Rakernas 2026, APSI Dorong Satpam Lebih Profesional dan Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

Jumat, 30 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarjateng.id – Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menjadikan peningkatan kualitas sumber daya manusia, profesionalisme, dan kesejahteraan anggota sebagai prioritas dalam pengembangan organisasi ke depan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APSI 2026 yang digelar bersamaan dengan Seminar Security dan peringatan HUT ke-25 APSI.

Kegiatan berlangsung di Hotel Novotel Kota Semarang dan Griya Persada, Kabupaten Semarang, Kamis (29/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026).

Rakernas yang diinisiasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APSI) tersebut diikuti 75 delegasi dari berbagai daerah.

Peserta datang dari sejumlah wilayah, mulai Sumatera, Banten, Lampung, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Papua.

Ketua Umum APSI, A Aziz Said, menyampaikan bahwa pertemuan nasional tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menyusun program strategis dalam menghadapi perkembangan industri keamanan.

Menurutnya, APSI harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kemampuan, perlindungan, serta kesejahteraan tenaga pengamanan di Indonesia.

“Rakernas ini harus menjadi momentum untuk memastikan bahwa APSI tidak hanya tumbuh sebagai organisasi, tetapi juga berkembang sebagai kekuatan profesi yang mampu meningkatkan kompetensi, memperjuangkan martabat dan kesejahteraan Satpam, serta membangun kolaborasi yang lebih luas,” ujar A Aziz, Jumat (30/10/2026).

Baca Juga  Joko Susilo Dorong LOFF Jadi Motor Pengembangan Perfilman Semarang

Ia menjelaskan, perubahan lingkungan keamanan menuntut anggota Satpam memiliki kemampuan yang terus berkembang.

Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengamanan fisik, tetapi juga mencakup perkembangan teknologi, transformasi digital, serta pola ancaman yang semakin beragam.

Saat ini, kebutuhan tenaga pengamanan profesional semakin luas. Satpam tidak hanya dibutuhkan di perkantoran dan pusat perbelanjaan, tetapi juga di kawasan industri, fasilitas strategis, serta berbagai objek vital dan lingkungan usaha.

Karena itu, APSI dituntut tidak sekadar memperluas jaringan organisasi. Peningkatan standar kompetensi, pembinaan etika profesi, kualitas pelayanan, serta pemenuhan hak dan kesejahteraan anggota harus menjadi bagian penting dari program kerja.

Sejak bertransformasi menjadi Asosiasi Profesi Satpam Indonesia pada 1 November 2018, APSI terus berupaya memperkuat eksistensi dan pengakuan terhadap profesi Satpam.

Ke depan, organisasi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang baik dan kualitas pelayanan anggotanya.

Ketua Dewan Penasihat APSI, Komjen Pol (Purn) Ahwil Luthan, S.H., MBA., MM., menilai perubahan situasi keamanan global harus menjadi perhatian serius organisasi profesi Satpam.

Baca Juga  DPRD Kota Semarang Ingatkan Pembangunan Jangan Hanya Berpusat di Kota, Lingkungan RT-RW Harus Diperhatikan

Ia mengatakan, kemampuan tenaga pengamanan perlu terus ditingkatkan agar mampu menghadapi berbagai risiko yang berkembang.

Penguasaan pengamanan fisik harus dilengkapi keterampilan mitigasi risiko, komunikasi, penanganan kondisi darurat, perlindungan informasi, serta pemanfaatan teknologi keamanan.

Ahwil juga mengingatkan bahwa setiap pelaksanaan tugas pengamanan harus berlandaskan hukum, menjunjung tinggi profesionalisme, dan menghormati hak asasi manusia.

Untuk memperkuat kualitas profesi, ia mendorong APSI membangun kerja sama yang lebih luas dengan Polri, pemerintah, perusahaan jasa pengamanan, pengguna jasa, serta lembaga pendidikan dan pelatihan.

Sinergi antarpihak tersebut diperlukan agar pembinaan dan peningkatan kemampuan Satpam sesuai dengan standar serta kebutuhan di lapangan.

