Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah · 21 Feb 2026 17:05 WIB

9 Daerah Ajukan Diri Jadi Kawasan Industri, Jawa Tengah Bidik Pusat Pertumbuhan Baru


					9 Daerah Ajukan Diri Jadi Kawasan Industri, Jawa Tengah Bidik Pusat Pertumbuhan Baru Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat pembentukan sembilan kabupaten/kota sebagai kawasan industri baru untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendukung penuh langkah tersebut dan siap mengawal sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah agar iklim investasi semakin kondusif.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan penguatan kawasan industri menjadi strategi utama dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayahnya.

“Kunjungan ini menjadi panduan bagi kita untuk memperkuat langkah-langkah strategis ke depan,” ujar Ahmad Luthfi usai menerima kunjungan kerja reses Komisi VII di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat, 20 Februari 2026.

Ia menjelaskan, sembilan daerah mengajukan diri sebagai kawasan industri dengan menyesuaikan potensi masing-masing wilayah.

Melalui pendekatan berbasis potensi lokal, pemerintah mendorong pengembangan industri agar tidak terpusat di satu kawasan, tetapi tersebar dan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja.

“Macam-macam, tergantung wilayah dan potensi wilayahnya,” kata Gubernur.

Sembilan daerah yang berpotensi menjadi kawasan industri meliputi Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Demak, Kendal, Batang, Brebes, Cilacap, Banyumas, dan Kebumen.

Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif

Selain kawasan industri, Pemprov Jateng juga memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang jumlahnya hampir empat juta unit.

Ahmad Luthfi menilai UMKM harus menjadi fondasi ekonomi daerah sekaligus naik kelas melalui pendampingan, akses permodalan, serta perluasan pasar.

“Ini harus tumbuh kembang menjadi perekonomian penggerak di basis bawah. Sehingga perlu ada pendampingan, modal, kemudian pemasaran, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemprov Jateng memproyeksikan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru yang mampu menciptakan lapangan kerja mandiri.

Pemerintah provinsi juga memastikan penguatan terhadap lebih dari 1.000 desa wisata terus berjalan melalui pembinaan teknis, pengelolaan, pendanaan, dan promosi berkelanjutan.

“Seribu desa wisata sudah kita ciptakan. Tidak bisa kita lepas begitu saja. Harus ada pembinaan teknis, penguatan pemasaran, pendanaan, pengelolaan, dan promosi,” tegas Luthfi.

Jawa Tengah Jadi Primadona Relokasi Industri

Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menyatakan DPR siap mengawal penguatan kawasan industri di Jawa Tengah, termasuk mendorong penyempurnaan regulasi jika diperlukan.

Ia menyebut Jawa Tengah kini menjadi tujuan relokasi industri dari sejumlah daerah lain, terutama karena faktor upah yang kompetitif dan ketersediaan lahan.

“Jawa Tengah sekarang menjadi primadona investasi. Kawasan industri berkembang luar biasa, termasuk di Batang. Industri dari Jawa Barat dan Jakarta pasti bergeser ke Jawa Tengah karena upah kompetitif dan lahan masih tersedia,” ujarnya.

DPR juga menekankan pentingnya integrasi UMKM dengan ekosistem industri dan ekonomi kreatif agar pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan masuk dalam rantai pasok industri nasional.

Dengan dukungan legislatif dan penguatan kebijakan daerah, Jawa Tengah membidik transformasi ekonomi berbasis industri, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata sebagai pilar utama pertumbuhan berkelanjutan. (dkp)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Viral Truk Overload, Satlantas Polres Semarang Turun Tangan dan Beri Sanksi Tegas

16 April 2026 - 06:48 WIB

Dukung Program Bangga Kencana, Sekda Jateng Ajak Perkuat Peran Keluarga

16 April 2026 - 06:27 WIB

Benang Sederhana, Ruang Kreativitas di Tengah Padatnya Profesi

16 April 2026 - 06:13 WIB

Hiace Hantam Truk di Tol Semarang–Solo, Dua Orang Meninggal Dunia

15 April 2026 - 23:54 WIB

Pemkab Demak Resmikan Desa Binaan Imigrasi di Mranggen, Perkuat Edukasi Paspor dan Cegah TPPO

15 April 2026 - 23:42 WIB

Truk Tanpa Plat dan Diduga Overload Melintas di Bergas, Pengawasan Dipertanyakan

15 April 2026 - 18:23 WIB

Trending di Daerah