Setahun, Pemprov Jateng Beri Tali Asih kepada Lebih dari 2.000 Penghafal Al-Qur’an

Senin, 2 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarjateng.id – Lebih dari 2.000 penghafal Al-Qur’an di Jawa Tengah telah menerima perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Melalui program tali asih, para santri yang berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an mendapatkan apresiasi sebesar Rp1 juta per orang.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Pemprov Jateng dalam mendukung pendidikan pesantren sekaligus mendorong lahirnya generasi yang memiliki kemampuan di bidang keagamaan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan, hingga 2026 jumlah hafiz dan hafizah yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan tercatat dalam pendataan pemerintah mencapai lebih dari 2.000 orang.

Menurutnya, pesantren memiliki peran penting dalam menjaga tradisi pendidikan Al-Qur’an.

Karena itu, pemerintah berupaya memberikan penghargaan kepada santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz.

Hal tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Haflah Khotmil Quran ke-XV, Qiro’ah Sab’ah dan Haul KH M.

Saifulloh serta Nyai Hj. Siti Mutmainah di halaman Pondok Pesantren Sabilul Huda, Tegaron, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu (1/11/2026).

Ia menjelaskan, mekanisme pemberian tali asih dibuat sederhana agar tidak membebani pihak pesantren.

Pengelola pesantren cukup menyampaikan undangan kegiatan wisuda serta memastikan santri yang diusulkan benar-benar telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dengan disaksikan kiai atau pembimbing.

“Tali asih sebesar Rp1 juta per orang ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah kepada santri yang telah mengkhatamkan Al-Qur’an. Kami ingin menunjukkan bahwa keberadaan pesantren tahfiz mendapat perhatian dan dukungan,” ujar Taj Yasin.

Baca Juga  Operasi Patuh Candi 2026, Polres Demak Ingatkan Ojol Jangan Abaikan Keselamatan

Selain memberikan apresiasi kepada penghafal Al-Qur’an, Pemprov Jateng juga memperluas dukungan terhadap lingkungan pesantren melalui program Pesantren Obah.

Program tersebut mencakup keberlanjutan pemberian insentif bagi guru agama serta pengembangan beasiswa pendidikan tinggi bagi santri yang ingin melanjutkan studi.

Taj Yasin mengatakan, pemerintah memilih meneruskan program-program yang telah berjalan baik pada periode sebelumnya.

Sejumlah kebijakan juga disempurnakan agar manfaatnya semakin luas.

Beasiswa pendidikan tinggi tersebut dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan studi di sejumlah perguruan tinggi, di antaranya UIN Walisongo Semarang, UIN Salatiga, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), serta perguruan tinggi di lingkungan pesantren.

Kesempatan pendidikan juga dibuka hingga luar negeri. Sejumlah negara tujuan yang difasilitasi meliputi Yaman, Mesir, dan China.

Dukungan serupa diberikan kepada mahasantri Ma’had Aly. Tercatat sebanyak 420 mahasantri memperoleh bantuan beasiswa untuk menyelesaikan pendidikan mereka.

“Jika digabungkan dengan santri dan mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri, jumlah penerima beasiswa yang kami fasilitasi tahun ini sudah lebih dari 500 orang,” jelasnya.

Baca Juga  Polres Semarang Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Tanam Pohon di Alun-Alun Ungaran Timur

Tidak hanya santri, pemerintah provinsi juga memberikan peluang kepada guru madrasah untuk meningkatkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi.

Saat ini, proses pendaftaran dan seleksi peserta masih berjalan.

Taj Yasin berharap bantuan pendidikan tersebut tidak sekadar membuka akses kuliah, tetapi juga menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang nantinya memberikan kontribusi bagi pesantren dan masyarakat.

Para penerima beasiswa diharapkan bersedia kembali ke lingkungan pesantren setelah menyelesaikan pendidikan.

Pengabdian dapat dilakukan melalui kegiatan mengajar, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), maupun pelayanan masyarakat sesuai keahlian masing-masing.

Ia menilai, santri saat ini perlu memiliki kesempatan mengembangkan berbagai disiplin ilmu.

Selain memperdalam pengetahuan agama, mereka juga dapat menekuni bidang profesional seperti teknik, kedokteran, dan keahlian lainnya.

Sebagai contoh, terdapat santri asal Jawa Tengah yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Setelah menyelesaikan studinya, santri tersebut diharapkan dapat kembali dan memberikan kontribusi pelayanan kesehatan bagi lingkungan pesantren.

