SALATIGA | Kabarjateng.id – Kecurigaan warga Perumahan Griya Dukuh Asri, Jalan Antasena, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, berawal dari bau tidak sedap yang muncul dari sebuah rumah, Selasa (22/9/2026) petang.
Warga kemudian melakukan pengecekan. Dari balik jendela rumah, mereka melihat seorang perempuan lanjut usia dalam kondisi tidak bergerak di atas kursi roda.
Perempuan tersebut diketahui berinisial M.F.S.C., berusia 78 tahun. Korban merupakan pensiunan PNS yang selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Kapolsek Sidomukti AKP Wahyono, S.Pd. mengatakan, informasi mengenai bau tidak sedap diterima Ketua RT sekitar pukul 17.30 WIB.
Ketua RT kemudian bersama sejumlah warga mendatangi rumah korban.
Karena rumah dalam kondisi tertutup, warga berusaha melihat ke dalam melalui jendela menggunakan bantuan lampu senter.
Dari pengecekan itu, warga mendapati korban sudah tidak bergerak dalam posisi duduk di kursi roda.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada kepolisian dan PMI Kota Salatiga. Petugas dari Polsek Sidomukti dan Polres Salatiga kemudian mendatangi lokasi.
Sejumlah personel yang datang antara lain petugas SPKT, piket Reskrim Polsek Sidomukti dan Tim Identifikasi Polres Salatiga.
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban, mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dari pemeriksaan awal di lokasi, polisi tidak menemukan barang bukti maupun indikasi yang berkaitan dengan tindak pidana.
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh, korban diduga meninggal dunia karena mengalami sakit.
Meski demikian, penyebab pasti kematian tetap memerlukan pemeriksaan medis.
Pihak keluarga melalui cucu korban, Nina Lestari, menyatakan keberatan apabila jenazah dilakukan autopsi.
Polisi kemudian melakukan penanganan sesuai prosedur dan menyerahkan proses selanjutnya kepada pihak keluarga.
Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H. menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Ia mengatakan, peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar, terutama kepada mereka yang tinggal sendirian.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya kepedulian lingkungan terhadap kondisi warga, khususnya mereka yang tinggal sendiri,” ujar AKBP Jonathan.
Kapolres mengimbau masyarakat tidak mengabaikan kondisi yang dianggap tidak biasa di lingkungan tempat tinggal.
Menurutnya, laporan cepat dari warga dapat membantu petugas melakukan pengecekan sehingga kondisi yang membutuhkan penanganan bisa segera diketahui.
“Kepedulian sederhana dari lingkungan sekitar dapat menjadi hal yang sangat berarti. Mari bersama-sama membangun lingkungan yang saling memperhatikan,” katanya.
Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku. (ar)






