KENDAL | Kabarjateng.id – Kabupaten Kendal semakin menunjukkan potensinya sebagai destinasi olahraga sepeda gunung.
Hal itu terlihat dari penyelenggaraan Kendal Downhill 2026 yang diikuti 160 atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
Kompetisi mountain bike (MTB) tersebut berlangsung selama dua hari, 7–8 November 2026, di Gebangan Downhill Track, Kabupaten Kendal.
Para peserta datang dari sejumlah wilayah, mulai Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Kudus, Klaten, Solo, Blitar, Malang, Banyuwangi, Bali hingga Kabupaten Kendal sebagai tuan rumah.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut, termasuk Indonesian Cycling Federation (ICF) dan para atlet yang turut berpartisipasi.
Menurutnya, Kendal Downhill tidak semata-mata menjadi ajang adu kemampuan para pesepeda.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut memiliki peluang besar untuk mendorong sektor pariwisata olahraga atau sport tourism sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Semoga event ini membawa dampak positif bagi sport tourism, pertumbuhan UMKM, dan perekonomian masyarakat Kendal,” ungkapnya.
Dyah Kartika menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung berbagai kegiatan olahraga, baik berskala nasional maupun internasional.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari langkah meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
Dukungan itu perlu diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur olahraga yang memadai, fasilitas penunjang, serta agenda kompetisi yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Ia juga mendorong organisasi perangkat daerah (OPD), KONI, ICF, dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat kerja sama dalam pembinaan atlet.
Dengan demikian, Kendal diharapkan mampu melahirkan talenta olahraga berprestasi yang dapat bersaing di tingkat lebih tinggi.
Sementara itu, Ketua Umum Pengkab Indonesian Cycling Federation (ICF) atau Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kendal, Munawir, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga sepeda.
Ia turut berterima kasih kepada PTPN yang telah memberikan izin pemanfaatan lahan untuk pembangunan lintasan downhill.
Fasilitas tersebut telah digunakan untuk mendukung aktivitas olahraga sepeda selama kurang lebih empat tahun.
Munawir menjelaskan, Kendal kini mempunyai beberapa lintasan sepeda, di antaranya downhill, enduro, dan cross country (XC).
Lintasan XC bahkan memiliki keunggulan tersendiri karena menawarkan karakter jalur dengan pemandangan yang menarik.
Selain itu, pembangunan lintasan BMX juga telah diselesaikan pada 2026.
Meski demikian, masih ada kebutuhan fasilitas lain yang perlu diperhatikan, salah satunya pembangunan tribun.
“Fasilitas trek downhill, enduro, dan cross country sudah tersedia. Trek BMX juga selesai dibangun tahun ini. Sekarang tinggal pembangunan tribun untuk melengkapi sarana yang ada,” jelas Munawir.
Ia menambahkan, keberadaan velodrome juga menjadi kebutuhan jangka panjang untuk melengkapi infrastruktur olahraga sepeda di Kendal.
Jika seluruh fasilitas tersebut dapat diwujudkan, Kendal dinilai memiliki peluang berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga sepeda.
Potensi itu semakin terbuka setelah Kendal mulai dilirik sebagai salah satu kandidat lokasi penyelenggaraan Asian Series Downhill 2027.
Namun, rencana tersebut masih membutuhkan pembahasan dan kepastian lebih lanjut.
Munawir berharap dukungan pemerintah daerah, organisasi olahraga, serta pihak swasta terus diperkuat agar pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi sepeda di Kendal semakin maju.
Melalui pengembangan fasilitas dan penyelenggaraan event secara konsisten, Kendal diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan prestasi atlet, tetapi juga menjadikan olahraga sepeda sebagai daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (ra/ian)






