SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang mempercepat penanganan banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.
Selain membantu warga terdampak, pemerintah juga menyiapkan langkah permanen untuk mencegah banjir kembali terjadi.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan kondisi banjir mulai membaik setelah genangan air surut.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana juga langsung menutup titik tanggul yang jebol agar air tidak kembali masuk ke permukiman warga.
“Penanganan darurat sudah berjalan. Setelah ini pemerintah akan membangun tanggul permanen supaya masyarakat lebih aman,” ujar Suharyanto saat meninjau lokasi bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Selasa (19/5/2026).
Pemerintah juga menyiapkan normalisasi dan pelebaran Sungai Plumbon untuk mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.
Pemprov Jawa Tengah, Pemkot Semarang, dan BBWS Pemali-Juana akan melakukan pembebasan lahan di sekitar bantaran sungai guna mendukung proyek tersebut.
Bantuan Logistik dan Huntara Mulai Disiapkan
Suharyanto menjelaskan Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran pemerintah memprioritaskan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Karena itu, pemerintah segera menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, air bersih, minuman, dan kebutuhan pokok lainnya.
BNPB juga menyiapkan hunian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau belum bisa ditempati.
Selain itu, pemerintah memberikan bantuan biaya sewa rumah sebesar Rp600 ribu per bulan bagi warga yang memilih tinggal mandiri sampai hunian tetap tersedia.
“Pemerintah juga menyiapkan solusi hunian tetap bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana,” kata Suharyanto.
Pemprov Jateng Kerahkan Seluruh OPD
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah langsung bergerak sejak banjir melanda Mangkang Kulon.
Penanganan berlangsung melalui koordinasi lintas instansi sesuai prosedur kebencanaan yang berlaku.
Dinas Kesehatan menghadirkan layanan kesehatan melalui program Speling, Dinas Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan bahan pangan.
Sedangkan Dinas PUPR mengerahkan alat dan personel untuk membantu penanganan infrastruktur di lokasi terdampak.
Pemprov Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan senilai Rp124 juta.
Bantuan tersebut meliputi logistik makanan dan nonmakanan dari BPBD dan Dinas Sosial, beras dan mi mocaf dari Dinas Ketahanan Pangan, obat-obatan dari Dinas Kesehatan, serta perlengkapan sekolah untuk anak-anak terdampak banjir.
“Kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan penanganan berjalan cepat,” ujar Ahmad Luthfi. (dkp)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.