Menu

Mode Gelap
 

KABAR JATENG

Kurikulum Koperasi Masuk Sekolah di Jateng Mulai 2026/2027

badge-check


					Kurikulum Koperasi Masuk Sekolah di Jateng Mulai 2026/2027 Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyiapkan penerapan kurikulum perkoperasian untuk siswa sekolah dasar hingga menengah pada tahun ajaran 2026/2027.

Program tersebut menjadi langkah strategis untuk menanamkan semangat ekonomi kerakyatan dan budaya gotong royong sejak usia dini.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menilai Jawa Tengah memiliki sejarah panjang dalam perkembangan koperasi.

Karena itu, pemerintah daerah ingin menghidupkan kembali semangat koperasi melalui dunia pendidikan agar generasi muda memahami sistem ekonomi berbasis kebersamaan.

Menurut Luthfi, banyak Koperasi Unit Desa (KUD) pada masa lalu gagal berkembang karena lemahnya koordinasi dan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap sistem koperasi.

Kondisi tersebut mendorong Pemprov Jateng menyusun kurikulum khusus untuk sekolah.

“Provinsi sudah menyiapkan kurikulum perkoperasian dan kami ingin sekolah segera menerapkannya mulai dari pendidikan dasar,” ujar Luthfi saat menerima laporan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026).

Ia juga menyebut program tersebut mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Materi Disesuaikan dengan Jenjang Sekolah

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramianto, mengatakan pihaknya sudah menyerahkan rancangan kurikulum perkoperasian kepada Kemendikdasmen.

Dalam waktu dekat, pembahasan lanjutan bersama Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah akan berlangsung untuk mematangkan penerapannya.

Bramianto menargetkan sekolah mulai menjalankan kurikulum tersebut pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berencana meluncurkan program itu pada awal Juni 2026.

Ia menjelaskan materi pembelajaran akan mengikuti jenjang pendidikan siswa.

Siswa sekolah dasar akan mempelajari pengenalan koperasi dan nilai gotong royong.

Siswa SMP akan memahami struktur organisasi koperasi beserta fungsi pengurusnya.

Sementara siswa SMA akan belajar kewirausahaan berbasis koperasi.

“Anak-anak perlu memahami ekonomi kerakyatan, belajar bekerja sama, dan membangun kesejahteraan bersama melalui koperasi,” kata Bramianto.

FGD Libatkan Guru dan Praktisi Koperasi

Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah sebelumnya menggelar Focus Group Discussion (FGD) finalisasi insersi kurikulum pendidikan perkoperasian di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Kota Semarang, pada 5–7 Mei 2026.

Forum tersebut melibatkan Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Kanwil Kemenag Jateng, Dinas Pendidikan Kota Semarang, praktisi koperasi, hingga tim ahli pendidikan.

Tim penyusun mulai merancang materi kurikulum sejak Oktober 2025 dan terus menyempurnakannya bersama para guru serta pegiat koperasi di Jawa Tengah. (liem)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Kapolres Boyolali Kawal Konser Keroncong Svaranusa, 2.500 Warga Padati Alun-Alun

7 September 2026 - 10:46 WIB

Polda Jateng Bongkar Modus “Alamat Web”, 16 Paket Sabu Diamankan dari Dua Pengedar

7 September 2026 - 08:18 WIB

Ahmad Luthfi Dorong TRC Jateng Percepat Respons, Mitigasi Bencana Harus Dimulai Sejak Dini

7 September 2026 - 08:07 WIB

Brimob Polda Jateng Salurkan Air Bersih ke Tujuh Daerah Terdampak Kekeringan

7 September 2026 - 07:58 WIB

Jelang MTQ Nasional, Kemenag Ajak Warga Semarang Gerakkan Bersih-Bersih Masjid

7 September 2026 - 07:44 WIB

Temui Keluarga Mozza, Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Kasus Dikawal

6 September 2026 - 21:10 WIB

Trending di Daerah