UNGARAN | Kabarjateng.id – Banser Husada (BASADA) Kabupaten Semarang menggelar aksi sosial dengan membuka layanan berbagai jenis terapi bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ranting Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang digelar mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB itu menjadi salah satu bentuk kepedulian BASADA terhadap masyarakat.
Selain memberikan pelayanan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengenalkan peran BASADA kepada warga.
Ketua BASADA Kabupaten Semarang, Langgeng Saputra, menjelaskan bahwa kegiatan ini berfokus pada dua hal, yakni memperluas pengenalan organisasi kepada masyarakat sekaligus menghadirkan layanan terapi yang bisa dimanfaatkan secara langsung.
Menurutnya, keterlibatan BASADA dalam peringatan Hari Santri menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa semangat pengabdian dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, BASADA menyediakan lima layanan, yaitu gurah mata, bekam, hipnoterapi, pijat refleksi, dan ruqyah.
Sebanyak 12 terapis diterjunkan untuk memberikan pelayanan kepada warga yang hadir.
Panitia mencatat, sekitar 100 warga memanfaatkan layanan terapi selama kegiatan berlangsung.
Antusiasme masyarakat tersebut menjadi salah satu gambaran penerimaan warga terhadap kegiatan sosial yang diselenggarakan BASADA.
Salah seorang peserta, Ganung, mengaku merasakan tubuhnya lebih sehat setelah mengikuti terapi.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para terapis BASADA Kabupaten Semarang yang telah memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ganung berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada kesempatan mendatang.
Ia juga berharap BASADA Kabupaten Semarang semakin kompak dan konsisten menjalankan berbagai kegiatan sosial.
“Semoga ke depannya Banser BASADA Kabupaten Semarang semakin solid dan terus hadir membantu masyarakat, khususnya melalui kegiatan sosial yang bermanfaat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, BASADA Kabupaten Semarang berharap momentum Hari Santri tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat. (wit)






