SEMARANG | Kabarjateng.id – Nilai-nilai Pancasila kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam membangun semangat kemanusiaan di tengah berbagai tantangan zaman. Pesan tersebut mengemuka dalam Talk Show Nasional bertema “Pancasila Sebagai Jangkar Nilai Kemanusiaan” yang digelar dalam rangka Kick Off Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lantai 4 Gedung Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang itu menghadirkan sejumlah narasumber, yakni dr. Agung Sudarmanto, MM., Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adnas, M.Si., serta Priskilla Smith Jully dengan host Eddy Herry Purnomo, SH, CMC, MH,.
Acara ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen kemanusiaan yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.
Dalam pemaparan yang disampaikan oleh Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adnas, M.Si. menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar rangkaian kalimat yang tertulis dalam dasar negara, melainkan hasil pemikiran besar para pendiri bangsa yang sarat dengan nilai moral dan kemanusiaan.
Menurutnya, kelahiran Pancasila pada bulan Juni harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
Ia menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu terus ditanamkan kepada seluruh anak bangsa agar mampu menghadapi dinamika perubahan yang terjadi, baik di tingkat global, nasional, maupun daerah.
“Pancasila harus menjadi akar sekaligus jangkar. Jangkar yang menjaga bangsa ini agar tidak mudah terombang-ambing oleh berbagai pengaruh dan perubahan zaman. Dengan begitu, nilai-nilai kebangsaan tetap kokoh tertanam dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adnas mengaitkan nilai Pancasila dengan semangat kemanusiaan yang mengedepankan penghormatan terhadap martabat setiap individu.
Ia menekankan pentingnya memperlakukan sesama manusia secara adil tanpa diskriminasi, termasuk memberikan ruang dan hak yang sama bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, negara telah berupaya menghadirkan berbagai fasilitas dan kebijakan yang mendukung kelompok rentan.
Namun, keberhasilan upaya tersebut membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Memanusiakan manusia atau dalam istilah Jawa dikenal dengan ‘nguwongke wong’ harus menjadi budaya bersama. Setiap orang berhak hidup bahagia, memperoleh kesempatan yang sama, serta mendapatkan perlakuan yang bermartabat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, PMI Kota Semarang berharap semangat kemanusiaan yang berlandaskan Pancasila semakin mengakar di tengah masyarakat.
Dengan nilai-nilai tersebut, bangsa Indonesia diharapkan memiliki ketangguhan dan daya tahan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, kemanusiaan, maupun perubahan global di masa depan.
Editor: Mualim






