Menu

Mode Gelap
 

Semarang Raya

Update Jalur KAI Grobogan: Dua Jembatan Putus Akses, BNPB Laporkan 9.000 Warga Terdampak Banjir

badge-check


					Jalur rel antara Stasiun Gubug ke Stasiun Karangjati di Kabupaten Grobogan kembali ditutup pada Jumat (24/1/2025) | dok istimewa. Perbesar

Jalur rel antara Stasiun Gubug ke Stasiun Karangjati di Kabupaten Grobogan kembali ditutup pada Jumat (24/1/2025) | dok istimewa.

GROBOGAN, Kabarjateng.id – Update Jalur KAI Grobogan, menunjukkan kondisi kritis, setelah dua titik infrastruktur jembatan terdampak banjir hebat yang melanda wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Titik itu berada pada Jembatan 46 KM 21+9/0 petak jalan Tegowanu-Brumbung serta Jembatan 59 KM 27+9/0 antara Stasiun Gubug-Tegowanu.

Akses jalur itu tidak dapat melancarkan perjalanan kereta api lintas utara.

Gangguan akibat musibah ini juga memiliki pengaruh besar kepada sejumlah perjalanan kereta jarak jauh.

Antara lain akses untuk KA Gumarang relasi Jakarta-Surabaya, KA Jayabaya relasi Jakarta-Malang, dan KA Harina relasi Bandung-Surabaya.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) pun melakukan rekayasa operasional guna mengantisipasi keterlambatan dan keselamatan perjalanan penumpang.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterangan resminya membenarkan banjir melanda Grobogan pada Senin (16/2/2026)

Dan mengganggu jalur kereta api rute Jakarta-Surabaya.

Turut merendam rel kilometer 32 antara Karangjati dan Gubug, akibat curah hujan ekstrem sejak Minggu malam (15/2).

Pemicu Banjir

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan pemicu banjir yakni kiriman air dari beberapa sungai yang meluap bersamaan.

“Banjir terjadi akibat hujan lebat sejak Minggu malam, ditambah kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, serta Sungai Tuntang yang meluap,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (16/2).

Kondisi ini memperparah genangan di sejumlah wilayah permukiman, termasuk Perumahan Permata Hijau di Kecamatan Purwodadi dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Data BNPB juga mencatat tinggi muka air Bendung Sedadi mencapai 26,68 meter dari atas permukaan laut (dpl) dengan status siaga.

Sementara debit dari Pos Menduran mengalami peningkatan signifikan.

Selain itu dari sisi upaya tanggap darurat, memulai langkah evakuasi warga, distribusi logistik hingga penguatan tanggul darurat.

Jumlah Warga Terdampak

Dari tingkat daerah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Grobogan (BPBD) Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, menyampaikan jumlah warga terdampak cukup besar.

“Sebanyak 9.000 kepala keluarga terdampak banjir yang melanda 42 desa di 10 kecamatan. Ini akibat curah hujan tinggi dan limpasan dari sejumlah sungai,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (16/2).

Ia juga menjelaskan banjir terjadi akibat kombinasi hujan intensitas tinggi dan limpasan dari sungai besar, meliputi Glugu, Jajar, Tuntang, Lusi, dan Serang.

Sejumlah tanggul ikut jebol akibat tekanan air yang tinggi, yakni tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari Kecamatan Tegowanu.

Lalu, tanggul Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Klampisan Desa Mojoagung Kecamatan Karangrayung.

Selanjutnya, tanggul Sungai Jratun di Dusun Mbaru Desa Kebonagung Kecamatan Tegowanu, serta dua titik tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding Kecamatan Godong.

Dalam laporan peristiwa ini, tidak hanya menjadi persoalan infrastruktur transportasi, tetapi juga memperlihatkan kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi.

Warga juga menghadapi kerugian material, ancaman kesehatan, hingga ketidakpastian pemulihan ekonomi pascabencana.

Dari update jalur KAI Grobogan, Sementara perbaikan jalur juga diperkirakan membutuhkan waktu dan pengamanan ekstra sebelum operasional kembali normal.

 

Tim Editorial: Wahyu Hamijaya

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

2.570 Lentera Waisak Terangi Langit Borobudur, Simbol Perdamaian dan Persatuan Bangsa

1 Juni 2026 - 12:34 WIB

Agustina Abadikan HJKS ke-479 Melalui Sampul Peringatan Filateli

1 Juni 2026 - 09:47 WIB

Presiden Panen Raya Udang di Kebumen, Luthfi Nilai Perikanan Jateng Kian Prospektif

23 Mei 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Percepat Penanganan Banjir Plumbon, Warga Terdampak Dapat Bantuan dan Huntara

21 Mei 2026 - 01:24 WIB

1 Zulhijjah 1447 H Resmi 18 Mei 2026, Iduladha Jatuh pada 27 Mei

18 Mei 2026 - 12:27 WIB

Unwahas Resmi Buka Dua Prodi Baru, Teknik Pertambangan dan Fisioterapi

11 Mei 2026 - 05:31 WIB

Trending di KABAR JATENG