Menu

Mode Gelap
 

Headline

Meriah, 10 Ribu Orang Hadiri Puncak Perayaan Harganas 2024

badge-check


					Ribuan orang hadiri puncak perayaan Harganas di Semarang. (Jatengprov.go.id) Perbesar

Ribuan orang hadiri puncak perayaan Harganas di Semarang. (Jatengprov.go.id)

SEMARANG, Kabarjateng.id – Jawa Tengah menjadi tuan rumah puncak perayaan ke-31 Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2024, Sabtu (29/6/2024).

Acara yang berlangsung di Lapangan Pancasila (Simpang Lima), Semarang, dipenuhi oleh 10 ribu orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Harganas dengan tema “Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas” menampilkan berbagai acara, termasuk Fun Walk, peluncuran Logo ASN BKKBN Keren, Wisuda Sekolah Lanjut Usia (Lansia), Jingle Dance Creation Challenge untuk kategori umum dan inklusi, Kelas Pengasuhan Orangtua Hebat, serta Sosialisasi Siap Nikah Goes to Campus hasil kerja sama BKKBN dan Unnes yang melibatkan sekitar 300 remaja.

Puncak acara menampilkan Pameran dan Bazar Produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) dan UMKM di Lapangan Pancasila Semarang.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia RI Muhadjir Effendy, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspayoga, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional RI Hasto Wardoyo, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, dan Pj Ketua TP PKK Jateng Shinta Nana Sudjana.

Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menyatakan bahwa puncak perayaan Harganas adalah bentuk komitmen pemerintah dalam merevitalisasi peran keluarga dalam mengatasi masalah yang menghambat pencapaian tujuan pembangunan.

“Momen ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menjadi daya ungkit dalam program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di Indonesia,” ujarnya.

Nana menegaskan komitmen Jawa Tengah dalam menurunkan angka stunting.

“Jateng terus berkomitmen menurunkan stunting, hingga mencapai target 14 persen di tahun 2024,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan bahwa puncak peringatan Harganas di Jawa Tengah sangat meriah dengan kehadiran sekitar 10 ribu orang.

Menurutnya, Harganas merupakan upaya membangun bangsa dan negara melalui peran keluarga.

“Untuk membangun bangsa dan negara harus dimulai dari keluarga,” tuturnya.

164 Stan Bazar UMKM

Peringatan Harganas kali ini diramaikan dengan 164 stan bazar UMKM, yang menampilkan berbagai produk unggulan dari seluruh Indonesia.

Selama tiga hari, stan bazar di Lapangan Pancasila Simpang Lima dipadati pengunjung.

Susi, salah satu panitia stan bazar, menyatakan bahwa bazar UMKM peringatan Harganas 2024 sangat ramai dan para pengisi stan merasa puas.

“Ada sebanyak 164 stan. Pengisi stan sangat puas, karena tiga hari dari pagi sampai sore ramai pengunjung,” ungkapnya.

Nur Azizah, penanggung jawab stan bazar Kalimantan Timur Utara, mengutarakan bahwa kunjungan ke bazar sangat antusias.

“Sangat luar biasa ramai, bahkan selama tiga hari omzet kami Rp17 juta,” katanya.

Begitu pula dengan stan bazar Aceh, yang produknya laris manis terjual, mulai dari kopi gayo hingga kerajinan songkok atau kopiah.

“Alhamdulillah laris. Kopiah kami laku, dan paling ramai itu kopi gayo,” tandasnya. (Humas Jateng)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Adnas: Pancasila Harus Menjadi Jangkar Bangsa di Tengah Arus Perubahan Zaman

18 Juni 2026 - 15:53 WIB

Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang 2026 Resmi Dimulai, Dorong Kesetaraan bagi Lansia dan Disabilitas

18 Juni 2026 - 15:12 WIB

Kick Off Bulan Kemanusiaan, PMI Semarang Ajak Warga Lebih Peduli Lansia dan Disabilitas

18 Juni 2026 - 10:45 WIB

Polsek Bergas Dalami Dugaan Penganiayaan Karyawan Pabrik, Sejumlah Saksi Mulai Diperiksa

18 Juni 2026 - 07:29 WIB

Siti Roika Soroti Tingginya Temuan Kasus HIV di Semarang, Dorong Penguatan Pencegahan dan Edukasi

18 Juni 2026 - 05:51 WIB

Emas Jadi Penyelamat Aset Saat Rupiah Melemah, Transaksi Pegadaian Semarang Melonjak

17 Juni 2026 - 23:15 WIB

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mendorong peningkatan minat masyarakat Semarang terhadap investasi emas.
Trending di Ekonomi & Bisnis