap di Jawa Timur


					Polrestabes Semarang Bongkar Kasus Handak Ilegal, Pelaku Ditangkap di Jawa Timur Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id — Unit Idik V Resmob Polrestabes Semarang mengungkap kasus penyalahgunaan bahan peledak (handak) yang menewaskan seorang anak.

Petugas menangkap pelaku pada Rabu, 25 Maret 2026 sekitar pukul 15.30 WIB di wilayah Jawa Timur.

Kasus ini kaitannya dengan ledakan petasan di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, pada Jumat dini hari, 20 Maret 2026 sekitar pukul 01.00 WIB.

Ledakan merusak rumah warga dan merenggut nyawa seorang anak berusia 9 tahun.

Korban Meninggal Dunia di Lokasi Kejadian

Korban berinisial G.A.P. (9), warga Genuk, Kota Semarang, berada di dalam rumah saat ledakan terjadi.

Selanjutnya, reruntuhan bangunan menimpa korban, sementara anggota keluarga lainnya telah menyelamatkan diri.

Kronologi Ledakan

Seorang saksi berinisial T berada di sekitar masjid dekat lokasi kejadian saat peristiwa terjadi.

Selanjutnya, sekitar pukul 01.00 WIB, ia bersama warga mendengar suara ledakan keras disertai kepulan asap tanpa api.

Ledakan itu merobohkan sebagian atap rumah dan menimpa korban di dalamnya.

Sekitar pukul 01.15 WIB, petugas Polsek Gayamsari langsung mendatangi lokasi.

Polisi mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polrestabes Semarang untuk melakukan olah TKP serta identifikasi.

Pelaku Ditangkap di Sumenep

Hasil penyelidikan mengarah pada pelaku berinisial S.R. (38), buruh harian lepas asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Polisi menangkap pelaku di rumahnya di Dusun Lojikantang, Kecamatan Kalianget.

Pelaku menjual bahan peledak secara ilegal melalui media sosial.

Ia menawarkan bahan-bahan tersebut secara daring melalui akun TikTok tanpa memperhatikan standar keamanan.

Barang Bukti dan Modus Operandi

Petugas menyita satu unit telepon genggam serta sejumlah bahan kimia yang pelaku gunakan untuk merakit bahan peledak.

Barang bukti tersebut meliputi bubuk pupuk, aluminium powder, dan belerang dengan berat masing-masing sekitar 250 gram.

Polrestabes Semarang menilai praktik ini sangat berbahaya karena handak tersebut dapat memicu ledakan jika dirakit tanpa standar keamanan yang jelas.

Komitmen Polisi dan Imbauan ke Masyarakat

Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo Budi, menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran bahan berbahaya.

Ia menyatakan bahwa penyidik menjerat pelaku dengan pasal terkait penyalahgunaan bahan peledak.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak memperjualbelikan maupun merakit bahan berbahaya secara ilegal karena berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa.

Pengembangan Kasus Masih Berlanjut
Saat ini, penyidik terus melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses hukum lanjutan.

Polisi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran bahan peledak tersebut.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat terkait bahaya penggunaan dan peredaran bahan peledak ilegal, terutama yang dipasarkan secara bebas melalui media sosial tanpa pengawasan. (dkp)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Viral Truk Overload, Satlantas Polres Semarang Turun Tangan dan Beri Sanksi Tegas

16 April 2026 - 06:48 WIB

Dukung Program Bangga Kencana, Sekda Jateng Ajak Perkuat Peran Keluarga

16 April 2026 - 06:27 WIB

Benang Sederhana, Ruang Kreativitas di Tengah Padatnya Profesi

16 April 2026 - 06:13 WIB

Hiace Hantam Truk di Tol Semarang–Solo, Dua Orang Meninggal Dunia

15 April 2026 - 23:54 WIB

Pemkab Demak Resmikan Desa Binaan Imigrasi di Mranggen, Perkuat Edukasi Paspor dan Cegah TPPO

15 April 2026 - 23:42 WIB

Truk Tanpa Plat dan Diduga Overload Melintas di Bergas, Pengawasan Dipertanyakan

15 April 2026 - 18:23 WIB

Trending di Daerah