SEMARANG | Kabarjateng.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menyiapkan perubahan pola perjalanan kereta api melalui pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026 mulai 1 Desember mendatang.
Dalam skema terbaru tersebut, jumlah perjalanan kereta api di wilayah Daop 4 Semarang meningkat menjadi 150 perjalanan setiap hari, dari sebelumnya 134 perjalanan berdasarkan GAPEKA 2025.
Peningkatan ini mencakup layanan kereta api penumpang maupun angkutan barang.
Dari total tersebut, sebanyak 108 perjalanan merupakan KA penumpang, sedangkan 42 perjalanan lainnya melayani angkutan barang.
Untuk KA penumpang, frekuensi perjalanan bertambah dari 100 menjadi 108 perjalanan.
Jumlah perjalanan reguler naik dari 94 menjadi 100 perjalanan, sementara perjalanan fakultatif meningkat dari enam menjadi delapan perjalanan.
Adapun layanan angkutan barang mengalami kenaikan dari 34 menjadi 42 perjalanan. Pada pola operasi terbaru, terdapat 26 perjalanan reguler dan 16 perjalanan fakultatif.
Penerapan GAPEKA 2026 tidak hanya menambah frekuensi perjalanan, tetapi juga membawa sejumlah perubahan, mulai dari penyesuaian rute, jadwal keberangkatan, nama kereta api hingga stasiun pemberhentian.
Salah satu layanan baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat adalah KA Pandawa dengan rute Semarang–Solo–Yogyakarta pulang pergi.
Kereta ini dijadwalkan melayani dua perjalanan dari Semarang menuju Yogyakarta dan dua perjalanan dari Yogyakarta menuju Semarang.
Kehadiran KA Pandawa diharapkan memberikan pilihan transportasi tambahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antarkota di kawasan Semarang, Solo, dan Yogyakarta.
Perubahan rute juga terjadi pada KA Kedungsepur. Jika sebelumnya melayani perjalanan Semarang Poncol–Ngrombo sebanyak dua kali pulang pergi, mulai GAPEKA 2026 relasinya berubah menjadi Weleri–Ngrombo dengan frekuensi yang sama.
Selain itu, KAI melakukan penyederhanaan nama sejumlah kereta api jarak jauh yang melintas di wilayah Daop 4 Semarang.
KA Dharmawangsa Ekspres berganti menjadi Dharmawangsa, Blambangan Ekspres menjadi Blambangan, Banyubiru Ekspres menjadi Banyubiru, serta Ambarawa Ekspres menjadi Ambarawa.
Penyesuaian juga menyentuh waktu keberangkatan sejumlah kereta. KA Tawang Jaya Premium relasi Semarang–Pasarsenen, misalnya, yang sebelumnya berangkat pukul 14.15 WIB akan dimajukan menjadi pukul 13.30 WIB.
Sementara itu, jadwal salah satu perjalanan KA Kamandaka relasi Semarang–Purwokerto berubah dari pukul 06.00 WIB menjadi pukul 07.10 WIB.
Dari sisi pelayanan stasiun, terdapat pula perubahan jumlah kereta yang berhenti.
Stasiun Tegal menjadi salah satu stasiun yang mengalami peningkatan frekuensi pemberhentian, dari sebelumnya 76 perjalanan menjadi 78 perjalanan.
KAI Daop 4 Semarang mengingatkan calon penumpang agar tidak hanya memperhatikan tanggal keberangkatan, tetapi juga memastikan kembali jadwal, rute, dan stasiun tujuan sesuai ketentuan GAPEKA terbaru.
Pemesanan tiket untuk perjalanan dengan jadwal GAPEKA 2026 telah dibuka sejak 1 November 2026.
Tiket dapat diperoleh melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, serta berbagai kanal penjualan resmi lainnya.
Dengan perubahan pola operasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan lebih awal dan menghindari kesalahan jadwal saat menuju stasiun. GAPEKA 2026 mulai diterapkan secara resmi pada 1 Desember 2026. (dkp)






