TEGAL | kabarjateng.id – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari aksi perundungan terus dilakukan Polsek Adiwerna, Polres Tegal.
Melalui kegiatan sosialisasi anti-bullying, ratusan siswa SD Negeri 1 Penarukan, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya menghormati sesama dan mencegah segala bentuk perundungan.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (24/7/2026) di halaman sekolah tersebut diikuti Kepala SD Negeri 1 Penarukan Abida Musyarofah, S.Pd.SD, jajaran guru, Bhabinkamtibmas Desa Penarukan Aiptu Harpuwoto, serta sebanyak 221 siswa dari kelas I hingga kelas VI.
Dalam penyuluhan itu, para siswa dikenalkan dengan berbagai bentuk perundungan, mulai dari tindakan fisik, verbal, hingga perundungan melalui media sosial.
Selain itu, mereka juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif bullying terhadap korban maupun pelaku, sekaligus diajak untuk membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan berani melaporkan jika mengetahui atau mengalami tindakan perundungan.
Kapolsek Adiwerna AKP S. Ibnu Akbar, S.H., M.H., menegaskan bahwa pembentukan karakter positif harus dimulai sejak usia sekolah agar anak-anak dapat tumbuh di lingkungan yang sehat dan kondusif.
“Perundungan bukan persoalan yang bisa dianggap remeh karena dapat meninggalkan dampak psikologis yang serius bagi anak. Kami mengajak seluruh siswa untuk saling menghargai, saling menyayangi, serta menolak segala bentuk bullying. Polri akan terus hadir memberikan edukasi sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua, masyarakat, dan aparat kepolisian.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen Polri Presisi dalam mengedepankan langkah preventif melalui pendekatan humanis, khususnya dalam memberikan perlindungan dan pembinaan kepada anak-anak di lingkungan pendidikan. (Muhrodi)






