Menu

Mode Gelap
 

Politik

Cuitan Partai “K” Noel, Purbaya Sebut Masih Kelas “Kecil”

badge-check


					Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa diberikan cinderamata Asian Develpoment Bank (ADB) di kantornya | sumber: instagram Menkeu RI Perbesar

Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa diberikan cinderamata Asian Develpoment Bank (ADB) di kantornya | sumber: instagram Menkeu RI

JAKARTA, Kabarjateng.id – Cuitan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel kembali menjadi sorotan publik.

“Cuitan Noel” menyinggung dugaan praktik bisnis gelap yang ia sebut jarang masuk ke aparat penegak hukum serta kemungkinan menyeret banyak pihak.

Hal itu Noel sampaikan kepada awak media usai menjalani sidang dari Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/1).

Dalam keterangannya, Noel menyebut adanya jaringan “Bandit Bisnis Gelap”, dugaannya memiliki hubungan dengan organisasi massa dan partai politik.

Cuitan Noel menyebut adanya aliran dana gelap yang selama ini gerakannya sistematis.

“Ada keterlibatan ormas juga. Sementara clue-nya partai yang ada huruf ‘K’. Itu dulu,” ujar Noel, menegaskan isi cuitan yang ia sampaikan.

Menurut Noel, cuitan itu muncul karena dirinya merasa ada pihak-pihak resah sejak ia menjabat sebagai Wamenaker.

Noel juga menyebut, adanya lintas kepentingan bisnis gelap yang merasa gelisah oleh kebijakan dan sikap tegasnya ketika menjabat.

Dalam cuitan Noel, ia menggambarkan kondisi sebagai “bandit-bandit yang pestanya terganggu”.

“Bandit-bandit terganggu pestanya. Kalian tahu siapa, biasa main baju-baju gelap, dan mesin-mesin gelap,” ungkap Noel, mengutip isi cuitan yang ramai jadi perbincangan.

Lebih jauh, Noel menilai bahwa para pelaku bisnis gelap tidak segan-segan menekan pejabat publik yang telah mengganggu kepentingan mereka.

Dalam cuitan lanjutan, Noel menyebut akan ada pejabat publik lain yang menjadi target, utamanya pejabat era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu nama yang ia sebut dalam cuitan dan pernyataannya adalah Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa.

Noel mengaku menerima kabar adanya skenario “Purbaya di-Noel-kan”, yang menjadi makn upaya kriminalisasi pejabat publik karena membuka tabir bisnis gelap mereka.

Kasus Thrifting

Noel juga mengaitkan isu ini dengan kasus thrifting.

Menurut Noel, sektor thrifting hanyalah bagian kecil dari jaringan bisnis yang lebih besar.

Cuitan Noel menyebut potensi kerugian negara dari praktik itu bisa mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah.

“Iyalah masuk itu, thrifting. Gampang tracking kok. Masih kecil itu, belum yang lain-lain, triliunan,” kata Noel usai sidang kasus pemerasan K3 yang menjerat dirinya.

Perbedaan Posisi

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons santai cuitan Noel dan pernyataan Noel yang menyeret namanya.

Purbaya menegaskan dirinya tidak khawatir karena merasa tidak pernah menerima aliran dana apa pun dari praktik ilegal.

“Biar aja. Kan gue nggak terima duit. Kalau Noel kan terima,” ujar Purbaya kepada awak media dari Jakarta.

Purbaya juga menyindir perbedaan posisi dan tanggung jawab antara dirinya dan Noel.

Menurut Purbaya, skala jabatan dan tanggung jawab yang ia emban jauh lebih besar, sehingga isu tidaklah sebanding.

“Dan saya gede gajinya. Jadi mungkin kelasnya kecil,” ucap Purbaya menutup pernyataannya.

 

Tim Editor: Wahyu Hamijaya

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Kebakaran Hebat Terjang Pasar Modern BSB, Diduga Berawal dari Tabung Gas Bocor

26 Juli 2026 - 13:00 WIB

Festival Tongtek Kabumi Desa Bringin Jepara Berlangsung Meriah

26 Juli 2026 - 09:51 WIB

Asri FC Juara Wurja Cup Jilid I 2026 Usai Taklukkan PGRI Paguyangan FC 2-1 di Laga Final

26 Juli 2026 - 09:44 WIB

Polsek Adiwerna Gencarkan Edukasi Anti-Bullying, Ratusan Siswa SDN 1 Penarukan Diberi Pemahaman Sejak Dini

25 Juli 2026 - 21:18 WIB

Ahmad Luthfi Dorong IWAPI Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan dan UMKM Naik Kelas

25 Juli 2026 - 20:08 WIB

RSU Siti Asiyah Bumiayu Hadirkan Layanan Dokter Spesialis Gratis Melalui Program SPELING

25 Juli 2026 - 18:54 WIB

Trending di Daerah