APSI juga dinilai memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring internasional melalui pertukaran informasi, studi banding, dan pembelajaran praktik pengelolaan keamanan dari berbagai negara.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Potensi Masyarakat (Dirbinpotmas) Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol Muhammad Rudy Syarifudin, S.I.K., S.H., yang mewakili Dewan Pembina APSI, berharap Rakernas mampu menghasilkan keputusan yang dapat diterapkan secara nyata.

Ia menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang jelas, terukur, dan berkesinambungan.

Baca Juga  Kebakaran Berulang di TPA Jatibarang, DPRD Kota Semarang Desak Penghentian Open Dumping

Beberapa hal yang perlu diperkuat di antaranya pembenahan organisasi dari pusat hingga daerah, peningkatan kompetensi dan sertifikasi, pembinaan kode etik, advokasi anggota, serta pengembangan kemitraan di bidang keamanan.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antarpengurus juga harus berjalan baik agar kebijakan organisasi dapat dilaksanakan secara konsisten di seluruh daerah.

Kekuatan organisasi, lanjutnya, tidak hanya ditentukan oleh banyaknya anggota maupun kelengkapan struktur kepengurusan.

Kesamaan visi, integritas, dan kemampuan memberikan manfaat bagi anggota menjadi faktor penting dalam membangun organisasi yang solid.

Melalui Rakernas 2026, APSI diharapkan mampu merumuskan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan profesi Satpam yang semakin berkembang.

Hasil pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada rumusan program, tetapi diwujudkan melalui pelaksanaan, evaluasi, dan pertanggungjawaban yang jelas.

Dengan konsolidasi nasional yang semakin kuat, APSI diharapkan dapat menjadi wadah aspirasi sekaligus motor penggerak peningkatan kualitas tenaga pengamanan di Indonesia.

Momentum 25 tahun perjalanan organisasi ini juga diharapkan memperkuat posisi Satpam sebagai profesi yang profesional, berintegritas, dan memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya keamanan serta ketertiban masyarakat. (lim)

Berita Terkait

Hujan Mulai Mengguyur Jateng, Ahmad Luthfi Kejar Target Produksi 11 Juta Ton Padi
Buntut Penggeledahan Dua Lokasi di Sukoharjo dan Karanganyar, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Dapat Pendampingan
Bus PO Tunggal Dara Terbakar di Tol Bawen-Ungaran, Seluruh Penumpang Selamat
Kapolda Jateng Ungkap Alasan Penggeledahan di Sukoharjo, 19 Perempuan dan Anak Dapat Pendampingan
Polres Semarang Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Tanam Pohon di Alun-Alun Ungaran Timur
Baru Dua Hari Menjabat, Kapolsek Kaliwungu Ungkap Dua Kasus Dugaan Judi Online
Bawaslu Kota Semarang Borong Empat Penghargaan dan Dinobatkan sebagai Juara Umum Kompetisi Kelas Sengketa Jawa Tengah 2026
Tak Bisa Berangkat Mendadak? Begini Cara Membatalkan Tiket Kereta Lewat Access by KAI

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Hujan Mulai Mengguyur Jateng, Ahmad Luthfi Kejar Target Produksi 11 Juta Ton Padi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Buntut Penggeledahan Dua Lokasi di Sukoharjo dan Karanganyar, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Dapat Pendampingan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:55 WIB

Bus PO Tunggal Dara Terbakar di Tol Bawen-Ungaran, Seluruh Penumpang Selamat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Polres Semarang Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Tanam Pohon di Alun-Alun Ungaran Timur

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Rakernas 2026, APSI Dorong Satpam Lebih Profesional dan Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Baru Dua Hari Menjabat, Kapolsek Kaliwungu Ungkap Dua Kasus Dugaan Judi Online

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Bawaslu Kota Semarang Borong Empat Penghargaan dan Dinobatkan sebagai Juara Umum Kompetisi Kelas Sengketa Jawa Tengah 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:51 WIB

Tak Bisa Berangkat Mendadak? Begini Cara Membatalkan Tiket Kereta Lewat Access by KAI

Berita Terbaru