JEPARA | Kabarjateng.id – Nasib nahas dialami Nurul Yaqin (50), seorang tukang servis pompa air di Kabupaten Jepara.
Saat memperbaiki pompa air di rumah orang tuanya, ia terjatuh ke dalam sumur sedalam sekitar 17 meter.
Beruntung, korban berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dalam kondisi selamat, Jumat (6/11/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Tahunan, Kabupaten Jepara, sekitar pukul 12.30 WIB.
Saat itu, Nurul tengah memperbaiki pompa air di dalam sumur dengan menggunakan papan kayu sebagai tempat berpijak.
Namun, papan tersebut tiba-tiba patah karena diduga tidak mampu menahan berat tubuh korban.
Akibatnya, Nurul terjatuh hingga mencapai dasar sumur.
Kepala Kantor SAR Semarang, Kamal Riswandi, menjelaskan bahwa keberadaan korban pertama kali diketahui setelah anggota keluarganya mendengar teriakan minta tolong dari dalam sumur.
“Diduga papan kayu yang digunakan sebagai pijakan patah karena tidak kuat menahan beban korban. Beruntung, suara korban terdengar oleh pihak keluarga,” ungkap Kamal.
Mengetahui kejadian tersebut, keluarga segera memberikan penerangan menggunakan senter dan mengulurkan tali tambang ke dalam sumur.
Upaya itu dilakukan agar korban dapat berpegangan sembari menunggu pertolongan petugas.
Laporan kejadian diterima Pos SAR Jepara pada pukul 12.45 WIB.
Mendapatkan informasi tersebut, Basarnas Kantor SAR Semarang langsung mengerahkan personel Pos SAR Jepara untuk melakukan operasi penyelamatan bersama tim SAR gabungan.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan proses evakuasi menggunakan peralatan khusus, di antaranya HART, Self Contained Breathing Apparatus (SCBA), serta alat pendeteksi gas atau gas detector.
Setelah sekitar 30 menit melakukan upaya penyelamatan, tim akhirnya berhasil mengangkat Nurul dari dasar sumur dalam keadaan hidup.
Dari pemeriksaan awal, korban diduga mengalami cedera pada bagian kaki dan panggul atau pelvis.
Selanjutnya, korban langsung dibawa ke RSUD Kartini Jepara untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
Kamal mengapresiasi seluruh personel SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut hingga korban berhasil diselamatkan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan pekerjaan yang memiliki risiko kecelakaan, terutama saat berada di area sumur atau ruang terbatas.
“Kami berterima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah bekerja maksimal sehingga korban berhasil dievakuasi dengan selamat. Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap pekerjaan,” pungkasnya. (ks)






