Jelang Musim Hujan, DPRD Kota Semarang Desak Percepatan Pengerukan Sungai dan Evaluasi Pompa Air

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarjateng.id — DPRD Kota Semarang meminta pemerintah kota memperkuat langkah antisipasi banjir menjelang puncak musim penghujan.

Sejumlah upaya dinilai perlu dipercepat, mulai dari normalisasi sungai, perbaikan drainase, pemeriksaan pompa air, hingga perlindungan fasilitas kesehatan di kawasan rawan banjir.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, menegaskan bahwa penanganan banjir harus disesuaikan dengan karakteristik ancaman di setiap wilayah.

Menurutnya, banjir akibat luapan sungai memiliki risiko berbeda dengan genangan yang terjadi karena aliran air di saluran drainase tidak berjalan lancar.

Politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Pilus itu mencontohkan ancaman luapan sungai di kawasan Dinar Indah, Tembalang, dan Sungai Plumbon.

Sementara itu, persoalan genangan akibat terhambatnya aliran drainase juga menjadi perhatian, salah satunya di wilayah Gayamsari.

Baca Juga  Ditemukan Sendirian di Indomaret Tuntang, Balita 2,5 Tahun Berhasil Dipertemukan dengan Orang Tuanya

“Ancaman banjir di Semarang ini ada dua tipe. Pertama, banjir limpasan atau jebolan sungai seperti di Dinar Indah Tembalang dan Sungai Plumbon yang risikonya berat. Kedua, banjir akibat antrean air saluran seperti di Gayamsari. Semuanya tidak boleh diabaikan dan harus diantisipasi,” kata Pilus seusai Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang, Selasa (13/10/2026).

Ia meminta Pemerintah Kota Semarang tidak menunda pekerjaan pengerukan sungai, terutama pada titik-titik yang berpotensi meluap ketika curah hujan meningkat.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dari sekitar 30 sungai yang ada di Kota Semarang, pengerjaan baru dilakukan pada lima sungai.

Menurut Pilus, percepatan pekerjaan tersebut penting dilakukan sebelum memasuki November.

Kapasitas sungai dalam menampung debit air perlu diperhatikan agar risiko banjir dapat ditekan, terutama di kawasan yang selama ini kerap terdampak.

Baca Juga  Pangdam IV/Diponegoro Terima Kunjungan Pimpinan BNI, Perkuat Hubungan Kelembagaan

Selain pengerukan sungai, DPRD juga menyoroti kinerja stasiun pompa air.

Pemerintah kota diminta mengevaluasi kesiapan dan efektivitas pompa agar air yang menggenangi permukiman maupun jalan dapat segera surut.

Evaluasi tersebut diharapkan mampu mencegah terulangnya persoalan genangan berkepanjangan seperti pada tahun sebelumnya.

Perhatian juga diarahkan pada kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan. Pilus mengapresiasi Dinas Kesehatan Kota Semarang yang telah melakukan pemetaan fasilitas kesehatan hingga tingkat kecamatan.

Namun, ia mengingatkan agar langkah pengamanan sarana dan peralatan medis segera dilakukan, khususnya di puskesmas yang berada di wilayah rawan banjir.

“Fasilitas dan alat-alat medis harus disiapkan dan diamankan dari sekarang. Jangan sampai terendam pada saat musim hujan atau banjir, karena petugas nanti tidak bisa melayani masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga  Pengguna Perempuan Kereta Api di Daop 4 Semarang Tembus 2,63 Juta, KAI Tingkatkan Layanan

Ia menilai, kerusakan peralatan medis akibat banjir berpotensi menghambat pelayanan kepada masyarakat ketika kebutuhan penanganan kesehatan justru meningkat.

Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum bencana terjadi, bukan setelah fasilitas terdampak.

Pilus menegaskan, penanganan banjir tidak dapat dibebankan hanya kepada DPU dan Dinkes.

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) perlu terlibat dan memperkuat koordinasi sesuai tugas masing-masing, sehingga mitigasi berjalan terpadu.

Ia juga meminta pemerintah kota menjadikan pengalaman penanganan banjir pada tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi.

Kekurangan yang ditemukan perlu segera diperbaiki agar respons terhadap cuaca ekstrem semakin efektif dan pelayanan publik tetap berjalan meskipun banjir melanda sejumlah wilayah. (day)

Berita Terkait

Muhammad Afif Pastikan Pajak Kendaraan Tak Naik, Dorong Transparansi Retribusi Jateng
Resmi Jadi Anggota DPRD Kota Semarang, Arif Wicaksono Lanjutkan Tugas Wachid di Dapil 5
Semarang Zoo Ungkap Fakta Harimau Putih, Keindahan Bulunya Menyimpan Risiko Genetik
KAI Perpanjang Diskon Tiket Kereta untuk Veteran hingga 2029, Ini Syaratnya
Atlet Selam Jepara Meninggal saat Porprov Jateng, Ahmad Luthfi Sampaikan Duka Mendalam
Porprov Jateng 2026 Diikuti 7.999 Atlet, Ahmad Luthfi Siapkan Talenta Menuju PON 2028
Peringati Hari Santri, BASADA Kabupaten Semarang Berikan Layanan Terapi kepada 100 Warga
PWI Kabupaten Semarang Siapkan Raker, Bidik Peningkatan Kualitas Wartawan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:36 WIB

Muhammad Afif Pastikan Pajak Kendaraan Tak Naik, Dorong Transparansi Retribusi Jateng

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:12 WIB

Resmi Jadi Anggota DPRD Kota Semarang, Arif Wicaksono Lanjutkan Tugas Wachid di Dapil 5

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:36 WIB

Semarang Zoo Ungkap Fakta Harimau Putih, Keindahan Bulunya Menyimpan Risiko Genetik

Senin, 26 Oktober 2026 - 01:12 WIB

Atlet Selam Jepara Meninggal saat Porprov Jateng, Ahmad Luthfi Sampaikan Duka Mendalam

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:12 WIB

Porprov Jateng 2026 Diikuti 7.999 Atlet, Ahmad Luthfi Siapkan Talenta Menuju PON 2028

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Peringati Hari Santri, BASADA Kabupaten Semarang Berikan Layanan Terapi kepada 100 Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:02 WIB

PWI Kabupaten Semarang Siapkan Raker, Bidik Peningkatan Kualitas Wartawan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Petisi Penyederhanaan Kegiatan PKK Semarang Raup 4.659 Dukungan, Agustina Beri Waktu Sepekan

Berita Terbaru