Menu

Mode Gelap
 

Ekonomi & Bisnis

Emas Jadi Penyelamat Aset Saat Rupiah Melemah, Transaksi Pegadaian Semarang Melonjak

badge-check


					Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mendorong peningkatan minat masyarakat Semarang terhadap investasi emas. Perbesar

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mendorong peningkatan minat masyarakat Semarang terhadap investasi emas.

SEMARANG, Kabarjateng.id – Investasi emas di Kota Semarang dilaporkan semakin diminati masyarakat seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Emas dinilai sebagai aset safe haven yang mampu menjaga nilai kekayaan di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.

Peningkatan minat investasi emas tersebut juga diikuti bertambahnya transaksi gadai emas di berbagai layanan PT Pegadaian (Persero) wilayah Semarang. Kondisi ekonomi yang belum stabil disebut turut memengaruhi keputusan masyarakat dalam mengelola aset dan kebutuhan pembiayaan.

Instrumen investasi emas dipilih karena dianggap memiliki kemampuan mempertahankan nilai aset dalam jangka panjang sekaligus mudah dicairkan ketika dibutuhkan. Karakteristik tersebut membuat emas tetap menjadi pilihan masyarakat saat terjadi gejolak ekonomi maupun ketidakpastian pasar keuangan.

“Gejolak geopolitik dan berbagai kondisi lainnya membuat kami meyakini bahwa emas merupakan aset safe haven. Emas dapat membantu menjaga nilai aset masyarakat dalam jangka panjang,” kata Deputi Operasional PT Pegadaian (Persero) Kanwil Semarang, Andriansyah, saat ditemui di Semarang, Rabu (17/6/2026) malam.

Menurut dia, tren investasi emas masih menunjukkan pertumbuhan positif meskipun harga logam mulia mengalami fluktuasi dalam beberapa periode terakhir. Nilai emas dinilai tetap mampu dipertahankan dalam jangka panjang sehingga menjadi instrumen yang relevan untuk menjaga aset masyarakat.

“Minat masyarakat untuk berinvestasi emas terus menunjukkan tren positif. Walaupun harganya berfluktuasi, emas tetap mampu menjaga nilainya dalam jangka panjang,” ujarnya.

Edukasi Investasi Emas Terus Diperkuat

Peningkatan literasi investasi emas juga terus dilakukan Pegadaian kepada masyarakat. Edukasi tersebut difokuskan agar emas tidak dipandang sebagai instrumen spekulatif yang mengejar keuntungan jangka pendek.

“Kami terus mengedukasi masyarakat bahwa investasi atau menabung emas bukan untuk tujuan spekulasi. Emas merupakan salah satu instrumen yang dapat menjaga nilai aset di masa depan,” tutur Andriansyah.

Program edukasi tersebut juga disasar kepada kelompok usia muda melalui pemanfaatan platform digital. Kalangan milenial dan Generasi Z disebut menjadi target utama untuk meningkatkan pemahaman mengenai investasi emas sejak dini.

“Melalui Tring by Pegadaian, kami cukup gencar memberikan edukasi tentang investasi emas kepada masyarakat, terutama kalangan milenial dan Gen Z. Harapannya, anak-anak muda semakin melek investasi emas,” imbuhnya.

Gadai Emas Ikut Mengalami Kenaikan

Selain mendorong investasi emas, kondisi ekonomi saat ini juga disebut telah meningkatkan aktivitas gadai emas di wilayah Semarang. Tingginya likuiditas emas menjadi faktor utama yang membuat aset tersebut mudah dimanfaatkan ketika masyarakat membutuhkan dana tunai.

“Dari tren bisnis kami, transaksi terus meningkat karena kebutuhan investasi masih tinggi. Emas dipilih karena sifatnya likuid. Ketika masyarakat membutuhkan dana, emas bisa dengan mudah dicairkan atau dijadikan jaminan,” jelasnya.

Peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang tahun ajaran baru turut menjadi salah satu faktor yang mendorong bertambahnya pengajuan gadai. Dana hasil gadai umumnya dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak tanpa harus menjual aset yang dimiliki.

“Pengajuan gadai emas terus meningkat sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Apalagi saat ini menjelang tahun ajaran baru yang biasanya membutuhkan biaya tambahan. Masyarakat dapat menggadaikan emasnya di Pegadaian untuk memperoleh dana segar, lalu menebusnya kembali ketika kondisi keuangan sudah memungkinkan,” beber Andriansyah.

Meski belum dapat dipastikan berapa persentase nasabah yang menggadaikan emas untuk kebutuhan pendidikan, tren pertumbuhan transaksi disebut terus terjadi dari waktu ke waktu.

“Kalau persentasenya saya tidak bisa memastikan. Namun, pertumbuhan gadai kami terus meningkat dari hari ke hari. Saat ini memang baru memasuki masa tahun ajaran baru, sehingga belum terlihat lonjakan yang sangat signifikan, tetapi trennya terus naik,” ucapnya.

Emas Masih Jadi Barang Gadai Favorit

Emas masih tercatat sebagai barang jaminan yang paling banyak digadaikan masyarakat karena proses pencairannya relatif cepat. Setelah proses penaksiran dan penitipan jaminan dilakukan, dana pinjaman disebut dapat diterima dalam waktu sekitar 15 menit.

Selain emas, berbagai barang lain juga diterima sebagai jaminan gadai, mulai dari barang elektronik hingga kendaraan bermotor. Bahkan, sejumlah barang unik pernah dijadikan agunan oleh masyarakat di beberapa daerah.

“Yang paling unik itu di daerah Solo ada masyarakat yang menggadaikan gamelan. Selain itu, di sejumlah daerah pedesaan masih ada yang menggadaikan pompa air hingga traktor, terutama di wilayah pertanian seperti Brebes dan daerah lainnya,” katanya.

Layanan gadai yang disediakan Pegadaian juga disebut dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat karena nominal pinjaman yang dilayani cukup beragam, termasuk untuk kebutuhan pembiayaan dalam jumlah kecil.

“Saat ini masyarakat dapat mengajukan pinjaman dengan jaminan gadai mulai dari Rp50 ribu. Jadi kami memang melayani masyarakat dari semua sektor. Mulai dari kebutuhan pembiayaan dalam nominal kecil hingga besar, semuanya dapat kami layani,” pungkas Andriansyah.(whs)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Ahmad Luthfi Kawal Investasi EV Rp15 Triliun, Kendal Bersiap Jadi Pusat Industri Masa Depan

15 Juni 2026 - 21:42 WIB

Ngadu ke DPRD, Warga Candirejo Desak Pemkab Semarang Tinjau Ulang Jabatan Lurah

15 Juni 2026 - 13:23 WIB

Hadapi Tekanan Rupiah, Pemprov Jateng Genjot Penguatan UMKM Lewat Modal dan Perluasan Pasar

9 Juni 2026 - 08:34 WIB

Mahasiswa di Semarang Diduga Gelapkan Puluhan Motor Rental, Polisi Sita 23 Unit Kendaraan

8 Juni 2026 - 22:13 WIB

Pegadaian Tanam 1.000 Mangrove dan 500 Urban Farming di Tegal, Dorong Kota Hijau dan Kendalikan Perubahan Iklim

6 Juni 2026 - 17:12 WIB

Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Pegadaian Kanwil XI Semarang menyalurkan 1.000 tanaman mangrove dan 500 tanaman urban farming di Pantai Kodok, Kota Tegal.

Tim Gegana Amankan Granat Nanas Temuan Petani di Tegal

5 Juni 2026 - 11:47 WIB

Trending di Daerah