“Harapannya, setelah lulus mereka kembali mengabdi. Dengan begitu, pesantren juga memiliki sumber daya manusia yang mempunyai keahlian khusus, termasuk di bidang kesehatan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin turut mengingatkan para santri yang diwisuda agar tidak berhenti menjaga hafalan setelah dinyatakan menyelesaikan pendidikan tahfiz.

Baca Juga  Kapolres Semarang Serap Aspirasi Lurah dan Kades se-Ungaran Barat, Knalpot Brong hingga Bullying Jadi Sorotan

Menurutnya, keberhasilan menghafal 30 juz harus dibarengi dengan konsistensi membaca dan mengulang hafalan melalui kegiatan murajaah.

Ia juga mengingatkan pesan dalam Surah Al-Furqan ayat 30 mengenai keluhan Rasulullah SAW tentang umat yang meninggalkan Al-Qur’an.

Taj Yasin menjelaskan, meninggalkan Al-Qur’an tidak hanya berarti enggan mempelajarinya.

Seseorang yang sudah mampu membaca atau menghafal pun dapat dianggap mengabaikannya apabila tidak lagi membiasakan diri membaca dan menjaga hafalannya.

Karena itu, para wisudawan diminta tetap meluangkan waktu untuk mengulang hafalan agar ayat-ayat yang telah dipelajari tidak terlupakan.

Selain menjaga hafalan, ia juga menekankan pentingnya memahami kaidah membaca Al-Qur’an dengan benar.

Hal itu meliputi ilmu tajwid, makharijul huruf, ketepatan panjang pendek bacaan, hingga aturan berhenti dan melanjutkan bacaan ayat.

Taj Yasin berharap para lulusan tahfiz tidak hanya memiliki kemampuan menghafal, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ia pun mendoakan agar ilmu yang diperoleh para santri Pondok Pesantren Sabilul Huda menjadi ilmu yang berkah serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Teruslah mencintai Al-Qur’an dan pendidikan keagamaan. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan membawa manfaat, terutama bagi lingkungan pesantren dan masyarakat,” pungkasnya. (dkp)

Berita Terkait

Ahmad Luthfi Buka Dialog soal Upah 2027, Buruh Desak KHL Jadi Acuan Utama
Tim Dalwas Periksa Lima Jembatan Garuda di Boyolali, Pastikan Konstruksi Sesuai Standar
Bawahan Menyadap Presiden: Ketika Loyalitas Mengalahkan Integritas Negara
Dua Generasi, Satu Kebanggaan: Ayah dan Anak Abdi Negara Sukses Sandang Gelar Sarjana Hukum
Lapas Semarang Ikut Matangkan Standar Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit bagi Warga Binaan
Satpam PT Glory Industri Dibekali Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas dalam Ops Patuh Candi 2026
Deteksi Dini TBC, Rutan Salatiga Gelar Pemeriksaan Kesehatan untuk 106 Warga Binaan
Kasus Dugaan Perusakan Rumah Irjen Sofyan Nugroho, Kejati Jateng Didesak Segera Tentukan Sikap

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:44 WIB

Ahmad Luthfi Buka Dialog soal Upah 2027, Buruh Desak KHL Jadi Acuan Utama

Rabu, 4 November 2026 - 12:29 WIB

Tim Dalwas Periksa Lima Jembatan Garuda di Boyolali, Pastikan Konstruksi Sesuai Standar

Rabu, 4 November 2026 - 10:04 WIB

Dua Generasi, Satu Kebanggaan: Ayah dan Anak Abdi Negara Sukses Sandang Gelar Sarjana Hukum

Rabu, 4 November 2026 - 07:28 WIB

Lapas Semarang Ikut Matangkan Standar Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit bagi Warga Binaan

Rabu, 4 November 2026 - 07:09 WIB

Satpam PT Glory Industri Dibekali Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas dalam Ops Patuh Candi 2026

Rabu, 4 November 2026 - 04:32 WIB

Deteksi Dini TBC, Rutan Salatiga Gelar Pemeriksaan Kesehatan untuk 106 Warga Binaan

Selasa, 3 November 2026 - 13:02 WIB

Kasus Dugaan Perusakan Rumah Irjen Sofyan Nugroho, Kejati Jateng Didesak Segera Tentukan Sikap

Selasa, 3 November 2026 - 12:18 WIB

FX Sugiyanto Pimpin PMI Kota Semarang 2026-2031, Fokus Garap Isu Lansia dan Kesehatan Mental

Berita Terbaru