SEMARANG, Kabarjateng.id — Bupati Semarang turun langsung ke lokasi bencana tanah longsor yang memutus akses jalan penghubung antara Desa Nyatnyono dan Desa Lerep, Sabtu (28/3/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Semarang itu menunjukkan respons cepat pemerintah daerah dalam memastikan penanganan berjalan optimal.
Di lokasi kejadian, Bupati Semarang mengecek kondisi longsor Nyatnyono sekaligus memantau upaya penanganan tim gabungan.
Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan sehingga menghambat mobilitas warga dari kedua desa.
Percepatan Penanganan Jadi Prioritas
Bupati menegaskan percepatan penanganan sebagai prioritas utama.
Ia meminta seluruh pihak terkait bergerak cepat agar segera membuka kembali akses jalan dan mengembalikan aktivitas masyarakat ke kondisi normal.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan petugas selama proses pembersihan material longsor berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Semarang terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat penanganan.
Petugas menurunkan alat berat guna membantu proses evakuasi material longsor dari badan jalan.
Dampak Terhadap Aktivitas Warga
Longsor tersebut memberi dampak cukup signifikan bagi warga. Aktivitas harian warga terganggu, terutama mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok.
Sejumlah warga mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh dan waktu perjalanan lebih lama.
Kondisi ini juga memengaruhi aktivitas ekonomi warga, sehingga percepatan pemulihan akses menjadi sangat penting.
Sinergi Tim Gabungan di Lapangan
Pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana ini.
Unsur TNI, Polri, BPBD, serta relawan terlibat aktif di lapangan untuk mempercepat pembersihan material longsor dan pemulihan akses jalan.
Sinergi antarinstansi tersebut menjadi kunci untuk memastikan penanganan berjalan efektif serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Harapan Akses Segera Normal
Bupati mengapresiasi kerja keras seluruh personel yang terlibat dalam penanganan bencana.
Ia berharap upaya tersebut segera membuahkan hasil sehingga akses jalan kembali normal.
Dengan terbukanya kembali jalur penghubung Nyatnyono–Lerep, masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara lancar dan roda perekonomian warga kembali bergerak seperti sediakala. (ar)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.