SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memiliki komitmen menghadirkan Bus Listrik Trans Semarang sebagai target transformasi layanan publik ramah lingkungan pada akhir tahun 2026.
Dalam hal ini, Pemkot Semarang targetkan Bus Listrik Trans Semarang siap operasional pada akhir tahun, setelah melalui tahapan uji coba, evaluasi teknis, serta pembenahan infrastruktur pendukung.
Transformasi Bus Listrik Trans Semarang juga menjadi langkah strategis menggantikan armada diesel menuju electric vehicle (EV).
Program Bus Listrik Trans Semarang juga masuk dalam perencanaan dan penganggaran transportasi publik melalui Dinas Perhubungan Kota Semarang.
Yakni mengacu pada road map pengembangan transportasi publik jangka panjang.
Siap Secara Sistematis
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan bahwa perubahan menuju Bus Listrik Trans Semarang sudah siap secara sistematis, baik dari sisi kebijakan maupun anggaran.
“Iya jadi Pemkot Semarang siap dengan rencana dan anggaran mengubah penggunaan bus diesel ke bus elektronik,” ujarnya usai mengecek kesiapan uji coba EV Bus Listrik Trans Semarang, Jumat (13/2) pagi.
Ia menambahkan bahwa pengembangan Bus Listrik Trans Semarang sepenuhnya mengacu pada arah kebijakan transportasi masa depan.
“Itu mengacu pada road map Kota Semarang untuk transportasi publik ke depan,” katanya.
Tahapan awal implementasi Bus Listrik Trans Semarang, lanjutnya, juga masih fokus pada Koridor 1.
Koridor ini sebagai proyek percontohan evaluasi teknis secara terukur sebelum memperluas ke koridor lain.
“Tahapan penggunaan uji coba dan realisasinya nanti memang hanya koridor 1 yakni Mangkang-Penggaron,” jelas Danang.
Selain pembaruan armada, Danang menerangkan bahwa Pemkot Semarang juga akan membenahi infrastruktur halte.
Tujuannya mendukung kenyamanan dan aksesibilitas penumpang Bus Listrik Trans Semarang.
“Untuk infrastrukturnya, pemkot akan melakukan perbaikan titik-titik halte agar lebih nyaman untuk masyarakat dan penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa desain armada sebelumnya menyulitkan sebagian pengguna, khususnya lansia dan penyandang disabilitas.
“Itu karena dulu kan bentuk Bus Trans Semarang low deck, jadi masyarakat seperti lansia dan penyandang disabilitas kesulitan,” tambahnya.
Dengan spesifikasi armada baru dan penyesuaian halte, akses keluar masuk penumpang diharapkan Danang Kurniawan dapat lebih mudah dan aman.
“Kalau sekarang sudah high deck, tujuannya perbaikan halte ini tentu memudahkan masyarakat untuk akses kenyamanannya,” pungkas Danang.
Danang Kurniawan juga menegaskan bahwa seluruh tahapan merupakan bagian dari agenda besar akhir tahun Pemkot Semarang.
Dengan salah satu agenda Pemkot Semarang targetkan Bus Listrik Trans Semarang resmi beroperasi pada akhir tahun 2026.
“Untuk agenda perencanaan EV bus listrik, akan ada peresmian menjelang akhir tahun ini,” ungkapnya.

President Director INVI PT Energi Makmur Buana, Alif Sasetyo | foto: tim Kabarjateng.id
Performa Bus Listrik
Sementara itu, President Director INVI PT Energi Makmur Buana, Alif Sasetyo, menekankan pentingnya uji coba lapangan, memastikan performa Bus Listrik Trans Semarang benar-benar optimal.
“Jadi dari atas kertas verifikasi untuk uji coba kan bagus, tapi kita mau lihat juga kondisi real lapangan seperti apa,” ujarnya.
Menurutnya, data hasil uji coba Bus Listrik Trans Semarang akan menjadi dasar penyempurnaan sistem.
“Dari sini akan ada data-data soal uji coba, lalu kami improve menjadi lebih baik,” lanjutnya.
Ia juga menyebut bahwa Kota Semarang menjadi daerah baru dalam ekspansi pengembangan armada listrik yang mereka dukung.
“Kota Semarang baru pertama kali, tapi kami sudah hadir ke kota lain. Ada Medan dan Surabaya,” jelasnya.
Dari sisi teknologi, INVI memastikan dukungan sertifikasi teknisi, menjamin kualitas sistem pengisian daya dan ketahanan baterai Bus Listrik Trans Semarang.
“Dan untuk teknologi charge batterai, kami menyediakan teknisi sertifikasi, memastikan kendaraan tahan lama,” katanya.
Kemampuan jarak tempuh juga menjadi salah satu keunggulan utama teknologi INVI menunjang program Bus Listrik Trans Semarang.
“Kami memastikan jarak tempuh teknologi baterai INVI, bisa menempuh jarak hingga 250 kilometer,” pungkas Alif.
Pada akhir agenda uji coba, INVI secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan BLU Trans Semarang.
Hal itu sebagai bagian dari komitmen pengembangan Bus Listrik Trans Semarang.
Penandatanganan juga menandai langkah konkret kerja sama operasional menuju implementasi penuh EV bus listrik di Kota Semarang.
Selain INVI, Pemkot Semarang juga mendapat dukungan penyedia jasa lain dalam pengembangan Bus Listrik Trans Semarang.
INVI bersama VKTR dan Karoseri Laksana melakukan kolaborasi uji coba bus listrik Koridor 1 Trans Semarang, yakni Terminal Mangkang-Terminal Penggaron, pada Februari 2026.
Nantinya, Bus Listrik Trans Semarang merupakan hasil kolaborasi industri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen.
Dalam kolaborasi tersebut, Karoseri Laksana memegang peran krusial sebagai pembuat bodi bus listrik Trans Semarang.
Penulis: Kabarjateng.id
Tim Editor: Wahyu Hamijaya






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.