SURAKARTA | kabarjateng.id – Peringatan Hari Koperasi (Harkop) ke-79 Tingkat Provinsi Jawa Tengah resmi dimulai di kawasan Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (11/7).
Kegiatan yang mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” menjadi momentum untuk memperkuat peran koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan.
Pembukaan acara dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, didampingi Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Tengah, Sri Hartini, serta Ketua Harian Dekopinwil Jateng, Andang Wahyu Triyanto.
Rangkaian kegiatan turut dimeriahkan dengan bazar UMKM yang menghadirkan produk unggulan dari berbagai daerah.
Acara tersebut dihadiri para pengurus koperasi, kepala dinas yang membidangi koperasi dan UMKM dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, serta pelaku usaha mikro yang memamerkan beragam hasil produksi lokal.
Ketua Dekopinwil Jawa Tengah, Sri Hartini, menegaskan bahwa Hari Koperasi tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat kembali nilai-nilai dasar koperasi yang mengedepankan kebersamaan, gotong royong, dan kesejahteraan anggota.
Menurutnya, koperasi perlu terus berbenah agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip yang menjadi identitasnya.
Profesionalisme, tata kelola yang baik, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar koperasi semakin kompetitif.
“Koperasi harus menjadi wadah yang memberikan manfaat nyata bagi anggotanya sekaligus mampu berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Sri Hartini.
Ia juga mengajak seluruh insan koperasi untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak seiring upaya pemerintah memperkuat kelembagaan koperasi hingga tingkat desa dan kelurahan.
Sementara itu, Sekda Jawa Tengah Sumarno memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Harkop ke-79 yang mempertemukan gerakan koperasi dengan pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Ia menekankan bahwa keberhasilan koperasi ditentukan oleh sejauh mana organisasi tersebut mampu memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.
“Koperasi harus dijalankan berdasarkan prinsip dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Seluruh anggota harus merasakan manfaatnya, bukan hanya pengurus,” tegas Sumarno.
Menurutnya, penerapan prinsip tersebut secara konsisten akan menjadikan koperasi sebagai salah satu kekuatan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Desy Anjani, menjelaskan bahwa bazar UMKM yang menjadi bagian dari peringatan Harkop diikuti oleh 37 tenant dari berbagai kabupaten dan kota.
Beragam produk ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari makanan olahan, kerajinan tangan, produk fesyen hingga hasil ekonomi kreatif khas daerah.
Kehadiran bazar diharapkan mampu memperluas jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM binaan koperasi.
Melalui peringatan Hari Koperasi ke-79 ini, pemerintah bersama gerakan koperasi berharap semangat berkoperasi semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Dengan tata kelola yang semakin baik, inovasi yang berkelanjutan, serta sinergi antarpemangku kepentingan, koperasi diharapkan tetap menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya secara berkelanjutan. (ar)






