SEMARANG, Kabarjateng.id – Perubahan besar dirasakan Suyono, warga RT 03 RW 08 Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara.
Rumah yang sebelumnya tidak layak huni kini telah bertransformasi menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman berkat program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dijalankan Pemerintah Kota Semarang.
Proses perbaikan hunian tersebut rampung hanya dalam waktu sekitar sepuluh hari.
Suyono mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, kondisi rumah sebelum direhabilitasi sangat memprihatinkan dan berisiko bagi keselamatan keluarga.
Kini, ia dapat kembali menempati rumahnya dengan rasa aman dan nyaman.
“Dulu rumah saya tidak layak untuk ditempati, sekarang sudah jauh lebih baik. Terima kasih kepada Ibu Wali Kota dan Pemerintah Kota Semarang. Bantuan ini sangat membantu kami,” ujar Suyono yang juga dipercaya sebagai Ketua RT setempat.
Bantuan rehabilitasi RTLH dengan total nilai Rp20 juta tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, dalam kegiatan Temu Warga Lokal yang digelar di Kecamatan Semarang Utara, Jumat (9/1).
Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Semarang dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak.
Wali Kota Agustina menegaskan bahwa program RTLH bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, tetapi merupakan kebijakan strategis yang memiliki dampak luas bagi kesejahteraan warga.
Hunian yang sehat dan aman dinilai berperan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan, pencegahan stunting, peningkatan kesehatan lingkungan, hingga penataan kawasan, khususnya di wilayah pesisir.
“Rumah yang layak huni adalah fondasi penting bagi kehidupan keluarga. Dari rumah yang sehat, kita bisa membangun kualitas hidup yang lebih baik,” tutur Agustina.
Ia juga menyampaikan capaian Pemkot Semarang sepanjang tahun 2025 melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) yang telah merehabilitasi sebanyak 1.013 unit RTLH di berbagai wilayah.
Program tersebut akan terus berlanjut pada tahun 2026 dengan target perbaikan sekitar 900 unit rumah tambahan.
Selain menyerahkan bantuan RTLH, Wali Kota Semarang juga melakukan sejumlah agenda lain di wilayah Semarang Utara, antara lain meninjau proyek betonisasi Jalan Lodan, meresmikan Posyandu Minasari Bandarharjo, mengecek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kampung Mangut, serta menyalurkan bantuan pangan bagi nelayan Tambak Mulyo yang terdampak angin barat.
Melalui kegiatan Temu Warga Lokal, Pemkot Semarang membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat guna memastikan setiap program dan kebijakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
Pemerintah berharap, melalui program RTLH dan intervensi lainnya, tidak ada lagi warga Kota Semarang yang harus tinggal di rumah yang membahayakan kesehatan dan keselamatan keluarga. (day)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.