Menu

Mode Gelap
 

Kesehatan

Wagub Jateng Dorong Jamu Tradisional Jadi Tren Anak Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif

badge-check


					Wagub Jateng Dorong Jamu Tradisional Jadi Tren Anak Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif Perbesar

SEMARANG | Kabarjateng.id – Potensi besar industri jamu tradisional di Jawa Tengah dinilai mampu menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi kreatif sekaligus mendorong gaya hidup sehat di masyarakat.

Untuk itu, pengembangan sektor ini perlu melibatkan generasi muda agar jamu semakin dikenal dan diminati lintas usia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri konferensi pers hasil Intensifikasi Nasional Pengawasan Obat Bahan Alam dan Suplemen Kesehatan dalam rangka Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.

Menurut Taj Yasin, jamu tidak lagi sekadar minuman tradisional, tetapi memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi tinggi.

Ia mencontohkan sejumlah daerah di Jawa Tengah yang mulai mengemas jamu dengan konsep modern sehingga lebih dekat dengan kalangan muda.

“Di beberapa kota seperti Solo, Sukoharjo, dan Semarang, jamu kini hadir di kafe-kafe dengan konsep yang menarik. Tempat-tempat tersebut menjadi ruang berkumpul anak muda sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya berupa jamu tradisional,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menilai meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pascapandemi Covid-19 menjadi momentum penting untuk mengembangkan industri jamu.

Selain menyehatkan, sektor ini juga mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih produk jamu.

Menurutnya, masih ditemukan produk yang dicampur bahan kimia obat (BKO) yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, mendukung penuh langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam melakukan pengawasan sekaligus pembinaan terhadap pelaku usaha jamu.

Pendekatan edukatif dinilai penting agar para pelaku usaha memahami standar keamanan produk yang harus dipenuhi.

“Pendampingan kepada UMKM sangat diperlukan agar proses peracikan, pengolahan, hingga pemasaran jamu dapat dilakukan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat yang aman bagi masyarakat,” kata Gus Yasin.

Sementara itu, Kepala BPOM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi percontohan Program IDAMAN karena memiliki tradisi konsumsi jamu yang kuat dan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat.

Menurutnya, potensi jamu Indonesia sangat besar untuk menembus pasar nasional maupun internasional.

Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan pengawasan ketat guna menjaga kualitas dan kepercayaan publik terhadap produk herbal dalam negeri.

Data BPOM menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 dilakukan pengujian terhadap 11.654 produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan.

Hasilnya, sebanyak 206 produk terbukti mengandung bahan kimia obat yang tidak seharusnya terdapat dalam jamu.

Selain itu, patroli siber BPOM menemukan lebih dari 39 ribu transaksi penjualan obat bahan alam ilegal atau produk yang tidak memenuhi ketentuan.

Temuan tersebut dinilai berpotensi merusak reputasi jamu Indonesia yang selama ini dikenal sebagai warisan budaya sekaligus alternatif pengobatan tradisional.

Di wilayah Semarang, BPOM juga menemukan 147 item produk obat bahan alam yang diduga mengandung BKO atau tidak memiliki izin edar.

Total barang yang diamankan mencapai 13.263 kemasan dengan nilai ekonomi sekitar Rp385 juta.

Tak hanya itu, selama periode 2025 hingga 2026, BPOM telah memeriksa 119 sarana di Jawa Tengah dan menemukan lebih dari 10 ribu produk obat bahan alam yang mengandung bahan kimia obat dengan nilai mencapai Rp500 juta.

Taruna menegaskan, BPOM akan terus melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang ditemukan.

Di sisi lain, lembaganya tetap memberikan pendampingan kepada pelaku usaha yang berkomitmen menghasilkan produk jamu yang aman dan berkualitas.

“Jamu memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Karena itu, reputasi dan keamanannya harus dijaga bersama. Ini merupakan warisan budaya bangsa yang perlu kita kembangkan hingga mampu bersaing di pasar global,” tegasnya. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polres Salatiga Resmikan Monumen Edukasi Anti Knalpot Brong di SMKN 3 Salatiga

10 Juni 2026 - 18:55 WIB

Alih Fungsi Sawah Jadi Tambak Udang di Batang Berujung Pidana, Polda Jateng Tetapkan Pengusaha Sebagai Tersangka

10 Juni 2026 - 18:34 WIB

Pemprov Jateng Percepat Perbaikan Jalan Randublatung–Cepu, Ditargetkan Rampung Akhir Juli 2026

10 Juni 2026 - 16:02 WIB

Mahasiswa Informasi dan Humas Undip Berkolaborasi dengan Warung Pak Suramto Dukung Pelaksanaan Idul Adha Melalui Program CSR

10 Juni 2026 - 15:25 WIB

Rocket Chicken Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Panti Asuhan Muawanah Semarang

10 Juni 2026 - 15:14 WIB

Pria Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

10 Juni 2026 - 13:06 WIB

Trending di KABAR JATENG