DEMAK | Kabarjateng.id – Kematian seorang pelajar berinisial MS (15) di Kabupaten Demak masih menjadi perhatian polisi. Korban meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk serius di bagian dada.
MS diketahui merupakan pelajar MA Annur Bakalrejo, Kecamatan Guntur.
Sebelum meninggal, korban sempat dibawa ke Charlie Hospital Karangtengah pada Rabu (9/9/2026).
Korban diantar dua orang ke rumah sakit. Kepada pihak rumah sakit, keduanya menyampaikan bahwa MS mengalami kecelakaan.
Namun, dokter yang melakukan pemeriksaan menemukan kondisi luka yang tidak lazim.
Luka pada dada korban justru menunjukkan ciri-ciri akibat benda tajam.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian.
Petugas Polsek Karangtengah langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab sebenarnya korban mengalami luka tersebut.
Kasi Humas Polres Demak Iptu Rudi Tri Sayogo mengatakan kondisi MS terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Dokter jaga curiga karena luka pada korban tidak menggambarkan sebuah kecelakaan, tetapi akibat senjata tajam,” ujar Rudi, Kamis (10/9/2026).
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak.
Pemeriksaan autopsi dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan tingkat keparahan luka.
Dari pemeriksaan forensik diketahui luka tusuk di dada korban cukup dalam dan menembus organ dalam, termasuk jantung.
Kondisi tersebut menyebabkan pendarahan hebat hingga berujung pada kematian.
Polisi selanjutnya memeriksa sejumlah saksi guna merangkai kronologi kejadian.
Dua orang yang mengantarkan korban ke rumah sakit juga turut dimintai keterangan.
Selain itu, penyidik tengah menelusuri informasi mengenai dugaan tantangan duel antarkelompok yang disebut beredar melalui media sosial sebelum kejadian.
Dugaan awal, peristiwa tersebut melibatkan dua kelompok.
Polisi masih menggali bagaimana komunikasi kedua kelompok, waktu pertemuan, hingga lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya duel.
Dalam proses penyelidikan, petugas menemukan barang bukti berupa senjata tajam jenis sabit atau celurit yang patah di lokasi yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Sementara itu, senjata yang diduga digunakan oleh pihak lainnya hingga kini masih dicari polisi.
Rudi menegaskan penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti pendukung untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian.
“Kami masih mendalami keterangan para saksi, termasuk informasi terkait tantangan melalui media sosial, waktu dan lokasi kejadian, serta senjata yang digunakan. Penyidik masih bekerja untuk mengungkap secara utuh peristiwa ini,” kata Rudi. (lim)






